Suamiku

Suamiku
Part 65


__ADS_3

" Abang sampe kapan disini? " Tanya mama ketika sedang menyantap sarapan


" Akhir bulan abang pulang ma ke Jerman, abang disini ada perlu , mau bikin cabang di Jakarta . lagi tahap mencari orang orang yang berniat untuk bergabung " .


" Papah mau bertemu sama kamu Bang, Dek. ada yang mau papah omongin katanya sama kalian . bisa engga malam ini kalian pulang dulu kerumah? "


Andri memandang Indri, yang Andri dengar adik dan papah nya ini ada sedikit perselisihkan . Mungkin ini akan ia jadikan untuk menyatukan keduanya .


" Iya, nanti abang sama Adek pulang ma " .


Indri melotot kearah sang Abang, lalu di tanggapi cuek oleh Andri.


" Jangan pernah menghindari masalah dek, selagi kita mampu menyelesaikan nya . kita harus selesai kan . engga bagus kalau kita hidup dalam permusuhan, bagaimana juga itu orang tua kita . kesalahan apapun yang mereka lakukan , kita sebagai anak harus bisa memaafkan. sebelum terlambat ". Ucap Andri menasehati


Indri menangguk pasrah, menatap sang mama yang tersenyum . Biarlah, apapun yang terjadi nanti malam .


🌷🌷🌷🌷🌷


Kediaman Dawnson


Andri memarkir kan mobilnya di garasi, " Ayo turun dek. "


" Abang duluan aja . "


" Engga, abang masuk sama kamu . abang gamau kalau kamu nanti kabur "


Indri menghela nafasnya kasar . membuka sabuk pengaman lalu turun . Andri tersenyum , meskipun Indri keras, tapi hanya dengan kelembutan yang akan dirinya patuhi . dan beruntung nya Adiknya itu selalu menuruti apapun yang Abangnya suruh


Andri segera turun menyusul Indri, mereka masuk kedalam ruang keluarga , yang disana sudah ada mama dan papa . ", Assalamualaikum " Ucap Andri

__ADS_1


" Walaikum salam , " Jawab Papa, melirik ke arah suara , dan tersenyum ketika melihat anak anaknya sudah pulang . Papa bangkit memeluk Andri dan Indri secara bergantian


" Ayo, duduk dulu " Ajak mama


" Kamu pulang ga beri kabar sama papa bang " .


" Abang banyak banget kerjaan Pa. lagian kan papa juga baru pulang dari luar kota "


Papa dan Andri nampak sibuk dengan obrolan bisnis yang Andri akan jalani di Jakarta . Indri mengeluh pasrah, lalu mama mengajak nya untuk memasak makan malam . Mereka berdua masak didapur ,


" Papah , ada masalah apa sama Adek? " Tanya Andri


Papah menghela nafas lalu menceritakan kejadian yang waktu di Lestoran .


" Wanita itu, simpanan papa? " Tanya Andri yang sudah naik pitam rahangnya mengeras , pantas saja adiknya itu sampai marah besar


" Bukan bang, wanita itu sebenarnya mantan sekretaris papa . tapi dia menaruh harapan besar ke papa . dan dia malah melakukan segala cara untuk bisa bersama papa. "


" Semenjak kejadian itu , papa punya alasan untuk menyuruh nya jauh jauh dari papa, dan akhirnya diapun malu sendiri untuk mengganggu papa. "


Andri menghela nafas nya . " papa bagaimana jelasin ke Indri ? "


Papa mengusap wajahnya gusar, " Pikiran papa buntu, kamu tau sendiri kan hubungan kami baru dekat semenjak Grandpa dan Grandma kalian meninggal . Dan papa sudah menghancurkan hubungan itu, "


Belum sempat Andri menjawab, sang mama sudah memanggil manggil mereka


" Ayo, Bang Pah Kita makan malam . Mama sama Adek udah kelar masak "


Andri mengajak papa untuk ke ruang makan . Disana Indri dan mama sudah duduk . Mama menyendokkan nasi kepiring papa lalu kedua anaknya .

__ADS_1


" Hm, Enak. Siapani yang masak? " Puji Papa


Mama tersenyum. " Gadis kamu lah pa, "


" Makasih sayang makanan nya enak.",


Indri hanya diam tidak menjawab . Suasana tampak hening tidak ada yang memulai untuk berbicara . sungguh keadaan seperti ini membuat hati mama sangat sakit . Keluarga nya dari dulu tidak pernah selengkap ini . dan sekarang sekalinya lengkap banyak perselisihan .


Mama menitis kan air matanya diam diam . Andri yang menyadari itu dengan segera bangkit dari duduknya . " Ma . Are you oke? "


" Mama is very sad with circumstances like this ". Ucap Mama


Indri yang mendengar itu dengan segera memeluk sang Mama, " Maaf kalo kehadiran Indri buat mama sedih, lebih baik Indri pergi ma . Indri pamit ma ." Ucap Indri seraya ingin bangkit


Mama mendongakan kepalanya , menggeleng pelan sambil memegang pergelangan tangan Indri . " Please stay here "


Papa yang menyadari itu , dengan cepat memeluk Indri . Indri diam saja tidak berontak . dirinya takut akan melukai perasaan mamanya lagi .


" Tolong untuk maafin kesalahan papa sayang . Apa yang terjadi waktu itu hanya salah paham , papa mohon jangan seperti ini dek, papa ga bisa kalau kamu musuhin papa seperti ini . "


Indri berusaha sekuat tenaga untuk tidak menetes kan airmata . " Papa mohon, jangan marah lagi sama papa. Papa minta maaf sayang, tolong maafin papa " . Pinta papa dengan tulus dan meneteskan air matanya . Indri mencoba menatap mata papa nya , mencari celah dengan kebohongan . tapi nihil disana Indri hanya mendapatkan sorotan mata yang menandakan benar benar tulus meminta maaf .


Indri mengangguk pelan, tanpa ia sadari air mata yang sedari tadi ia tahan dengan sekuat tenaga ternyata turun juga . Beban yang selama ini ia simpan entah mengapa sirna ketika menatap manik mata sang papa . apa dirinya begitu egois, sampai sang papa yang terkenal arogan menangis hanya karena ingin dimaafkan oleh dirinya .


Mereka berempat saling berpelukan , Mengecup kedua wanita kesayangan nya . Saling berjanji untuk tidak menyakiti , Berharap keluarga mereka akan selalu damai tanpa adanya masalah.


Kekayaan bukan lah sumber kebahagiaan. namun kasih sayang keluarga lah yang menghasilkan kebahagiaan .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2