
" Abang sampe kapan disini? " Tanya mama ketika sedang menyantap sarapan
" Akhir bulan abang pulang ma ke Jerman, abang disini ada perlu , mau bikin cabang di Jakarta . lagi tahap mencari orang orang yang berniat untuk bergabung " .
" Papah mau bertemu sama kamu Bang, Dek. ada yang mau papah omongin katanya sama kalian . bisa engga malam ini kalian pulang dulu kerumah? "
Andri memandang Indri, yang Andri dengar adik dan papah nya ini ada sedikit perselisihkan . Mungkin ini akan ia jadikan untuk menyatukan keduanya .
" Iya, nanti abang sama Adek pulang ma " .
Indri melotot kearah sang Abang, lalu di tanggapi cuek oleh Andri.
" Jangan pernah menghindari masalah dek, selagi kita mampu menyelesaikan nya . kita harus selesai kan . engga bagus kalau kita hidup dalam permusuhan, bagaimana juga itu orang tua kita . kesalahan apapun yang mereka lakukan , kita sebagai anak harus bisa memaafkan. sebelum terlambat ". Ucap Andri menasehati
Indri menangguk pasrah, menatap sang mama yang tersenyum . Biarlah, apapun yang terjadi nanti malam .
🌷🌷🌷🌷🌷
Kediaman Dawnson
Andri memarkir kan mobilnya di garasi, " Ayo turun dek. "
" Abang duluan aja . "
" Engga, abang masuk sama kamu . abang gamau kalau kamu nanti kabur "
Indri menghela nafasnya kasar . membuka sabuk pengaman lalu turun . Andri tersenyum , meskipun Indri keras, tapi hanya dengan kelembutan yang akan dirinya patuhi . dan beruntung nya Adiknya itu selalu menuruti apapun yang Abangnya suruh
Andri segera turun menyusul Indri, mereka masuk kedalam ruang keluarga , yang disana sudah ada mama dan papa . ", Assalamualaikum " Ucap Andri
__ADS_1
" Walaikum salam , " Jawab Papa, melirik ke arah suara , dan tersenyum ketika melihat anak anaknya sudah pulang . Papa bangkit memeluk Andri dan Indri secara bergantian
" Ayo, duduk dulu " Ajak mama
" Kamu pulang ga beri kabar sama papa bang " .
" Abang banyak banget kerjaan Pa. lagian kan papa juga baru pulang dari luar kota "
Papa dan Andri nampak sibuk dengan obrolan bisnis yang Andri akan jalani di Jakarta . Indri mengeluh pasrah, lalu mama mengajak nya untuk memasak makan malam . Mereka berdua masak didapur ,
" Papah , ada masalah apa sama Adek? " Tanya Andri
Papah menghela nafas lalu menceritakan kejadian yang waktu di Lestoran .
" Wanita itu, simpanan papa? " Tanya Andri yang sudah naik pitam rahangnya mengeras , pantas saja adiknya itu sampai marah besar
" Bukan bang, wanita itu sebenarnya mantan sekretaris papa . tapi dia menaruh harapan besar ke papa . dan dia malah melakukan segala cara untuk bisa bersama papa. "
" Semenjak kejadian itu , papa punya alasan untuk menyuruh nya jauh jauh dari papa, dan akhirnya diapun malu sendiri untuk mengganggu papa. "
Andri menghela nafas nya . " papa bagaimana jelasin ke Indri ? "
Papa mengusap wajahnya gusar, " Pikiran papa buntu, kamu tau sendiri kan hubungan kami baru dekat semenjak Grandpa dan Grandma kalian meninggal . Dan papa sudah menghancurkan hubungan itu, "
Belum sempat Andri menjawab, sang mama sudah memanggil manggil mereka
" Ayo, Bang Pah Kita makan malam . Mama sama Adek udah kelar masak "
Andri mengajak papa untuk ke ruang makan . Disana Indri dan mama sudah duduk . Mama menyendokkan nasi kepiring papa lalu kedua anaknya .
__ADS_1
" Hm, Enak. Siapani yang masak? " Puji Papa
Mama tersenyum. " Gadis kamu lah pa, "
" Makasih sayang makanan nya enak.",
Indri hanya diam tidak menjawab . Suasana tampak hening tidak ada yang memulai untuk berbicara . sungguh keadaan seperti ini membuat hati mama sangat sakit . Keluarga nya dari dulu tidak pernah selengkap ini . dan sekarang sekalinya lengkap banyak perselisihan .
Mama menitis kan air matanya diam diam . Andri yang menyadari itu dengan segera bangkit dari duduknya . " Ma . Are you oke? "
" Mama is very sad with circumstances like this ". Ucap Mama
Indri yang mendengar itu dengan segera memeluk sang Mama, " Maaf kalo kehadiran Indri buat mama sedih, lebih baik Indri pergi ma . Indri pamit ma ." Ucap Indri seraya ingin bangkit
Mama mendongakan kepalanya , menggeleng pelan sambil memegang pergelangan tangan Indri . " Please stay here "
Papa yang menyadari itu , dengan cepat memeluk Indri . Indri diam saja tidak berontak . dirinya takut akan melukai perasaan mamanya lagi .
" Tolong untuk maafin kesalahan papa sayang . Apa yang terjadi waktu itu hanya salah paham , papa mohon jangan seperti ini dek, papa ga bisa kalau kamu musuhin papa seperti ini . "
Indri berusaha sekuat tenaga untuk tidak menetes kan airmata . " Papa mohon, jangan marah lagi sama papa. Papa minta maaf sayang, tolong maafin papa " . Pinta papa dengan tulus dan meneteskan air matanya . Indri mencoba menatap mata papa nya , mencari celah dengan kebohongan . tapi nihil disana Indri hanya mendapatkan sorotan mata yang menandakan benar benar tulus meminta maaf .
Indri mengangguk pelan, tanpa ia sadari air mata yang sedari tadi ia tahan dengan sekuat tenaga ternyata turun juga . Beban yang selama ini ia simpan entah mengapa sirna ketika menatap manik mata sang papa . apa dirinya begitu egois, sampai sang papa yang terkenal arogan menangis hanya karena ingin dimaafkan oleh dirinya .
Mereka berempat saling berpelukan , Mengecup kedua wanita kesayangan nya . Saling berjanji untuk tidak menyakiti , Berharap keluarga mereka akan selalu damai tanpa adanya masalah.
Kekayaan bukan lah sumber kebahagiaan. namun kasih sayang keluarga lah yang menghasilkan kebahagiaan .
.
__ADS_1
.
.