Suamiku

Suamiku
Part 92


__ADS_3

Indri Febri dan Dipta melangkah kaki mereka dengan gaya tengil ,


beberapa murid laki laki adik angkatan ataupun seangkatannnya bersorak riuh, kedatang The Most Beautiful Women di Kampus ini, setelah kepergian mereka bertiga untuk menjalankan Magang .


membuat laki laki dikampus kehilangan selera untuk menggoda yang lain, sebenarnya banyak wanita cantik . tapi tidak ada yang secantik mereka bertiga , tidak ada pula yang seberani mereka .


Indri dkk melangkah kan kaki mereka ke kantin, semua laki laki yang berada disana melihat tiga pujaan hati kampus , bersiul siul dan menggombal bahkan terteriak serta bertepuk tangan.


" Yatuhan, akhirnya bisa liat bidadari gue lagi . "


" Akhirnya, selendang bidadari gue ilang juga . sampe mereka dateng lagi kekampus. "


" Makin cantik aja jantung hati gue. "


" makin seksi, makin bening , makin bikin hati gue berbunga bunga. "


" kalo begini kan gue nya jadi semangat kuliahnya. untung aja gue hari ini masuk kalo engga, gabakalan ketemu sama primadona kampus " .


Dan masih banyak lagi.


Mereka yang mendapat pujian seperti itu, tentu saja genit nya keluar lagi setelah sekian lama . duduk di pojokan kantin, adalah kebiasaan mereka ketika kuliah.


" Hay cowo cowo " . Sapa Dipta dengan satu mata yang dikedipkan .


Membuat semua laki laki disana berteriak,

__ADS_1


" Awh, jantung gue " .


" Apa kabar ? " . Sapa Indri


" Yallah mimpi apa gue di sapa sama Indri " .


Seperti itulah yang Indri Febri Dipta dengar,


Berbeda dengan wanita lain, yang tampak tidak suka dengan kehadiran mereka. karena seperti inilah, Jika The Most Beautiful Women kampus ini sudah masuk , pastilah membuat semua pria dikampus jadi seperti orang gila .


Sisil, wanita yang sempat membuat Indri kesal datang kekantin, Sisil sempat heran tidak seperti biasanya kantin akan seheboh ini dengan gombalan pria pria tampan . Dengan PD nya Sisil menyapa balik mereka. Tapi tidak dihiraukan.


Teman nya sisil menarik sisil . " Mereka bukan godain lo, Lo galiat tuh mata mereka ke arah rombongan Indri, cewek yang tadi sempet adu bacot sama lo " .


" Dia sepopuler itu ? ". Tanya Sisil tidak percaya, Memang benar Indri wanita yang menendang Mobil nya tadi itu, sangat cantik bahkan tidak ada yang dapat mengalahkan kecantikan nya kampus.


" Cih, kaya gitu aja belagu, " gumam sisil, dirinya dengan cuek duduk di tengah tengah , menghalangi keberadaan Indri.


" Eh , cewek " . Ucap beberapa laki laki.


Sisil menoleh . " Gue? "


" iya lo " .


Sisil sedikit tersenyum , " Haha , bukan cuma dia doang kok yang di gila in di kampus ini, bahkan ada laki laki yang manggil manggil gue. " Batin Sisil bangga

__ADS_1


Sisil tersenyum semanis mungkin. " Iya kenapa? " . Tanya nya lembut, pada laki laki yang pada tampan itu.


" Bisa pindah tempat duduk engga? " . Tanya salah satu laki laki tersebut.


" Tuhkan, bahkan gue aja disuruh pindah ke meja mereka, Huh rasain lo . Posisi lo jadi Primadona, terlengserkan sama gue. " Batin sisil sembari tersenyum mengejek , melihat kearah Indri.


kedua sahabat sisil, mengernyitkan dahinya, baru kali ini mereka disuruh pindah tempat duduk.


" Emangnya kenapa ya? " . Tanya teman sisil , ketika sisil hendak bangkit dan duduk diantara laki laki tersebut.


" Lo bertiga ngalangin kita buat ngeliat primadona kampus , makanya lo gue suruh pindah. " Ucap Laki laki itu, yang membuat suasana kantin riuh tawa ledekan . karena melihat cengoknya muka Sisil


Senyum yang sedari tadi sisil pasang, surut sudah . Hatinya terasa sakit ketika dipermalukan seperti itu .


dengan kesal sisil bangkit dari duduknya , hendak keluar dari kantin, selera makan nya sudah tidak ada.


kedua temannya menunduk malu, mereka bertiga hendak keluar dari kantin . tapi gerakannya terhenti karena ejekan Febri.


" Kalo mau digodain cantik dulu enengnya, kan gaetis banget kalo digodain tapi engga sesuai dengan keadaan . kan kasian kalo gitu, lagian coba coba lo tebar pesona, laki laki juga tau kali mana yang cantik nya alami, mana yang cantik karena dempul bedak . " . Ledek Febri sedikit berteriak yang bahkan terdengar di seluruh kantin itu.


Semua isi kantin tertawa dibuatnya, bahkan beberapa perempuan tertawa dan meringis . Dipermalukan seperti itu tentu saja membuat malu.


Sisil keluar, dengan berlari diikuti oleh kedua temannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2