
Hari keberangkatan ke Jepang
Indri sudah sibuk sedari pagi untuk menyiapkan dokumen , dan memastikan tidak akan terjadi masalah .
Indra pun sudah menghadiri rapat yang sekira nya penting . karena dia akan pergi selama 3 hari dan akan berangkat jam 1 siang menggunakan pesawat keluarga Dinata.
Indra menghela nafas nya kasar ketika sampai dikursi kebesaran . Jadwal yang padat membuat nya begitu penat dan pusing .
" Makan siang dulu pak, biar nanti kita bisa berangkat dengan keadaan kenyang " .
Indra melirik suara Indri . " Yaudah kamu tolong pesenin makanan ya , kamu juga temenin saya makan disini . kalau keluar lagi saya malas " .
Indri menghela nafas , betul juga . Masih ada sedikit lagi dokumen yang harus dia pastikan . Indri menelfon OB untuk membawakan makanan keruangan Indra . lalu mengabari kedua sahabatnya untuk makan duluan saja karena dirinya tidak dapat makan bersama .
Sekitar 10 menit, makanan yang dipesan datang . Indri dan Indra bergantian mencuci tangan meskipun makan menggunakan sendok namun kebersihan tetap harus terjaga . apalagi dengan keadaan yang saat ini sedang terjadi , Virus Corona membuat semua kalangan masyarakat harus wanti wanti menjaga kebersihan dan stamina tubuh masing masing .
Mereka makan dengan lahap tidak ada obrolan , hanya terdengar pantulan sendok dan garpu .
" Sudah beres semua kan? " . Tanya Indra memastikan , ketika mereka selesai makan siang
" Sudah, tinggal berangkat nya aja . Dan Bang Andri engga ikut karena ada sedikit masalah yang harus ditangani . ", Jelas Indri.
Indra sudah tau karena sahabatnya itu tadi menyempatkan untuk memberikan kabar.
" Dan ini dokumen yang tadi pagi Bang Andri kasih ke saya . udah saya baca juga , coba bapak periksa " . Ucap Indri sambil menyodorkan dokumen terakhir yang harus Indra baca
" Oke, Saya sudah udah atur semua . Penginapan untuk kita sudah saya atur juga , Sudah kamu tinggal bereskan perlengkapan kamu . Tolong masuki ke dalam mobil saya , "
Indri mengangguk lalu segera pergi menuju mobil yang tadi dia bawa beserta teman temannya . Untung saja dirinya hanya membawa beberapa Style baju , jadi tidak begitu merepotkan .
Sedangkan Indra membereskan dokumen memastikan segala keperluan . Karena bisnis kali ini terhitung sangat penting .
Indra turun membawa tas berupa laptop , dan langsung menuju keparkiran yang dimana sudah ada Indri didalam mobil.
" Udah semua? " . Tanya Indra
" Udah, "
Mereka segera menuju Bandara .
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sampainya di Jepang ,
Mereka segera bergegas ke Hotel . Membereskan perlengkapan . Karena besok pagi akan menuju ke Perusahaan Andri yang dipimpin langsung oleh Sigit sebagai penanggung Jawab.
Indri membersihkan dirinya dikamar mandi, dan Handphone yang berada di nakas membuat Indri dengan segera mengangkat
" Halo.. Pak Indra , Ada apa? " .
" Makan malam bersama saya, Saya tunggu di Loby 5 menit lagi " .
Indri berdecak sebal, baru saja kelar mandi sudah ditunggu . " Ya. " Jawab Indri singkat lalu mematikan sambungan telepon
Indri berjalan ke arah lemari, Mengeluarkan Celana Jeans dan Baju Merah Maron tanpa lengan . Menyisir rambutnya yang basah dan dibiarkan tergerai Indah tidak lupa mengoleskan Lipstik agar bibirnya tidak kering atau pucat .
Indra yang sudah duduk menunggu melihat penampilan Casual Indri dibuat terpaku . Rambut yang tergerai Indah dipadukan dengan Style malam ini sungguh cantik yang tidak dibuat buat , apa lagi dengan Kulit bersih Indri . Hidung mancung dan bibir yang di oleskan Lipstik berwarna Pink muda sangat cocok dan bahkan terlihat seperti anak SMK .
Sebenarnya banyak sekali wanita cantik yang sudah Indra lihat, bahkan lebih cantik tapi entah mengapa kecantikan Indri sedikit berbeda dengan aura yang dipancarkan. Tidak seperti wanita pada umumnya . Wanita yang kecentilan ketika melihat pria tampan apalagi kaya .
Indri sendiri bahkan tidak berniat untuk sekedar manis ke pada mereka .
" Udah pak , ayo " . Ajak Indri yang membuyarkan lamunan Indra
🌷🌷🌷🌷🌷
Restoran
Mereka makan malam dengan sangat sunyi seperti biasanya . Indra sendiri heran harus bersikap seperti apa agar suasana tidak se awkard ini . ketika ditanya Indri selalu menjawab seadanya atau bahkan tidak pernah bertanya balik. Indra penasaran apakah Indri ini mempunyai sosok pacar sehingga dirinya begitu menjaga perasaan orang tersebut.
Indra sering sekali bercermin dan menatap dirinya , Bahkan dia melihat dia Ini sangat tampan . Bahkan Artis Artis Korea saja lewat darinya . Apa lagi kurang nya dia , Indri bahkan enggan menatap atau bersikap manis sedikit . " Wanita dingin ". Gumam Indra sambil memperhatikan Indri dari seberang.
" Kita kan lagi ga jam kerja kantor, bersikap lah santai saja dengan saya . " Ucap Indra
" Memangnya saya kaku? ". Jawab Indri melirik .
" Iya, Apakah saya tidak asik? Bahkan Kamu tidak berbicara kalau bukan masalah pekerjaan ".
Indri menyeka bibirnya menggunakan tissue . " apakah penting? " .
__ADS_1
" Yatuhan . Wanita ini " . Batin Indra berteriak
" Saya penasaran, Apakah kamu punya pacar? "
" Tidak, "
" Mantan? "
" Pernah ada , tapi saya tidak pernah menganggapnya "
" Lalu mengapa kau pacari? "
" Bermain main saja . "
Indra cukup penasaran dengan mantan Indri, apakah Indri bersikap sedingin ini ketika bersama pacarnya
" Apakah sikap mu selalu seperti ini jika bersama pacar mu? "
", Saya bahkan tidak pernah kencan berdua, sudah saya katakan jika hubungan saya dan dia dimasa lalu hanya bermain main saja . Lagi pula dia tidak pantas saya katakan mantan kekasih, karena dia tidak layak untuk itu " .
Indra meringis kasihan sekali mantan kekasih nya itu . Diam diam Indra tertawa .
" Kenapa bapak tertawa? " .
" Tidak, Oh jangan pernah panggil saya dengan sebutan bapak jika tidak berada di dalam lingkungan kantor atau pekerjaan , saya belum tua . dan lagi saya ini pria lajang . "
Indri tertawa , Pria ini apakah tidak tahu umur bahkan mereka terpaut usia 6 tahun . dengan Abang nya saja lebih tua Indra.
" Panggil saya Indra , "
" Maaf itu tidak sopan "
" Abang, Mas atau semacamnya boleh, tapi tidak dengan Pak ."
" Itu menggelikan jika kamu saya panggil Mas " . Jawab Indri tertawa
Kini suasana sudah mulai mencair mereka tertawa . dan akhirnya keputusan memanggil Indra dengan sebutan abang .
.
__ADS_1
.
.