
Keadaan kantin sudah cukup sepi , hanya ada mereka berempat.
Dan tentunya itu kebahagiaan sendiri untuk Bastian, Dan ke datangan seseorang membuat Bastian berdecih tidak suka yaitu Husen , Rival nya dalam urusan mengejar Cinta Indri, Anak Jurusan Ekonomi .
Sebenarnya Bastian, Husen , dan Refa mantan pacar Indri adalah sahabatan. Tapi karena skandal yang membuat Refa berselingkuh dengan Salsa membuat keduanya menjauh .
Dan memutuskan untuk mengejar Mantan Pacar dari temannya . Lagipula katika Indri dan Refa berpacaran keduanya diam diam telah jatuh hati dengan Indri.
Gadis cantik yang mempunyai aura tersendiri dan berbeda dari yang lainnya . Selain cantik pesona untuk memikat pria sangat melekat di diri Indri, makanya ketika hubungan Indri tandas . Mereka berlomba-lomba untuk mengejar Primadona kampus itu.
Meskipun Dipta dan Febri tidak kalah cantiknya dari Indri, tapi tidak membuat keduanya tertarik dengan yang lain kecuali Indri .
Indri tipikal wanita yang selalu menarik ulur perasaan seseorang, persis seperti layangan. Jika orang yang baru kenal dengan dirinya pasti akan jengkel dengan sifat cueknya .
" Tuhkan bener feeling gue, kalo lo bertiga ada dikantin " . Ucap Husen Ikut duduk di sebelah Febri yang menghadap langsung ke Indri.
" Lo sama Bastian kalo ngomong suka bawa bawa Feeling, kek paling so iya aja " . Ucap Dipta
" Iyalah, Lo lupa emang? tempat lo parkir mobil kan cuma dikhususin buat kita ber5 . Dan gue liat disono ada Mobil Indri, Jadi ya bisa gue tebak lah lo semua ada disini. Eh Tapi ngomong-ngomong kok gue cuma liat 1 mobil, lo bertiga barengan? " . Tanya Husen,
" Iya kita sekarang tinggal bareng " . Jawab Indri
" Mau dong akunya tinggal bareng kamu ay " .
" Ay apaan? Ayam? " . Tanya Dipta
Husen dengan gemas menoyor Dipta, Gadis di samping Febri ini dari dulu meskipun cantik tetap saja lemot .
" Ayang lah, " Jawab Husen
" Lo sama Bastian noh yang ayan " . Jawab Dipta
Husen dan Bastian memutar bola matanya malas,
" Lo ngapain si kemari sen , Galiat apa gue lagi di rebutin sama tiga bidadari " .
" Dih emang nya lo doang yang mau dikantin , ya suka suka gue dong . Lagian gue kangen sama Bidadari nya kampus ini . "
" Lo mengganggu aja tau ga! " . Kata Bastian kesal,
" Gue sering banget lewat komplek lo Ndri, tapi gapernah keliatan lonya " . Tanya Husen, tidak menanggapi celoteh Bastian.
" Ya gak keliatan lah, orang rumah gue udah pindah dibelakang kampus " . Jawab Indri sekenanya.
__ADS_1
" Maksud lo komplek yang paling mahal di belakang kampus ini Bep? " . Tanya Bastian.
" Em " .
" Gilakkk!!!!-_- Itu kan Rumah mahal banget Bep, kok lo bisa beli si ? " . Tanya Bastian,
" Iya si Ay, gue penasaran deh masih sama latar belakang lo . Lo orang kaya jalur apasih? " . Tanya Husen.
" Jengah gue denger panggilan lo berdua. Mau muntah " . Decak Febri
" Gue ga ngomong sama lo ya. " Kata Bastian dan Husen berbarengan.
" Iya lah, Gimana ga kaya , dia itu udah tajir melintir , kaya jalur turunan . emangnya lo berdua " . Sindir Dipta
" Eh maap maapnih, orang tua gue juga terkenal coy di kota ini dengan bisnis Perhotelan nya . Jadi lo kalo pada mau Pampa* bisa Calling gue " . Ucap Bastian, dengan meragakan tangan yang saling bertautan .
