
Andri membawa Dipta ke Pantai yang ada di Jakarta, hembusan angin malam sangat menyejukkan . Mereka menghirup udara pantai itu dalam dalam , meresapu segala udara bau serta angin yang menerpa .
" Kamu udah makan? " . Tanya Andri,
Baru kali ini mereka jalan berdua, dan entah pergi kemana ke beranian Dipta yang selama ini ada untuk menggombali Andri,
Nyatanya saat berduaan Dipta sangat ciut nyalinya, Bagaimana tidak, Detak jantungnya saat ini sangat lah kencang, dan Dipta sangat berharap agar Andri tidak mendengar. Oh tuhan-,
" Belum, Abang udah makan? ". Tanya Dipta balik,
Andri tersenyum , ternyata Dipta sangatlah manis jika tidak ada sifat anehnya itu.
Andri menatap wajah Dipta yang saat ini tengah menghadap ke depan , seperti menghela nafas panjang.
Wanita yang saat ini berada di depannya ternyata sangat cantik jika bertingkah sekalem ini.
" Belum juga, Kamu mau makan apa? ". Tanya Andri,
" Hm. Aku lagi pengen makan Seafood bang, "
__ADS_1
Andri berjalan terlebih dahulu dan Dipta mengekori, " Ah Andai saja jemari itu bisa gue genggam " . Lirih Dipta pelan.
Andri berbalik badan lalu menggenggam jemari Dipta, " Jalan nya yang cepet , nanti ilang abang yang disalahin sama Indri " .
Kini mereka makan malam dengan Hening, hanya pantulan sendok yang terdengar dan suara ombak .
" Udah? , ayo kita jalan jalan di dekat pantai? " . Ajak Andri
Dipta bangkit segera berdiri, mengikuti Andri . kini mereka jalan berdampingan
" Kamu udah baik kan? " . Tanya Andri menghadap Dipta,A
Dipta mengerjap bingung, " Maksudnya? "
Dipta tertegun ditempat , " Aku baik baik aja kok bang "
" tolong jangan bohongin orang orang dan berusaha baik baik aja , kamu bisa untuk teriak atau mengeluh . "
Mata Dipta berkaca kaca terharu baru ini ada yang bertanya untuk menuntut jawaban , Dipta bahagia . selama ini selain sahabat nya tidak pernah ada yang bertanya tentang perasaan nya .
__ADS_1
Andri menarik Dipta kedalam pelukannya, Sejujurnya Andri sudah tau tentang apa yang Dipta alami selama ini dari Febri ketika mereka berdua mendapati kabar Dipta masuk rumah sakit.
Dipta menangis tersedu sedu dipelukan Andri, Andri mengelus dengan lembut rambut Dipta, menepuk pelan bahunya .
" Makasih bang, untuk udah nanya tentang perasaanku, Udah perduli dengan apa yang aku rasain , Aku terharu " . Ucap Dipta sambil menangis
Andri mengerti satu hal, selama ini apa yang Dipta perlihatkan , seperti selalu ceria , bersifat konyol dan sering tertawa karena ia ingin menyembunyikan dengan dalam luka yang ia rasakan.
Andri membiarkan Dipta menumpahkan segala rasa pedihnya di dalam pelukannya, Biarlah Dipta merasa aman dan nyaman hingga dia dapat memperbaiki Jiwa tertekan yang selama ini ia rasakan .
Hampir seluruh wanita di dunia ini memang paling butuh pelukan , dukungan , semangat dan arahan .
Meskipun Andri tidak pernah berpacaran lama , Andri sudah belajar banyak hal tentang perasaan wanita .
terlebih lagi adiknya yang mempunyai sifat tempramental, Wanita perlu suara lembut untuk menenangkan , Tatapan teduh untuk menjinakan, pelukan hangat untuk kenyamanan.
Sebenarnya itu semua hal mudah, hanya saja sulit jikalau tidak adanya komunikasi antara satu dengan yang lain, masing masing tidak akan pernah tau jika tidak ada yang ingin bertanya dan mengutarakan
.
__ADS_1
.
.