
Setelah kejadian malam itu, keadaan sudah lumayan tidak canggung, meskipun pahit Indri menerima perjodohan tidak masuk akal yang sudah ditetapkan oleh mendiang Grandma nya,
Dan pernikahan Indri Indra telah dibicarakan akan dilaksanakan setelah Indri lulus kuliah,
🌷🌷🌷🌷🌷
Pagi Hari~
" Sarapan apa ya? gue laper banget nih " . Tanya Dipta ketika dirinya sudah kelar mandi setelah joging tadi pagi
" Iyani, Asisten kita mana pulkam lagi, " Keluh Febri berbaring malas diatas kasur
" Pesen aja lah gimana? " . Jawab Dipta sembari menggosok rambutnya menggunakan handuk
" Masak aja , sayang sayuran yang ada dirumah kalo engga di pake. " Usul Indri
Febri dan Dipta saling bertatapan sinis, Karena mereka tidak ada yang pandai masak apalagi Dipta yang paling payah dalam hal memasak.
" Lo bedua bantuin gue aja , Nyuci sayuran biar kalo soal rasa gue yang tanggung jawab " .
" Yailah , beda yang calon nganten mah, udah belajar mau ngurus dapur. " Sindir Febri
Dengan kesal Indri melempar remot Ac kearah Febri dan tepat sasaran mengenai jidat nya,
" Sialan, tambah maju nih jidat gue " . Ringis Febri mengusap jidatnya,
Indri memutar bola matanya malas, " Udah buruan gausa banyak drama, " Ucap Indri meninggalkan kamar, dan pergi menuju dapur disusul oleh kedua sahabatnya,
" Gue ngapain? " , Tanya Dipta
" Cuci sayuran yang dikulkas " . Titah Indri
__ADS_1
" Kalo gue? , " Tanya Febri
" Lo cuci buah , bikin salad mah bisalah buat pencuci mulut. ".
Mereka sibuk dengan urusan masing masing,
Indri terkejut ketika melihat Dipta tidak mencuci sayuran malah menaruh sayuran itu didalam panci tanpa ia cuci.
" Dicuci dulu bambang, jangan langsung taro di panci, . " Teriak Indri mengarahkan pisau yang sedang ia pegang ke arah Dipta
" Yang penting kena aer kan, tahap proses nya gamasalah kalo dilewatin " .
" Lo asal asalan bangetsi, inikan bakalan masuk dalem mulut orang, lo gaboleh gitulah , kebiasaan jorok jangan dibawa kemari " .
" Yailah, lagi pula kalo udah masuk mulut terus di keluarin di dalam wckan , buat apa capek capek di cuci " .
Indri tertohok dengan jawaban Dipta, Dengan kesal ia menarik baju yang Dipta pakai, Tidak habis fikir dengan cara Dipta yang hampir membuat nya gila,
" Terus buat apaan dimasak, telen aja sekalian , toh juga bakalan jadi ta* !! . Murka Indri
Indri menatap sinis kearah Febri dan Dipta, Berulang kali menghembuskan nafasnya, selain gila kedua sahabatnya ini sangat menjengkelkan .
Dengan kesal Indri tetap menyuruh keduanya memasak menu makanan pagi ini ,
Setelah sarapan, ketiganya kembali kedalam kamar .
" Gue mau ada yang diomongin sama kalian " . Ucap Febri
" Ngomong aja, emang nya lo gagu? dari tadi juga lo ngoceh aja kaya beo " . Omel Dipta
Febri melirik tajam kearah Dipta,
__ADS_1
" Gue harus gimana ya be " . Tanya Febri sendu sambil menundukkan kepalanya,
Indri mengernyit kan dahinya, tidak biasanya Febri seperti itu, Indri mematikan Laptop nya kemudian ia fokus dengan omongan Febri, begitu pun Dipta,
" Lo ada masalah apa nong? " . Tanya Indri menatap lekat kearah Febri,
Febri mendongak kan kepalanya, tidak tau harus bercerita dari mana, semua yang ingin ia ucapkan seakan-akan tercekat di tenggorokan nya, Tanpa disadari air matanya turun begitu saja.
" Dih, kok lo ngangis? , ada masalah apaansi? " Tanya Dipta tidak sabaran duduk di samping Febri
" Masalah keluarga lo? " . Tebak Indri
Febri menggeleng dengan kuat, " Gue... " belum sempat melanjutkan omongannya Febri sudah kembali nangis dengan tersedu sedu sambil menggerakkan tangannya diperut
Indri menautkan kedua alisnya terheran-heran dengan sikap Febri kali ini.
" Jangan bilang lo hamil nong? " . Tanya Indri dengan suara yang sudah agak meninggi
Febri mengangguk dengan takut, " Gue juga gatau kalo bakalan begini " . Ucapnya sambil menangkup kedua tangan pada wajahnya,
Indri dan Dipta berdiri bersamaan, keduanya tampak frustasi dengan omongan Febri,
" Lo lagi gak ngeprank kan nong? " . Tanya Dipta memastikan .
.
.
.
Sorry ya jarang Up, aku lagi sibuk banget akhir akhir ini 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
.
.