
Keesokan paginya
Indri dan Indra sedang duduk di kursi panjang dalam ruangan , melanjutkan pekerjaan yang masih sisa beberapa .
Indra dengan teliti membaca kan beberapa hal yang harus Indri ketik , pengucapan nya jelas dan tepat hanya saja terlalu cepat , sampai membuat jari jemari Indri sering sekali kesemutan
" Bentar pak, saya pegel "
" Ngaso mulu , kapan kelar nya . "
" Yauda sini saya aja yang baca , bapak yang ngetik " .
" Enggausah, kamu mah gaakan ngerti . ini cuma saya yang bisa merangkum . kamu kan hanya mengetik saja " .
Indri mencibir kan bibirny , ingin sekali Indri melempar Indra dengan Laptop yang berada di meja ini . atau paling tidak digetok lah pake laptop .
" Dikata ini tangan gue mesin kali ya , dia ngomong cepet bener . mana gamau ada kata ngulang . Bangk* " . Grutu Indri didalam hati
Indri mengambil segelas Kopi Susu yang tadi dirinya sempat bikin sebelum memulai kerja.
Toktokk......
__ADS_1
" Masuk " . Jawab Indra tanpa menoleh ka arah tamu
" Aduh, asik bener nih yang lagi dua duan dalem kantor . Inget belon sah , jangan intim intim amat " . Cletuk Raka seraya ikut duduk di kursi tunggal
" Fitnah aja lo . Lagian ngapain lo kesini tumben? " .
Raka berdehem menetralkan suaranya . " Gue kesini mau ngingetin anak murid gue masuk kuliah ntar senen, soalnya mau ada pengumuman dan itu wajib untuk semua murid masuk tanpa ada pengecualian . Makanya gue dari tadi udah keliling sono sini sama dosen yang lain nyamperin anak magang yang sekiranya deket " .
" Ngapain lo samperin, kan ini udah canggih . bisa lah lo Email atau lu Wa anak didik lo? " Ucap Indra
" Sekalian gue mau minta ijinin anak didik gue untuk ga ikut magang selama seminggu, mau ada acara soalnya selama seminggu itu " .
" Jadi nanti senin saya harus ke kampus pak senin? " .
" Yah, males banget . "
" Loh kok males, kan disana ada saya . memangnya kamu ga suka bertemu saya disana? . Memang nya apa kurangnya saya? . Saya tampan, baik, pintar , penghasilan oke. Terus apa yang kurang dari saya? " Tanya Raka
" Bapak mau tau kurang nya apa? " Tanya Indri sambil membenarkan posisi duduknya menjadi tegak
Raka menangguk sedangkan Indra menatap Indri dengan penasaran . " Bapak Kurang tau diri , Lagian saya mana mau sama Om Om " . Ucap Indri bercanda
__ADS_1
Raka yang mendengar sontak saya berdrama seolah menyakitkan . Menggoda Indri adalah salah satu kebiasaan Raka setiap kali bertemu, meskipun jawaban gadis dihadapan terkesan dingin dan perkataannya menyakitkan tapi Raka paham, apa yang Indri selalu ucapkan hanyalah candaan
3 Tahun mengajar Indri jelas Raka paham raut wajah Indri baik itu marah ataupun bercanda , " Oh,,,,, Hatikuuuuu " . Ucap Raka
Indri memutar bola
mata nya malas, " Udah sana pak pulang aja, saya lagi sibuk ngerjain pekerjaan magang saya " . Usir Indri
" Segitu maunya kamu bermesraan sama Indra? , "
" Yeh.... Yaudah nih, bapak duduk disini saya yang keluar, bapak gantiin posisi saya ngerjain nih dokumen, " Ucap Indri sambil menunjuk 3 dokumen tebal
Raka melirik lalu meringis, membuang mukanya malas . " Ngapain banget, saya kesini bukan mau bantuin kalian " . Tolak Raka
" Udah sono lo pergi, adanya lo bikin kerjaan gue ga selesai selesai " . Usir Indra
Dosen tampannya itu memajukan bibirnya , persis seperti anak kecil yang sedang merajuk . Lucu sekali, tidak ingat umur atau ingat diri , kalau dirinya itu seorang dosen
.
.
__ADS_1
.