
Dipta pulang kerumah dengan membawa mobil yang Indri siapkan ,
" Assalamualaikum " . Ucap Dipta
" Walaikum salam " . Jawab Orang rumah, Adik adik Dipta segera bergelayut manja . Dipta senang rindunya terobati
" Babeh, mana mah? " . Tanya Dipta
" Lagi keluar Ta " . Jawab Mama,
" Udah makan ka? ". Tanya Dini adik bontot beda ayah .
" Udah , "
" Kamu kemana aja sih ta , gapulang pulang , Babehmu marah besar loh " . Ucap Mama
" Aku kan tinggal bareng Indri mah, Aku juga kerja sekalian magang ".
Belum sempat mama menanggapi Kedatangan Babeh membuat pandangan mereka teralihkan.
Plaakkkkk.....Plaaakkkk.....
__ADS_1
Dua tamparan keras melayang dikedua pipi milik Dipta, Mama sontak menjerit
Dipta jatuh tersungkur
" Yaallah babeh, ada apasih. Kenapa begitu . Kamu gapapakan nak? " . Tanya mama menghampiri Dipta .
" Ini didikan kamu Buk! . Anak pembangkang, hidup cuma bikin malu orang tua , gapernah nyenengin , tau nya berkeliaran , Hidup sama orang. Dasar anak gatau diri. " Sungut babeh hendak melayangkan tampan berikutnya.
Namun naas mengenai Mama , Dipta yang melihat sontak naik pitam
" Cukup beh! Jangan sakitin mama , cukup Dipta yang selama ini jadi kekerasan buat babeh, jangan mama ! . Selama ini Dipta selalu ngelakuin apapun yang babeh inginkan, tapi selalu salah dimata babeh. Memang benar babeh yang udah nyekolahin Dipta , tapi asal Babeh inget , Babeh bukan Ayah Dipta! Kenapa babeh selalu ngehakimin Dipta, sedangkan anak kandung babeh sendiri gapernah babeh omelin apa lagi babeh pukul. apa salah Dipta , "
" Kamu itu anak gatau diri , Hidup cuma bikin orang tua malu, kenapa engga mati aja ".
Belum sempat melanjutkan omongan , Dipta ditampar untuk ke 4 kalinya, Sakit hati dan sakit di wajahnya sudah sangat terasa ,
" Cukup, kurang ajar kamu !! " .
" Stopp beh, stop!!! jangan sakitin anak saya! . meskipun dia bukan darah daging babeh, stop untuk selalu ringan tangan, selama ini saya diam karena menghargai babeh sebagai suami saya! . Tapi kenapa dimata babeh anak saya selalu salah . saya sabar, saya menghormati babeh, tapi apa yang saya dapatkan, saya jadi jauh dengan anak saya sendiri " .
" Kamu liat! kamu anak gatau diri yang bikin rumah tangga saya jadi hancur, karena kamu istri saya jadi pembangkang, " .
__ADS_1
" Istri babeh mamah saya, Mama kandung saya, Sekalipun Mama membela saya itu kewajiban, engga ada namanya mantan anak . Seandainya Ayah saya masih hidup , saya rasa mama saya tidak akan pernah merasakan hidup seperti ini. Apa babeh Fikir mama saya bahagia? selama ini saya tidak makan, ataupun makan hanya menggunakan garam berserta mama dan adik adik saya apa babeh perduli? . Engga! Semua uang babeh kasih ke anak kandung babeh yang bahkan gapernah menghormati mama saya sebagai ibu tirinya . ada saya ngeluh? ".
Babeh tidak menjawab, dia segera kekamar mengeluarkan semua isi baju Dipta dan melemparkannya ke jalanan.
Adik adik Dipta semua menangis, sakit melihat kakaknya selalu di perlakukan seperti itu.
" Pergi, saya tidak sudi mengurusi kamu lagi! dan jangan pernah bermimpi untuk bertemu dengan mama dan adik adik kamu. Saya sudah menganggap kamu mati didunia ini ".
Dipta menghapus air matanya, memeluk sang mama , menciumi , memanggil adik adik nya , mereka berpelukan .
Babeh yang melihat geram setengah mati, menarik Dipta kasar keluar rumah, lalu membanting Pintu.
Dipta tersenyum getir, suara tangisan nya sudah berubah menjadi tak bersuara. sesak didada nya, kebas di wajah sudah terasa.
Dipta memang selalu diperlakukan seperti itu selama ini, Sifatnya yang selalu centil dan blak blak an hanya sifat yang ia tampilkan , agar orang orang tidak tau betapa hancur hidupnya sendiri .
Dipta selalu heran, apa salah dia dimata ayah tirinya itu,
.
.
__ADS_1
.