
Semua sedang duduk di ruang keluarga mengobrol ringan , dan bercanda.
" Jadi gimana ma . setuju ga kalo kinoy jadi mantu mama? "
" Mama ma tergantung Abang aja noy, "
" Kalo mama restuin pasti abang mau lah ma, makanya mama desak abang dong buat nikah sama kinoy "
" Gatau malu banget lo " Ucap Indri sembari menoyor kepala Dipta dengan keras
" Kebiasaan deh lo selalu gituin pala gue, lo mulai dari sekarang harus baik baik sama gue . Karena bentar lagi gue bakalan jadi empok Ipar lo " .
" Dih pede gila lo , cakep kali lo mau sama abang gue "
" Cakeplah, lo tau sendiri kan banyak banget yang ngejar ngejar gue di tempat Kuliah, "
" Iya gimana ga ngejar , celana orang lo kasih permen karet " . Ucap Febri
Dipta menyengir sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal . " Kebiasaan banget lo selalu jatuhin harga diri gue , "
" Kamu sejahil itu noy? " Tanya Andri yang sedari tadi hanya menyimak
" Engga sayang , itu Fitnah " Sangkal Dipta
" Sayang mata lo peang " , Ucap Indri
" Mana ada mata peang, " Decak Dipta
" Seandainya gue ada kesempatan buat ambil otak lo noy " . Ucap Febri
__ADS_1
" Kenapa? , Karena gue pintar kan nong? "
" Engga, Itu karena hanya 10% otak lo yang dipake "
" Ahnoongggggg " . Ucap Dipta melas manja
" Okeoke,, 10.1% "
" Yah sama aja , Males ah gue kalo bawa bawa otak . " ucap Dipta
Andri terkekeh geli dengan perdebatan mereka , Dan mama hanya mengedikan bahu nya dengan perdebatan konyol itu .
" Jadi gimana magang kalian? berakhir sampai kapan? . " Tanya Mama
" Bulan April ma " Jawab Indri dengan desahan nafas kasar .
" Kuliah kalian kapan kelar? .
Mama ber oh , lalu Kedatangan asisten rumah tangga keluarga Dawnson mengalihkan semuanya untuk segera keruang makan
" Bang An .. " Panggil Dipta ketika sudah mulai makan
" Hm? " Jawab Andri sambil melirik
" Makanan kesukaan Abang itu apasih? "
" Abang ga pernah milih milih makanan kok Noy, "
" Jadi pengen masakin buat abang "
__ADS_1
" Ceh... Kaya bisa masak ajalo , Pas lo masak Indo*** aja Mienya tumpah ke wastafel " . Sindir Indri
" Berisik lo, ga bisa banget gue lagi ngobrol hangat sama bang andri . "
" Kamu bisa masak apa emang? " Tanya Andri
" Saat ini si, belum bang . Tapi kalo bang Andri Ijinin aku bakalan belajar masak sama mama " .
Andri menangguk nganggukan kepala , sambil terus makan makananya .
" Bang Andri rahasia tampan bang Andri itu apasi? . Aku heran deh bang, kok bang Andri setampan ini " .
" Kenapa kamu heran noy, kamu liat dong mama nya seperti apa . Ya pastinya bibit nya bagus . Secara gitulo bibit yang mama punya unggul , buktinya Andri sama Indri cantik dan tampan " . Ucap mama bangga
Dipta berdecih . " Udah kaya bibit cabe . Pupuk nya pake T*i kambing apa sapi ma? "
Andri tersedak makananya karena ucapan Dipta . " Harus banget ya pupuknya pake kotoran? "
Mama tertawa kencang , " Ya engga pake pupuk itu juga noy, " Ucap mama ketika berhenti tertawa sambil menepuk nepuk pelan punggung Andri,
" Iyalah mama mah bibitnya unggul , emang nya lo pas lagi dibuat pupuknya pake t*i kebo! . Makanya muka lo mirip " . Ucap Febri
" Mirip kebo nong? " Tanya Indri
" Mirip T*i nya " . Jawab Febri lagi
Semua orang tertawa terbahak bahak melihat muka melas Dipta yang kali ini di ejek habis oleh teman temannya . Sampai air mata mereka keluar sangkin lucu melihat ekspresi cengok dan kesal yang Dipta keluarkan
.
__ADS_1
.
.