
Indri mendapat sebuah pesan dari Reno yang mengatakan bahwa dia telah menempati tempat bersama teman temannya yang telah Indri sediakan .
Mama mengajak semuanya untuk ketaman , bersantai disana sambil menikmati hembusan angin sore yang sangat menyejukan.
" Papa ga pulang ma? " Tanya Andri ketika dirinya sudah duduk di bangku malas yang berada ditaman
" Pulang malam nak, kamu kan tau papa perusahaan nya sedang ada masalah . "
Andri sebenernya tau, dirinya sempat menawarkan diri untuk membantu sang papa . tapi papa nya enggan merepotkan anak sulungnya itu , tapi Andri sudah diam diam menyuruh orang untuk membantu perusahaan papanya .
" Ma, Aku dibeliin rumah sama bang Andri kayanya aku akan tinggal disana "
" Kenapa engga tinggal disini? " Tanya mama menoleh kepada Indri , Hatinya terasa tercekat ketika mendengar anaknya itu tidak tinggal dirumah ini lagi
" Gapapa ma, disana lebih dekat kalo ketempat kuliah sama kantor . Indri juga tinggal sama Kinoy Jening kok. "
" Bener noy, Nong? " Tanya mama dan keduanya mengangguk
__ADS_1
" Kenapa ga disini aja? mama kesepian nak kalau kamu juga ikut ga tinggal disini, siapa yang akan nemenin mama . " Ucap mama sendu
Indri sebenarnya tidak tega juga meninggalkan mamanya itu . namun dia juga harus bertanggung jawab untuk mengurusi anggota nya .
" Ma. Pacar Febri udah didepan, boleh masuk engga? " Ijin febri sambil mengalihkan perhatian , dia takut kalau terjadi perdebatan lagi nantinya
" Boleh dong, ajak masuk "
" Sono temenin jenong noy " . Usir Indri
Dipta hendak melayangkan protes namun dirinya urungkan ketika mendapat kedipan dari Indri, yang berarti akan ada yang dibicarakan serius bersama mama nya itu . Dipta dan Febri melangkah keluar untuk menemui Sigit
Mama terkejut, " Kamu masih jalanin anggota itu? " Indri mengangguk
" Sudah nak, bubarkan saja. mama khawatirkan terjadi apa apa sama kamu . "
" Tidak ma , Indri engga mau peninggalan Grandma dan Grandpa hilang gitu aja . Indri masih mau mengharumkan nama beliau , hanya itu yang Indri bisa kasih dan balas jasa mereka yang telah membesarkan Indri . Dan mama tau bukan alasan Indri mengganti nama serta ikut ke Indonesia karena apa . Jadi tolong, jangan pernah untuk menyuruh Indri angkat tangan begitu aja. "
__ADS_1
Mama mendenguskan nafasnya lelah, Rasa sakit di kepala nya seakan muncul berdenyut ketika mendengar ucapan Indri . Mama takut anak perempuan nya itu akan dalam masalah, apalagi mama tau persis sifat Indri yang tak pernah ada ampun dengan orang orang yang telah berkhianat . Mama bingung sebelah sisi adik , dan sebelahnya lagi buah hatinya .
Mama tidak ingin ada pertumpahan darah di keluarga nya sendiri . " Tapi kamu harus janji ya nak, untuk engga kenapa kenapa "
Indri mengangguk , bagaimanapun dirinya juga enggan mempertaruhkan nyawanya sendiri, " Insyallah ma, doain aja " Ucap Indri meyakinkan lalu memeluk mama
" Jenong, kinoy apakah mereka tau? " Tanya mama ketika pelukan mereka disudahi,
" Engga , dan jangan sampai mereka tau . Indri sudah mati matian menyembunyikan identitas mereka dari paman atau musuh yang lain "
Mama mengangguk dan yakin dengan kepintaran anak gadisnya itu , bahkan harus dia akui sebenarnya otak Indri jauh lebih bisa diandalkan dari pada Andri, Hanya saja Indri lebih susah dibilangin dan diatur
Mama menengok ke anak sulungnya , Andri yang menyadari tatapan mamanya itu segera mendekati kedua wanita tersayang nya . " mama tenang aja, Abang akan selalu jagain Indri dengan sekuat tenaga " .
Mereka berpelukan sambil memberi keyakinan masing masing .
.
__ADS_1
.
.