Suamiku

Suamiku
part 101


__ADS_3

" Makan yuk laper " . Ajak Alfin karena sedari tadi mereka belum memakan apapun, selain sarapan.


" Ayo, Didepan ada Restoran kan ya Ndri? " . Tanya Bastian,


" Iya ada " .


" Iya , santai dululah . lagian juga kan Club nya buka jam8 " . Ucap Dipta


Mereka ngobrol, diiringi dengan canda tawa saling mengejek dan menggombal.


" Jadi pengen gue tinggal di komplek ini, masih ada yang kosong gak si ? " . Tanya Husen


" Udah Full, " . Jawab Indri


Husen mendesah kecewa, " Gimana kalo gue ngekost aja dirumah lo Ndri? . "


" Lagu lu pede, Cakep kali lo " . Kata Febri.


" Cakep lah gue, Setiap gue bercermin aja gue suka terpukau dengan pesona gue sendiri . Kalo lo bilang gue jelek, mata lo harus ke dokter Feb " .


Febri memutar bola matanya malas .


🌷🌷🌷🌷🌷


Malam Hari,

__ADS_1


setelah bersantai di dalam rumah Indri , kini mereka memasuki Club, walau masih sedikit yang datang tapi tidak membuat suara di dalam sana itu kecil.


Mereka duduk di VIP Room , dan memesan minuman .


" Engga mabok, engga boleh pulang ya " . Kata Husen,


" Matelu mabok, besok masih nyusun acara kuliah, minum sekedar nya aja . Kalo udah selesai itu, baru deh kita puas puasin minum. Mau sampe lo OD juga bodo amat ". Ucap Indri.


" The Macallan Valerio Adami 1926 . Wah Gilak, ini kan minuman yang harga nya selangit. Dijual 12 botol aja harganya 17milyar . Kok bisa ada di Club ini, Gue sendiri aja yang pecinta alkohol ga sanggup dan sayang ngamburin uang buat beli minuman itu. " Ucap Bastian Takjub .


" Wish, siapa nih yang bakalan bayar " . Tanya Alfin,


" Lo lah, kan lo yang pada mau minum " . Jawab Dipta


Mereka bertiga tertegun, menelan ludahnya kasar . Tidak mungkin kan, Baru menginjak kan kaki di Sini mereka akan langsung jatuh miskin karena sebotol minuman .


Ketiga laki laki itu tampak menoleh, mengerjap tidak percaya dengan apa yang Indri tawarkan .


" Nona Indri . " Sapa kepala pelayan Club membawa buku laporan Club seminggu terakhir.


" Ohiya, Bawa kesini aja Mbak . Biar saya cek " .


Pelayan itu dengan sopan memberi kan laporan kepada Bos cantiknya . Yang tidak pernah membeda bedakan karyawan nya .


Husen, Bastian, Alfin sempat tertegun dengan keseriusan Indri membaca laporan yang berada di buku tebal itu.

__ADS_1


" Oh, Meningkat pesat ya mbak dari minggu minggu lalu. Kalau ada apa apa bilang ya, atau butuh tenaga kerja baru, kabarin saya . Jangan sungkan " . Ucap Indri tersenyum hangat.


" Baik Nona, Permisi " . Pamit pelayan itu


"Eh ,tunggu deh. Jadi lo pemilik Club ini Ndri? " . Tanya Bastian memastikan,


Indri menengok ke arah tiga teman lakilaki nya, dari tatapan ketiganya seperti ingin diberi sebuah penjelasan.


" Hm . Iya, Kenapa emang? " . Jawab Indri santai .


Mereka bertiga tertegun, dan saling mencubit satu sama lain.


" Gue engge mimpi kan, Kalo pujaan hati gue ternyata orang kaya? ". Tanya Husen


dan Ringisin karena cubitan Bastian yang amat perih itu, menyadarkan bahwa dirinya tidaklah bermimpi.


Mereka tau, Jika Indri orang berada . Namun tidak menyangka jika Indri orang Kaya yang bahkan Club besar ini miliknya pribadi .


" Engga ada emang yang bisa ngalahin lo mah bep, Udah cantik, Baik, tajir lagi " . Ucap Bastian Kagum.


" Indri doang yang lo puji? . Terus gue nya engga? " . Tanya Dipta


Bastian melengos sebal. " Buat apa, Lagian juga lo mah selain cakep kaga ada kelebihan lain " . Nyinyir Bastian , yang mendapatkan getokan sendal oleh Dipta.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2