
Sore Hari
Indri bangun dari tidurnya dan melihat Indra Sigit sedang berdiskusi .
" Sudah bangun? " . Tanya Indra
Indri mengangguk sebagai jawaban . Sigit melirik di arjoli tangannya . Sudah menunjukkan pukul 16.20 yang berarti 10 menit lagi sudah waktunya pulang kerja .
" Tunggu 10 menit lagi ya In . Nanti kita makan , aku yang teraktir deh " . Ucap Sigit
Indri patuh lalu segera pergi menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya agar lebih segar .
Sebenarnya Indri bukan tipikal yang gampang sakit kepala . Namun kali ini karena berurusan dengan Refa , Indri tidak dapat menggunakan kekerasan memendam emosi nya sekuat tenaga , jadinya mengakibatkan sakit dikepalanya .
" Sh**ttttttt ". Umpat Indri sambil menonjok dinding dengan sekuat tenaga menyalurkan rasa kesal nya yang sedari tadi ia tahan .
Meskipun tangannya merah dan sakit tapi Emosi yang ia pendam sudah mendingan berkat 4x kali menonjok dinding . dan anggap saja itu Refa .
Laki laki yang dulu sempat mengisi hatinya meskipun hanya sebentar dan tidak dipungkiri Refa merupakan cinta pertamanya dan juga Cinta yang mengkhianati nya .
__ADS_1
Itulah sebabnya Indri memberikan toleransi . Tapi ingat kesalahan dimaafkan hanya sebanyak 2x , Jika ada yang ketiga kalinya itu bukan lagi toleransi tapi itu akan menjadi tindakan .
Indri membasuh ulang wajah nya dengan kasar . mengambil sikat gigi baru . Menyisir ulang rambutnya lalu dibiarkan digerai karena sedikit basah . tidak lupa mengoleskan Lipstik . Merapihkan baju nya yang sedikit kusut , melepaskan Jas kantor nya yang berwarna Biru muda agar terlihat lebih Pas .
Indri keluar dari kamar mandi dengan keadaaan yang sudah segar , berbeda sekali dengan Indra dan Sigit yang penampilannya sudah kacau balau .
Jas yang sudah mereka lempar kesembarang arah , 2 kancing atas yang sudah dilepaskan dan dasi yang sudah miring serta rambut yang sedikit kusut . Tapi untung saja wajah kedua tampan jadi mau penampilan seperti apa tidak akan membuat keduanya jelek .
Indri terkekeh melihat mereka berdua . Indra dan Sigit mengernyitkan dahinya . " Kamu kenapa ketawa? " . Tanya Indra berdiri menyari Kemeja yang tadi ia lemparkan entah kemana .
" Udah yuk , Laper nih gue . kebanyakan mikir gue bisa botak " . Ajak sigit
Mereka berdua saling pandang . dan mengernyit tidak paham . Indri dengan gemas menarik kedua kedalam kamar mandi dan membiarkan keduanya berkaca .
ketika sudah berkaca mereka sedikit tersentak dengan penampilan mereka yang kusut dan acak acakan .
Indra berdecak . " Pantes diketawain sama dia , orang kita aja kaya gembel " . Ucap Indra
" Mana ada gembel setampan gue " . Kata Sigit
__ADS_1
Indra tidak menanggapi , dirinya sibuk sendiri membasuh muka , menyikat gigi lalu merapihkan rambutnya yang berantakan .
Karena kerjaan hari ini bisa di bilang sangat merepotkan , dan memusingkan . Bahkan mereka berdua belum dapat menemukan titik tepat nya .
Mereka sudah selesai merapihkan diri . Indri menghampiri keduanya . Memberika jas nya masing masing . Menilai penampilan mereka yang sudah jauh lebih segar .
" Udahkan , ayo " . Ajak Indri berjalan terlebih dahulu
Sigit dan Indra di buat melongo . " Ini yang bos lo atau dia dah Ndra? " . Tanya Sigit
Indra mengedikan bahunya . " Terkadang gue juga heran , kalo gue galak . dia lebih galak . Kalo gue dingin dia dinginnya kebangetan , dan yang seperti lo liat . Gue kadang suka heran, disini yang bosnya siapa " . Ucap Indra lesuh
Sigit tertawa kencang dibuatnya , mendengar keluhan sahabat nya . Kapan lagi Sigit melihat Indra menjadi kasihan seperti ini.
.
.
.
__ADS_1