Suamiku

Suamiku
Part 127


__ADS_3

Indri datang ke keruangan Indra yang dimana masih ada Andri disana, padahal sudah masuk jam istirahat ngapain pula abang nya ini disini,


" Ngapain disini bang? " Tanya Indri


Indra dan Andri tiba tiba menjadi gugup karena kedatangan Indri langkah kaki dan bunyi membuka pintu bahkan tidak terdengar sakin seriusnya mereka mengobrol,


" Kangen abang dek, kan udah lama juga ga liat kamu " .


Indri memutar bola matanya malas , " lebay banget, baru juga ga pulang 3 hari " .


Indra menginjakkan kaki nya ke kaki Andri, berisyarat agar Andri tidak berbicara masalah perjodohan nya itu di kantornya,


" Ya gapapa abang tunggu, mumpung lagi free juga " . Jawab Andri


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Pulang kerja, Andri , Indri, Febri, Dan Dipta pulang kerumah Indri,


" Kamu mandi dulu gih, ada yang mau Abang omongin penting, "

__ADS_1


Indri mengangguk, lalu berlalu kekamar disusul oleh Febri dan Dipta,


Andri juga naik ke dalam kamarnya untuk mandi agar nanti berdebat dengan Indri kepalanya sudah dingin ,


setelah selesai Mandi Andri turun, Rasa haus di dahaga nya tumben sekali bikin kering tenggorokan,


Andri membuka kulkas, dan tiba tiba saja dirinya menjerit jerit keras membuat Indri, Dipta, dan Febri kelabakan turun mendengar jeritan Andri yang sangat keras


" Ada apa bang? " . Tanya Indri, Febri dan Dipta bersamaan ,


Andri menunjuk ke arah tempat telur di dalam kulkas , " Abang rasa telur itu tumbuh bulu " . Ucap Andri bergidik ngeri dengan alis yang salin bertautan,


Indri menoleh lalu memutar bola matanya malas, begitu juga dengan Dipta dan Febri ,


Febri dan Dipta tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Indri, yang benar saja kiwi saja bang Andri kira telur yang berubah berbulu , benar benar orang kaya, buah seperti itu saja dia sangat heran,


" Masa sih bang sampe segitunya sama buah kiwi " . Tanya Dipta masih tidak berhenti tertawa , menyeka air mata yang mengalir di kelopak matanya , sakin lucu dengan reaksi Andri


" Bukan cuma itu, Bahkan dulu waktu Bang Andri nengokin gue di Inggris , gue kan makan tebu di kebun, Bang Andri teriak teriak sampe buat Grandpa sama Grandma gue kalang kabut , " Ucap Indri

__ADS_1


" Kenapa? " Tanya Febri


" Dia bilang, Dek jangan makan bambu seperti itu, itu sangat bahaya , "


" Yaallah bang emang bener ya, orang kaya seperti abang ini, gapernah susah, mungkin juga abang gapernah ngerasain yang namanya shampo abis terus diisi ulang sama air biasa " . ucap Dipta


Andri berlenggang duduk di Sofa keluarga " Kenapa harus seperti itu? apakah lebih enak jika shampo dikasih air biasa? "


Febri , Dipta tertawa terbahak-bahak ,


" Bukan cuma itu doang, lu bayangin ya dulu pas ada acara keluarga di Jerman, rambut bang Andri kan gondrong, Nah Papa gue itu marah marah suruh dia potong rambut, dan pada akhirnya , Papa nyuruh Penata rambut terkenal buat motong rambut Bang Andri, Dan apa yang kalian tau? , " Ucap Indri menjeda ucapannya membuat Febri dan Dipta menunggu


" Bang Andri malahan ngeluarin tangannya berbentuk batu, dan dia bilang , " Hahaha aku menang pah, aku mengeluarkan batu dan penata rias itu mengeluarkan gunting, jadi aku tidak akan di potong rambutnya , karena aku menang " . Ucap Indri melanjutkan ucapannya .


Febri dan Dipta kembali dibuat tertawa oleh cerita Indri, mereka bahkan memeluk perut nya sakit lucu akan cerita bang Andri,


Dibalik sifat kerennya ternyata Bang Andri mempunyai sisi yang sangat imut dan menggemaskan ,


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2