
Setelah acara minum teh tadi, Aku kembali mengerjakan pekerjaan yang terbengkalai sedari tadi, sementara Mas Jaya kembali ke ruangan Mbak Ratna.
Karena ulah nya hari ini pekerjaanku jadi banyak terbengkalai.
Lagi-lagi perutku berbunyi. Kulrik jam ditangan, sudah jam 3 sore, wajar aku merasa lapar.
Aku benar-benar lupa untuk makan. Akhirnya aku putuskan untuk pesan makanan. 15 menit kemudian makananku pun tiba.
Syukur nya aku sudah menyelesai kan makan pada saat Siska masuk dan lagi-lagi tanpa permisi.
" Laper juga lu, nggak sempat makan lu tadi." Ucapnya dengan pandangan merendahkan, sambil memberikan berkas dalam Map.
" kalau sudah tidak ada urusan, silahkan keluar." Ujarku tanpa melihatnya, dan melanjutkan pekerjaanku.
Bukan keluar dia malah duduk di kursi yang ada di dihadapanku.
Aku hanya meliriknya, yang duduk di depanku, setelah itu aku kembali menatap layar laptop.
Aku nggak menghiraukan dia ngomong apapun, saat ini aku hanya menganggap tidak ada orang didepaku.
Karena perlakuanku yang tidak menghiraukannya akhir nya dia menjadi emosi.
Dia berdiri dan hampir saja menamparku. Sebelum tangannya menyentuh pipiku, aku sudah menepisnya terlebih dahulu.
Segera aku berdiri, menghadap wanita yang ada dihadapanku.
"Aku sudah tau kau akan melakukan ini. Aku sekedar mengingatkan saja, kulitku terlalu mahal untuk bersentuhan dengan barang bekas seperti anda. Jangan hanya karena kamu keponakan dari Pak Wiratman wakil CEO di kantor ini kau bisa seenak hati memperlakukan orang lain.
Sebelum kau mengatakan aku wanita ******, seharusnya kau bercermin sudah berapa banyak pria yang tidur denganmu, dan sebelum aku lebih mempermalukanmu, kau lihat pintu itu? kuharap kau masih tau jalan keluar." Ucapku dengan penuh penekanan.
" Aku akan buat perhitungan dengan mu Zahra, apapun yang aku inginkan harus aku dapatkan." Ancamnya padaku.
"Milik orang lain bisa kau klaim itu punyamu, tapi bukan milikku. Bukan milik ZAHRA ANGGRAINI kau ingat nama ku baik-baik!"
Ucap ku dengan penekanan.
"Kau memang wanita brengsek Zahra!!" Geramnya sambil menunjuk wajahku.
Kulipat kedua tangan didada ku, dan berjalan mendekatinya. Kupandangi Siska dari atas sampai bawah.
" Aku sudah bilang, apapun yang kau katakan tentang diriku, aku tidak akan terpengaruh. Sampah selautan pun kau keluarkan dari mulutmu nggak akan membuatku goyah. Jadi percuma kau menggangguku, karena aku terlalu sibuk menikmati kebahagiaan hidupku, dan nggak akan pernah tertarik dengan kehidupanmu."
Sedikit ku sunggingkan senyum kepadanya.
Karena dia masih berdiri diruanganku, akhirnya aku berjalan ke depan pintu dan aku pun membukakan pintu untuk nya.
Akhirnya dia pergi dengan perasaan kekesalan.
"Huffft!! Dasar ulat pengganggu, nggak bisa kah kalian hari ini membuat hidup ku lebih baiiiikkk!!!!! aaaggghhh!!!!" Sangkin kesalnya aku ngedumel sendiri.
" Sabar ya nakkkkk maaf kalau mama, udah marah." sambilku usap lembut perutku.
Lalu melanjutkan kembali pekerjaanku.
******
( Didalam Ruangan Mbak Ratna)
"Aku tau Istrimu adalah wanita yang bisa menjaga martabatnya sebagai seorang wanita, dia wanita yang cerdas, dan tau memposisikan dirinya seperti apa. Kau bertemu dia dimana??" Ucap Ratna.
" Ketidak sengajaan. Ia berbeda dari wanita kebanyakan."
"Oke. Seusai rencana kita, besok akan kita umumkan pergantian Jabatan di perusahaan ini. Kau janji akan membereskan pengkhianat disini, jangan buat aku harus jatuh dua kali Heru."
