Suamiku

Suamiku
Part 66


__ADS_3

Senin Pagi


Indri Febri , Dipta sudah rapih dengan baju ala kantornya .


" Udah? gada yang ketinggalan kan? " Tanya Indri ketika hendak membuka pintu mobil


" Gada , Udahyu ", Ajak Dipta .


Indri menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang . karena kantornya lumayan dekat , jadi mereka masih bisa untuk pergi sarapan di depan kantor .


Sampai di Cafe Indri masuk dengan gaya elegant nya diikuti oleh Dipta , Febri .


Banyak sekali tatapan memuji dari kaum Pria , setelah hampir 2 minggu tidak bertemu dengan primadona kantor , kali ini mereka akhirnya bertemu lagi .


Tidak sedikit tatapan iri dari kaum wanita yang melihat mereka bertiga, karena berhasil mencuri perhatian.


Namun, hanya di cuekin saja toh mereka tidak mendengar secara langsung . Lain cerita kalau mereka berani ngomong yang tidak tidak dan itu dapat didengar oleh mereka sendiri


Saat sedang menunggu pesanan . Dosen tampan Trisakti Pak Raka, datang ke Cafe niat ingin sarapan malah bertemu dengan Primadona kampusnya .


" Selamat pagi Ndri... ", Sapa Raka


" Iya, Pagi pak " .


" Pagi pagi udah nongkrong disini aja . emangnya kalian engga kekantor? " .


Dipta berdecak sebal, dosennya ini buta atau apa . apa dia tidak lihat baju yang mereka kenakan . " Bapa disini ngapain? . Kok pagi pagi nongkrong disini bukannya ngajar di kampus " . Bukannya menjawab pertanyaan Dipta malah balik bertanya


" Saya mah lagi mau sarapan . Abis sarapan baru ngajar di kampus, Engga etis kalo ngajar dengan perut kosong . "


" Ya sama , saya juga disini lagi sarapan, emang bapa ga liat ya seragam yang saya pakai . " Ketus Dipta

__ADS_1


Raka menggaruk leher nya yang tidak gatal, Benar juga . lagi Raka tidak memperhatikan baju yang mereka kenakan , yang Raka perhatikan hanya wajah cantik Indri , Pujaan hatinya. " Yauda saya ikut gabung ya ". Ijin Raka


" Tanpa perlu ijin juga kan Bapak udah duduk disini dari tadi " . Ucap Febri


Indri masih sibuk dengan Handponenya , tidak memperdulikan sekitar.


" Kalian magang yang bener, kalau kalian gagal . kalian udah tau kan, bakal ngulang semester? " . Tanya Raka ketika mereka sedang makan


" Saya tau pak, lagian nih . kan bapak berteman baik dengan Pak Indra. tolong lah, jangan mempersulit saya sebagai anak magang. " Ucap Indri


" Loh, memang nya kenapa? "


" Saya disana hanya magang, tapi masa saya ditunjuk gantiin sekertaris nya dia yang lagi dinas si. Lagian dikantor nya itu banyak karyawan yang lebih berbobot dari saya, kenapa harus saya yang di pekerjakan . " Ucap Indri


Tanpa Mereka sadari, Indra sudah sedari tadi berada dibelakangnya Indri .


" Kalau kamu tidak suka dengan apa yang sudah saya tentukan , kamu bisa out dari perusahaan saya " . Ucap Indra dingin, dengan tatapan tajam yang menyipit


Jantung Indri serasa berdenyut dengan suara itu, tampak tidak asing . ketika Indri berbalik , disana sudah ada Indra yang berdiri dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku celana .


Tatapan dinginnya. mengubah atmosfer ruangan ini . Indri bukannya ciut, dia hanya saja enggan jika harus nantinya berbelit untuk mengulang semester .


" P....aa.....kk.. Ind....raaaa " . Ucap Dipta gugup, entah mengapa dirinya seakan ditampar dengan tatapan Indra yang dingin itu .


" Tenang aja, kalian gausa khawatir. Hari ini juga saya akan bikin surat mengeluarkan kamu dari kantor saya, dan kalian harus membayar denda yang sedari awal kita sepakti . "


Indri menggigit bibir bawahnya, tangannya meremas kuat. " Yauda Silahkan ! " Ucap Indri yang berhasil membuat jantung Indra hampir copot dari tempatnya . Wanita yang berada didepannya ini sungguh tidak kenal takut, atau bahkan dia meminta untuk tidak diperlakukan seperti itu . bukannya menolak , Indri malah bodoamat .


Dipta dan Febri segera menginjak Indri dengan sekuat tenaga sampai Indri menatap mereka tajam . " Jangan dong pak, saya minta maaf kalau ada kata dari kami yang bikin bapak engga suka . tapi jangan bikin kita ngulang semester dan banyar denda sama Bapak. " Ucap Febri memohon


Indri sudah meremas roknya , hendak memarahi sahabat nya itu yang sudah menjatuhkan harga diri mereka. Dipta yang menyadari itu dengan cepat menggeleng dengan mata yang sudah berkaca kaca

__ADS_1


", Shit! " Ucap Indri yang dapat didengar oleh Indra


" Tadi kamu bilang apa? "


Bukannya menjawab Indri malah membuang mukanya malas . Indra ingin sekali memaki wanita yang berada dihadapannya ini ,, tapi entah mengapa sebagian dari dirinya mendorong untuk menaklukkan wanita berhati dingin seperti Indri .


" Pak, Saya mohon jangan seperti itu . ", Ucap Febri lagi


" Baik, tapi ada syaratnya ".


Febri dan Dipta merasa lega ketika Indra sudah berucap seperti itu . " Apa? " Tanya Dipta


" Harus Indri sendirilah yang meminta maaf ke pada saya, dan dia harus tetap menjadi asisten pribadi saya ,sampai kalian selesai magang ! "


Indri menoleh, lalu berdecih . Ingin sekali Indri menembak kepala Pria yang berada di depannya ini . Sungguh sombong, dan arogan


Dipta dan Febri menghampiri Indri, memohon dengan dirinya. bagaimanapun nasib mereka ada ditangan Indri


Indri menatap lekat sahabatnya satu satu , jika Indri egois bagaimana nantinya kedua sahabatnya ini akan mendapar amukan dari keluarga mereka masing masing . Apalagi dengan Dipta, yang Bapa Tiri nya . Ngeselin tingkat dewa


Indri menghela nafas, mungkin kali ini dirinya harus bersabar, toh hanya 3 bulan lagi . dan setelah itu Indri enggan jika bertemu dengan Pria seperti Indra


" Saya mohon maaf pak atas apa yang saya ucapkan " . Ucap Indri tulus


Raka yang mendengar ucapannya itu sampai melongo tidak percaya , wanita se dingin dan seangkuh Indri bisa minta maaf, hanya karena kedua sahabatnya .


Indra mengangguk senang, dan dirinya akan bertekat kali ini untuk menaklukkan dingin nya Indri,


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2