Suamiku

Suamiku
Part 128


__ADS_3

" Kamu udah tau kan dek kalo Bunda Lela kenal sama Mama? " Tanya Andri


Indri mengangguk, " Katanya Bunda sahabat Grandma juga "


" Jadi gini dek, Mama kemarin nyuruh abang pulang, terus dia bilang kalau Bunda Lela nagih janji yang sempat dibuat oleh Grandma dan Bunda ".


" Janji apa? ". Tanya Indri


" Perjodohan, "


" What? , Mama mau dijodohkan sama siapa bang? " . Tanya Dipta


Andri mencibir kan bibirnya , " Sembarangan, Mama ka udah nikah, "


" Terus siapa? Abang mau dijodohin ? Sama Anaknya Bunda Lela? " . Tanya Dipta


" Eh tunggu, kan anaknya Bunda lela laki laki semua , gamungkin kan kalian batangan dinikahi " . Ucap Febri


" Sembarang kalo ngomong, Bukan abang lah orang Indri kok yang dijodohin lagipula kan Indri cucu kesayangan Grandma Grandpa, " Ucap Andri cuek tidak menyadari bahwa Indri sudah membulatkan matanya lebar


Semua tertegun apalagi Indri, " Gausa bercanda deh lo bang, lo mau gue gue tampol pake tangan apa kaki? " Kata Indri yang masih mengira ucapan Andri candaan


Andri menyadari raut wajah Indri sudah berubah mulai menjelaskan kejadian yang diceritakan oleh sang Mama kemarin


Indri meremas kuat jemarinya tidak terima jika harus menjadi korban perjodohan konyol yang bahkan Indri tidak tau kebenaran nya,

__ADS_1


" Gimana menurut lo be? " . Tanya Dipta angkat bicara kini pembicaraan mereka terlihat sangat serius tidak ada cansaan sama sekali .


" Gila lo ya gamau lah gue, dikira ini jaman siti Nurbaya , gue punya kehidupan sendiri tanpa harus diatur masalah nikah. "


" Pikirin baik-baik dek, ini kan permintaan Grandma dan lagi kamukan udah kenal juga sama Orang tua Indra, Abang pribadi sih setuju aja kalau calon suami kamu Indra karena abang tau jelas sifat dan watak dia, "


" Lo aja yang nikah sama Indra ngapain gue, " Tukas Indri geram hendak bangkit


" Yakali batangan nikah dek, "


" SERAH! INTINYA GUE GAMAU YA KALIAN SEMUA NGATUR HIDUP GUE! " . Ucap Indri berlalu pergi


Andri menghela nafas panjang mengusap wajahnya kasar, Andri pribadi sudah tau jelas akan reaksi Indri seperti dugaannya.


" Lo sih bang, kan ngambek macan betina " . Kata Febri menggaruk kepalanya ,


" Dih lagu lo PD, " Cercah Febri


Andri menurunkan kakinya, menatap Febri dan Dipta, " Kalian tolong bujuk Indri dong, kan kalian sahabatnya, bagaimanapun juga Indri bakalan dengerin omongan kalian dari omongan keluarga nya sendiri , " Mohon Andri


" Yah bang, moon maap nih kita masih pada sayang nyawa . Tau sendiri Indri kalo ngamuk udah kaya jelmaan setan " . Ucap Febri


Andri menghela nafas , Dipta dan Febri merasa iba melihat Andri tidak tega juga kalau hubungan Adik kakak itu rusak kembali karena hal konyol seperti ini .


Keduanya saling pandang, " Gimana menurut lo noy? apa kita bujuk Indri aja? "

__ADS_1


" Gimana mau bujuk tuh anak aja ilang gatau kemana " .


🌷🌷🌷🌷


Ditempat lain,


Indri memasuki Rumah anggota nya, mencari tempat samsak Tinju untuk melampiaskan emosinya yang saat ini sedang menggebu gebu, tanpa memakai sarung tinju Indri memukul Samsak seperti kesetanan tak perduli rasa sakit yang tangannya ia rasakan,


Reno yang melihat Indri seperti itu merinding sendiri, takut jika sudah melihat Indri seperti itu, seakan melihat kejadian sewaktu Indri terpukul kehilangan Grandma dan Grandpa nya,


Indri mengatur nafas , seluruh badannya sudah basah akan keringat, tapi tidak berhenti untuk terus meninju samsak ,


" Heh, perjodohan " . Seringai Indri melanjutkan memukul membabi buta


.


.


.


.


Maaf ya jarang update, pikiran lagi gak karuan boro-boro mikirin novel 😁😁😁 mohon ditunggu dengan sabar kelanjutan nya 🙏🙏🙏🙏 #Salamhangat 💜💜


.

__ADS_1


.


__ADS_2