" Aku nggak akan mengecewakan mu."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
(Flash Back ke Ruangan Zahra.)
"Sayang kita pulang yuk, udah jam 4 sore. " Ucap Mas Jaya.
__ADS_1
"Euuuggghhh!! Bisa nggak sih dua Makhluk ini nggak menggangguku sebentar saja Tuhannn. Kalau bukan wanita itu yang datang, pasti suamiku yang paling tampan yang penuh cinta ini yang datang." Rutukku dalam Hati.
Kulebarkan senyum padanya "Aku masih banyak pekerjaan sayang, lagi pula aku baru bisa pulang satu jam lagi."
Dia pun berjalan kearahku, merendahkan dirinya bertumpu dengan kedua lututnya. Di elusnya perutku.
" Sayang papa hari ini sehat-sehat aja kan Nakkk."
Sedikit geli, kurasakan pada saat dia menyentuh dan mengusap perutku. Tapi ya sudahlah, dari pada dia menggangguku.
Tangannya yang tadi mengelus perut ku, sudah mulai berpindah tempat.
" Masss..." Panggilku lembut pada Mas jaya.
"Heemmmm" Kurasakan wajahnya di usapkan ke punggungku.
" Sebentar lagi kita pulang ya. Biar aku kerjakan ini sebentar aja." Ucapku pelan, dan mulai merasa sirih dengan apa yang dia lakukan.
"Aku nggak mengganggumu, teruslah kerjakan pekerjaanmu. " Ucapnya dengan wajah masih berada dibelakang punggunggku, dan tangan yang sudah mulai bergrilya.
" Manja banget sih hari ini." Ucapku masih tersenyum meski hatiku sedang menahan rasa emosi.
" Wangi banget sih kamu hari ini." Ucapnya, sambil menggigit pelan punggungku.
Akhirnya emosiku sudah nggak bisa dibendung lagi.
Kursi yang kududuki, segera kuputar untuk menjauhkan wajahnya dari punggungku, dan menghadapnya.
"Masih kurang yang kuberikan tadi siang?" Dengan senyum mengembang menahan kekesalan.
" Sayang, pertanyaanmu kenapa horor begitu?, kenapa aku jadi takut ya"
Sedikit didorongnya kursi yangku duduki untuk menjauhi nya.
" Hari ini kau menggairah kan sekali sayang." Ku raih kedua kerah baju nya masih dengan senyum yang sama. Dan mengikuti pergerakannya untuk segera berdiri.
Di turunkannya tanganku yang memegang kerah bajunya lalu memegang tengkuknya, dan menjauhiku.
Di jatuh kannya pantatnya di sofa dengan ekspresi wajah menahan ketakukan sambil menatapku.
Aku yang udah geram terus berjalan mendekatinya.
" Sayang, jangan dekati aku, kau sangat menyeramkanku lihat."
"Kauuuu!!!! dari tadi udah kukatakan biarkan aku kerja dulu." Ucapku dengan geram sambil meremas dan menarik kuat-kuat kerah bajunya.
Lalu dia memelukku dan tertawa.
"Kenapa kau lakukan ini padaku Mas, berhentilah menjahiliku" Ucapku sambil menangis.
" Menangislah jika bisa melegakanmu" Dipererat pelukannya pelukannya padaku, dan menciumin wajah dan keningku.
🌹
🌹
🌹
Pagi-pagi sekali Mbak Ratna memintaku untuk memberi tahukan kepada seluruh staff kalau hari ini ada Meeting. Serta meminta jadwal meeting dengan klien untuk diundur.
Aku melakukan apa yang diminta Boss cantikku itu.
Dikarenakan pekerjaanku kemarin terbengkalai hari ini aku ke kantor jauh lebih cepat.
Kulihat beberapa karyawan sudah ada yang datang, dan seperti biasa wajah-wajah yang tidak bersahabat pun akan mengantarkan langkahku menuju ruanganku.
" Pagi Zahra, cantik sekali kau hari ini." Sapa Ika
" Wah, pagi juga, pagi sekali kau datang cantik." Balasku sambil tersenyum dan memeluknya.
" Bu Ratna memintaku untuk datang cepat dan meminta membantumu, satu lagi pesan beliau, Map Kuning yang beliau pernah titipkan padamu, hari ini beliau minta untuk di serahkan kepada CEO yang baru, jika beliau tidak sempat memberikannya sendiri." Ucap Ika memberitahu tentang pesan yang disampaika Mbak Ratna padanya.
