
Setelah membantu menyusun acara kini semuanya pulang kerumah Indri, yang kebetulan memang dekat.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.15 sore. Mereka membawa mobil masing masing .
Indri berjalan terlebih dahulu memasuki pekarangan komplek rumah nya . Lalu memarkirkan mobil mereka di Halaman parkiran mobil .
Husen, Alfin, dan Bastian. Ternganga kagum dengan Rumah besar Indri .
" Ini rumah lo apa rumah siapa? " . Tanya Bastian.
" Rumah gue, " Jawab Indri masuk kedalam rumahnya, menyuruh seluruh temanya untuk duduk diruang tamu.
" Gue bertiga ke atas dulu ya , mau mandi " . Ucap Febri
" Kalian mandi bertiga? " . Tanya Alfin,
" Enggaklah, dikamar gue itu ada 3 kamar mandinya " . Jelas Dipta
" Gue kirain lo pada mandi barengan ".
" Eh Ndri, gue juga mau numpang mandi dong . Badan gue udah lengket banget . Panas panasan dari tadi " . Ucap Bastian
" Yaudah mandi aja, Pada bawa baju ganti kan? ". Tanya Indri
Mereka bertiga mengangguk . " Bawa didalam mobil " . Jawab mereka berbarengan
" Yaudah, disana kamar tamu . Pake aja, "
Setelah nya mereka naik keatas untuk mandi , begitu juga dengan laki laki .
Setelah selesai semua . Laki laki masih menunggu Indri dan yang lain, yang mandi saja mengalahkan waktu ketiganya ketika secara bergantian mandi.
" Buset, Lama banget lo " . Ucap Husen , ketika ketiganya sudah turun dari tangga .
__ADS_1
" Mandi gue lama lah, biar tambah cakep " . Jawab Febri
Andri datang setelah pulang dari Kantor sang Papah. Membuat laki laki disana heran dengan sosok Pria yang seenaknya menyelonong masuk .
" Siapa Ndri? " . Tanya Alfin,.
" Abang gue " . Jawab Indri
" Suami gue " Jawab Dipta
Semua orang disana memutar bola matanya malas . Apalagi ketika Dipta dengan centilnya menghampiri Andri,
" Abang baru pulang ? Capek engga? Mau aku pijitin? " . Tanya Dipta beruntun
" Capek si, tapi engga usah " . Tolak Andri halus .
" Abang tau engga, Aku dimusuhin tau sama mereka , " Adu Dipta menujuk ke 5 temannya yang sedang melihat' kearah Dipta dan Andri .
Andri menoleh tersenyum, menyapa tamu Indri, lalu tatapannya beralih ke arah gadis cantik salah satu sahabat adiknya
" Iya, kan tadinya aku punya cita cita jadi Model . terus gajadi " .
Indri dan yang lain heran dengan arah pembicaraan Dipta yang tidak masuk akal.
" Kok gitu? Emang jadi model kenapa?. Kan bagus, nantinya kamu terkenal dan banyak teman " .
" Aku engga mau yang seperti itu Bang . "
" Terus kamu maunya yang seperti apa? " .
" Aku maunya jadi istri abang aja . Jadi mulai sekarang Cita cita aku berubah menjadi Istri bang Andri. "
Andri terhenyak. mencerna segala percakapan mereka. Lalu menepuk jidatnya sendiri, Ternyata Andri telah digombali oleh Dipta.
__ADS_1
Dipta yang melihat reaksi Andri tampak tersenyum senang, dan dengan genitnya ia mengedipkan mata .
" Eh, Abang kok pake kacamata? " .
" Iya, Mata aku sedikit mines, karena kebanyakan natap komputer . Kenapa jelek ya? "
" Engga, malah ganteng . Dikaca abang aku juga jadi bisa ngaca. "
" Ohiya? ".
" Iya, Aku jadi bisa ngaca , kalo aku ini nantinya bakalan jadi ibu dari anak Bang Andri " .
Andri tertawa, 2x sudah dirinya digombali. dan bodohnya ia menanggapi ocehan Dipta.
" Bang ini berapa? " . Tanya Dipta sambil menujukan kelima jarinya.
" 5 " .
" Kalo ini? "
" 3 "
Dipta senang, seakan tidak percaya . " Wah keren banget bang " .
Andri menggeleng, Bangkit dari duduknya .
" Aku cuma minus Noy, bukan nya Buta ". Jawab Andri meninggal kan Dipta seorang diri .
Indri dan yang lain tertawa melihat wajah Dipta yang melas itu .
.
.
__ADS_1
.