Suamiku

Suamiku
Part 88


__ADS_3

Matahari sudah mulai terbenam , Indri tidak menyia-nyiakan waktu untuk memotret keindahan alam . apalagi dengan senja yang sangat Indah.


Bayangan Matahari terbenam , seperti pantulan kaca yang terlihat.


Diam diam Indri menarik sudur bibirnya untuk tersenyum. Pemuda itu merasa senang dapat pergi berdua seperti ini . anggap saja liburan, ya meskipun hanya hari ini saja , tanpa gangguan orang lain.


Indri bergerak untuk menelpon sahabat nya yang berada di Indonesia. Karena perbedaan waktu Indonesia - Jepang 2jam.


Berati disana masih pukul 4 sore, belum waktunya untuk pulang kantor . Tapi Indri tidak perduli Jika nantinya mereka dimarahi


Toh Bosnya saja berada di sampingnya sekarang,


" Telepon siapa? " . Tanya Indra


" Jenong , Kinoy " .


Sambungan Telepon berlangsung ..


" Apaan? " . Tanya seseorang dari seberang sana, Indri sengaja menyalakan Loudspeaker .


" Lagi sibuk aja yang lagi magang " . Ledek Indri


Terdengar Dipta berdecih . " Muak gue lama lama magang disini ". Jawab Dipta


Indri segera menengok ke arah Indra , tidak enak hati karena Dipta berbicara seperti itu . buru buru ia matikan loudspeaker nya.


" Kenapa? " .


" Selama lo sama pak Indra pergi, gue sama jenong jadi bahan bulyan dan nyinyiran orang orang disini . Gue kan anak magang malah berasa jadi OB asal lo tau " . Ucap Dipta bersungut-sungut sebal.

__ADS_1


Karena suaranya yang besar, Indra tetap dapat mendengar nya . Diam diam Indra Kepo , ia menajamkan Indera pendengaran nya.


" Maksudnya gimana si? ga ngerti gue ".


" Tauah kesel gue. Kalo ga inget tentang sanksi yang dikasih sama Pak Indra udah cabut gue . Sialan banget ".


Indri sedikit emosi mendengar keluhan Dipta, meski sahabatnya enggan bercerita ia sudah paham bahwa ada orang yang membuat mereka terganggu.


Indri paham betul, bagaimana watak kedua sahabatnya . Jika hanya masalah kecil mereka tidak akan mempersalahkan .


Lalu dengan tibatiba Dipta mengomel dan hendak keluar dari perusahaan sudah dipastikan ada sesuatu yang terjadi.


" Yauda semangat ya kerjanya ".


" Lo kapan pulang si, lama banget disono . Engga ada lo ga asik tau " .


" Jangan lama lama . kalo lo kelamaan disono , gue ga bakalan perduli dengan sanksi pak Indra . gue bakalan Cabut, bodoamat mau ngulang semester lagi kek, "


Indri terdiam, jika Jepang hanya sekedar Jakarta - Bandung, mungkin detik ini juga dia memilih pulang memastikan keadaan.


" Jenong mana? " . Tanya Indri mengalihkan pembicaraan.


" Ada, lagi disuruh sama HRD HRD terhomat disini. "


Indra menelan ludahnya kasar . Indra mendengar semua pembicaraan mereka, Indra pribadi menjadi tidak enak hati karena kurang nya rasa nyaman dari anak magang di perusahaan nya .


Setelah berbasa basi telepon dimatikan . Indri sedikit melirik ke arah Indra yang pura pura sibuk dengan Hp di genggaman.


" Mau kemana lagi Bang? " . Tanya Indri

__ADS_1


Indra sedikit tertegun dengan panggilan Bang yang keluar dari mulut Indri , entahlah rasanya nyaman dan imut sekali. " Makan dulu ya, abis itu pulang ke hotel ".


Mereka mencari Tempat makan disekitar pantai, Restoran yang bermenu makanan laut adalah pilihan mereka .


Indra melirik ke arah Indri yang nampak sedikit melamun , ketika makanan sudah sampai.


" Kenapa ngelamun? " .


" Ah. engga kok . " Sangkal Indri


" Kamu mikirin omongan sahabat kamuya? ".


" Hm. Iya , Saya penasaran apa yang terjadi di sana. Bisa gak kita pulang malam ini aja? . Biar paginya bisa langsung ke kantor? .


" Engga bisa kalau malam . paling pagi jam 6 dan kita sampai dikantor sekitar jam9 " .


Indri menghela nafasnya kasar . Jujur saja dirinya sudah amat mengkhawatirkan kedua sahabatnya.


" Kalau ada masalah, kamu bisa cerita sama saya. Siapa tau saya bisa bantu " .


" Engga usah, saya bisa kok ngatasin nya sendiri. "


Setelah obrolan itu mereka diam tidak memulai obrolan lain . Masing-masing masih sedikit canggung.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2