" Gue Pesen dong Bas " . Ucap Husen,
" Serius lo? , emang ada cewek yang mau sama lo sen? ". Tanya Bastian tidak percaya, Kini ketiga wanita hanya diam saja menyimak
" Adalah, nih depan gue orangnya " . Jawab Husen tidak berdosa,
Indri yang menjadi sasaran ke konyolan kedua pria itu dengan kesal menggetok satu satu menggunakan sendok.
" Langkahin dulu mayat gue Sen, kalo lo mau ajak Indri ke Sono " . Kata Bastian seolah tidak terima,
Mereka terkekeh geli , Beginilah jadinya Jiika sudah berkumpul pasti pembahasan mereka selalu jorok.
" Eh serius Ndri rumah lo disono? " . Tanya Bastian kembali ketopik awal
" Iya, ngapasi? "
" Lo punya duit sebanyak itu dari mana? . Lo jual diri ama siapa? . Kenapa ga sama gue aja? ".
" Bisa lo bayar harga diri temen gue? ". Tanya Dipta
" Bisalah, jangankan untuk beli harga diri Indri, menyukupi nya seumur hidup aja gue sanggup kok " . Jawab Bastian,
" Gausah gaya Bas kalo uang masih hasil orangtua " . Sindir Husen,
" Emangnya lo ga minta dari orangtua? " . Tanya Febri
" Enggaklah, gue belakangan ini Buka Kafe nongkrong gitu " .
__ADS_1
" Wah keren amat lo Sen ". Ucap Bastian Takjub, memang benar Bastian masih menggunakan Uang hasil orangtuanya . Dikarenakan dia adalah anak tunggal, dan tentunya tidak boleh bekerja dahulu sebelum selesai kuliah.
" Nanti kapan kapan mampir ke Kafe gue ya " .
" Siap, " . Ucap mereka semua.
" Pulang Kuliah, boleh dong gue mampir kerumah lo Ndri . " Kata Bastian Basa basi
" Boleh " .
" Eh. Yang gue denger di komplek lo itu ada Clubya? . Katanya Club itu sekarang mulai terkenal, gue belom sempet kesana si . Gimana sekalian aja kita mampir ke Club , ngerayain hari pertemuan kita lagi? " . Ajak Bastian
" Iya Bener Bas, Gue juga baru denger akhir akhir ini Katanya Pemilik Club nya cantiknya kebangetan . Sakin sibuk sama Magang dan ngurus Kafe gue belum sempet kesono. " Ucap Husen,
Indri Febri dan Dipta diam saja, Biar lah mereka tau sendiri nantinya.
Kedatangan Mang Ujang membuat perhatian teralihkan.
" Akang nya ga mesen makan? " . Tanya Mang Ujang seraya menaruh pesanan tiga gadis cantik itu
" Ga usah Mang, Mereka mah cuma pada modal muka doang, duit nya engga ada . Tar emang mang Ujang mau diutangin sama mereka ? " . Ledek Indri
" Astaghfirullah Bep, Kamu koo gitu sih sama Aku " . Ucap Bastian,
Mang Ujang terkekeh,
" Mau pesen kaya mereka Mang, Biar gue yang bayar " . Ucap Husen sombong mengeluarkan Kartu Black Cards miliknya lalu diberikan ke mang Ujang.
" Maaf kang, Ari Mang Ujang mah teu nerima Kartu tapi terima nya Cash " .
" Yah, tapi gue ga bawa Cash mang" .
Sontak mereka semua tertawa, Tapi tidak dengan Husen yang merasa terhina .
" Apa gue kata , lo berdua tuh cuma pada modal tampang doang" . Ledek Indri sambil tertawa bahkan sampai terbatuk batuk.
" Sengak si gaya lo sen, " Bastian mengeluarkan 3 lembar ratusan ribu memberikan ke Mang Ujang, Nih Mang pesenin kita makanan sampe uang segitu abis " . Titah Bastian
Mang Ujang tersenyum Girang, " Nah gini atuh kalo PDKT teh, bawa nya Cas jangan pake Kartu . Ari mamang geseknya gimana? . "
Husen meringis, Malu sekali dia . Husen lupa untuk mengambil uang Cas ,-
.
__ADS_1
.
.