__ADS_1
" Apa? CEO yang baru?" Tanyaku heran.
" Hari ini beliau akan mengumumkan pengganti beliau keseluh karyawan tepatnya Jam.9 pagi, setelah meeting nanti."
Kenapa tadi pagi waktu menelphonku tidak mengatakan apa yah. Tapi ya sudahlah.
Selesai meeting, di lantai dasar Mbak Ratna meminta semua staff untuk berkumpul, disitu beliau juga mengucapkan kata perpisahan, dan beliau juga mengatakan sudah saatnya perusahaan ini di pimpin oleh saudaranya.
Banyak yang heran kenapa keputusan ini secara tiba-tiba tidak ada pemberitahuan sama sekali, tapi beliau mengatakan ini sudah dibicarakan lama pada saudaranya, dan hari ini saudaranya setuju perusahaan ini dipimpinnya.
Sementara itu di depan loby sudah berhenti sebuah sedan hitam, seorang laki-laki berkemeja putih dengan dasi berwarna merah dan stelan Jas berwarna Navy serta berkaca mata hitam keluar dari mobil mewah tersebut.
Derap langkah suara sepatunya membuat mata berpaling kearahnya. Dengan senyum yang ramah Mbak Ratna menyambutnya, dan berdiri ditengah-tengah.
Dia memperkenalkan bahwa pria itu adalah saudaranya, dan dialah yang akan menggantikan Mbak Ratna.
Aku benar-benar tercengang melihat hal.yang terjadi dihadapanku.
Pria yang dua hari kemarin masih menjadi tamunya. Pria yang dua hari kemarin menggegerkan seisi kantor.
Dan pria yang dua hari kemarin melakukan pelecehan kepadaku. Tapi anehnya aku pun menikmatinya.😊😊
Pria itu yang akan menggantikan Mbak Ratna. Permainan gila macam apa ini. Bisik hatiku nggak percaya.
Setelah acara penyambutan itu selesai semua kembali beraktifitas. Dan aku pun kembali menuju ruanganku.
" Zahra, gue nggak nyangka kalau pria simpanan loe saudara Bu Ratna" Ucap ika.
Aku yang lagi minum jadi tersedak karena mendengar ucapannya.
" Lu tadi bilang apa? pria simpanan?" Ucapku memperjelas ucapan Ika.
" Lu kan bini orang, sementara lu mau aja jalan dan kencan ama dia."
Ucap Ika, dengan sedikit mencibirku.
" Karena dia laki gue makanya gue terima tantangan loe, kalau nggak ogah gue." Ucapku sambil begidik
Kali ini Ika yang menjadi kaget dengan apa yang kubilang.
" Zahra, lu kalo bo'ong nggak kira-kira amat sih." Makin besar matanya memelototiku.
" Udah ah, gue mau kerja. Susah untuk dijelaskan nggak tau harus mulai dari mana. Tapi preman pasar dan CEO barumu itu orang yang sama."
Tiba-tiba pintu ruangan
ku terbuka. CEO baru itu masuk ke dalam.
" Kalian digaji disini bukan untuk bergosip." Ucapnya dengan memandang aku dan ika secara bergantian.
Aku dan Ika segera berdiri seketika.
" Ada yang bisa kami bantu Pak?" Ucapku sambil menunduk kan kepala.
"Map yang didititipkan Bu Ratna tolong antarkan keruangan saya." Lalu dia keluar.
Belum lagi aku dan Ika duduk, lagi-lagi pintu ruanganku terbuka.
" Maaf Pak, saya akan... " Belum selesai aku meneruskan perkataanku dia sudah memotongnya.
"Saya kesini untuk bertemu dengan istri saya." Lalu dia mendekatiku mengecup kening ku, dan keluar lagi.
Ika yang melihat kejadian itu terdiam, dan menunjukkan wajah kebingungan.
"Zahra jadi dia benar suami mu?" Tanya Ika pelan.
"Hu'um" Jawabku.
"Iya, kau benar, sulit dijelaskan." Lalu dia duduk kembali dikursinya dengan expresi wajah yang menyimpan kebingungan.
Aku pun segera keluar untuk mengantarkan apa yang diminta oleh Mas Jaya.
__ADS_1