Suamiku

Suamiku
Part 75


__ADS_3

Kedatangan seseorang membuat perhatian mereka teralihkan


" Hay... Boleh ikut gabung? " Ucap Orang itu


Lalu diangguki semuanya, Pria itu memperkenalkan diri . " Halo, salam kenal . Aku Devan . Aku dengar salah satu dari kalian pemilik Club iniya? "


Indri hendak menjabat tangan, namun Dipta lebih cepat mengulur kan tangannya menjabat lelaki yang diketahui namanya Devan . " Hay, aku Kinanti Pradipta , panggil aja Kinoy "


Lelaki itu terkekeh . " Nama kamu lucu "


" Iyadong, kaya orangnya "


Indri dengan malas menuang Wingston Cocktail lagi dengan segelas besar penuh .


" Kamu pemilik Club ini? " . Tanya Devan


Dipta memperlihatkan deretan giginya lalu menggeleng, " Bukan, Dia pemilik Club ini . Akumah cuma sahabat nya aja . " Ucap Dipta menunjuk ke Indri yang sedang menenggak habis minuman yang berada ditangannya


" Wawww...... kamu peminum juga rupanya , hebat ya . boleh tau nama kamu siapa? " Ucap Devano seraya mengulurkan tangan


Indri melirik sekilas, lalu menjabat balik uluran tangan Devano " Indri " . Jawabnya Singkat


mereka berkenalan . dan tatapan Devano terus saja menatap Indri, wanita cantik dengan pipi kemerahan , entah karena pengaruh minum atau apa . wanita itu sangat bisa membuat perhatian nya teralihkan hingga enggan menatap kemanapun .


Indri yang merasa ditatap seperti itu sebenarnya risih, namun apa boleh buat . Devano adalah salah satu tamu Clubnya, yang berarti harus disambut dengan baik

__ADS_1


Mereka bercengkrama hangat . dengan Paduan Dipta yang tidak hentinya menggoda para lelaki tampan .


Indri mengambil sebungkus rokok , lalu menarik salah satunya dan membakar . Devan yang melihat itu tentu saja membelakan matanya tidak percaya .


" Kamu perokok juga? "


Indri melirik . " Kenapa? "


Lirikan Indri membuat Devan matikutu , " Aku kagum, wanita secantik kamu ternyata nakal juga ya."


" Itu pujian atau apa ? " Tanya Indri sinis


Bukannya tersinggung Devan malah tertawa , " Tentu pujian, aku sangat menyukai tipikal wanita seperti kamu, yang apa adanya . tanpa ada kemunafikan "


" Mau gue ngerokok, mau gue minum . Itu si Hak gue, Lagian Hidup itu bukan hanya tentang minum Aqua atau esteh , sesekali rasain Vodka, Karena hidup bukan sekedar pait , tapi puyeng juga " .


Andri datang dengan langkah gontai , duduk di antara mereka dan terkejut ketika melihat ada Devan disana, teman masa kecilnya dulu


" Hay Bro...... apakabar? " Tanya Andri , bangkit dari duduknya memeluk teman kecilnya itu


" Wah An... Udah balik Indo, ga ngasih kabar lo sama gue " .


" Banyak kerjaan broo.. Ada apanih, tumben dateng ketempat gini? ",


" Biasa, puyeng pala gue ngurus kerjaan mulu . kali kali refreshing otak . "

__ADS_1


" Kalo lo sendiri? , "


" Ah, rumah gue didepan, dan yang punya Club ini juga Adek gue " .


" Dia adek lo? " . Tanya Devan tidak percaya, bagaimana tidak . Bahkan wajah keduanya tidak sama . meskipun sama sama tampan dan cantik . Namun wajah Indri khas dengan wajah orang luar, sedangkan Andri mirip dengan Orang Indonesia


" Iyalah , adek gue . Udah kenalan belom lo ?"


Devan masih memasang wajah cengoknya . " Udah, dan gue takjub dengan adeklo . "


Andri menautkan kedua alisnya . " Kenapa? " Lalu matanya terbelalak ketika melihat Indri sedang asiknya merokok .


" Dekkk....... " Ucap Andri geram.


Bukannya takut Indri malah acuh, Abangnya ini drama sekali . Bukannya dia sudah tau kalau Indri merokok .


Indri melirik sinis . " Apaan? "


" Engga boleh gitu dong, ini kan temen abang, masa perilaku kamu begitu "


" Kan temen abang, bukan temen aku . Lagian ini Club bang, ya udah biasa . kecuali ini tempat Ibadah , baru dah abang bisa marah . lagian Drama banget, udah tau akunya begini sok sok an marah " . Ledek Indri


Andri menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Adiknya ini sungguh menggemaskan sekali .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2