Suamiku

Suamiku
Part 69


__ADS_3

Mereka masih betah dengan posisi duduk yang berada di Kantin Khusus Atasan, padahal jam makan siang sudah lewat .


Sebenarnya Dipta dan Febri sudah hendak pamit , tapi Bunda melarang dengan alasan berbagai macam .


Tentu saja mereka senang, karena adanya Bunda jadinya mereka tidak perlu pusing dengan pekerjaan yang ada .


Bunda Febri , Indri , dan Dipta sangat asik mengobrol tentang Fashion keluaran terbaru merek merek terkenal . Namanya perempuan tentu saja mereka semua sangat senang dengan Hal berbelanja .


" Bunda , sekarang lagi sibuk apanih? " . Tanya Febri


" Ah, Bunda lagi sibuk pengen ngeluarin Skin care nih Feb, Doain ya semoga usaha Bunda kali ini lancar . Sebenernya Skin Care ini sudah cukup terkenal di Inggris tapi Bunda niat buat promosiin di Indonesia . "


" Wah Bunda keren banget, kalo gitu aku mulai sekarang boleh ga pakai produk Bunda? . Kebetulan aku kan Model siapa tau bisa bantu Bunda Promosiin " . Ucap Dipta


Bunda senang dengan Ucapan Dipta yang ingin membantu memperkembangkan Usaha nya ini . " Tentu, kalau kamu berhasil Bunda akan kasih kamu hadiah " .


" Dih, Kok Kinoy aja Bund, aku engga gituya? " . Tanya Febri sok marah


Bunda terkekeh geli , " Ya enggak dong, tentunya kalian semua akan Bunda beri hadiah kalau sampai Usaha Bunda ini berhasil . "

__ADS_1


Febri tersenyum senang memeletkan lidahnya ke arah Dipta, " Selamat berjuang untuk model , sedangkan gue nerima hadiahnya aja " . Ledek Febri


Dipta berdecak sebal . " Engga adil ah Bunda, aku yang Promosiin masa Mereka berdua juga dapet hadiah . "


" Tenang aja, Bunda kasih kamu hadiah lebih special kok sayang "


Bunda melirik ke arah Indri yang sedari tadi hanya menyimak . Sebenarnya Bunda sangat menyayangi Indri karena sifatnya yang kalem persis seperti dirinya masih muda dulu . Wajahnya yang Cantik namun terkesan Jutek membawa aura pribadi dan kesan sendiri yang membuat Bunda lebih tertarik dengan Indri .


Meskipun Bunda baru bertemu mereka semua , tapi Bunda menyayangi mereka semua seperti anaknya sendiri .


" Kalau seperti ini Bunda merasa seperti punya anak gadis , Bunda seneng banget Tuhan bisa mempertemukan Bunda dengan kalian . " Ucap Bunda tulus sambil memperhatikan mereka satu persatu


Mereka tersenyum hangat ke arah Bunda , Mereka juga sama menyayangi sosok Bunda Lela , Meskipun baru bertemu, Kasih sayang dan kehangatan Bunda Lela membuat mereka nyaman .


" Punya dong, Dulu Bunda itu punya sahabat yang deketnya kaya kalian gini , tapi umur kita terlampau jauh, Usia kita berbeda sekitar 10 tahun . "


" Wah... kenalin dong Bun " .


Bunda menampilkan mimik sedih ketika ditanya sosok sahabat nya itu . " Dia sudah Almarhum, " Ucap Bunda sedih .

__ADS_1


" Kami berteman karena satu lingkungan, Bahkan kami dulu sering menonton Film Titanic sampai berulang ulang . Film itu adalah kesukaan Film kami berdua . Tapi semenjak dia memutuskan untuk membangun usaha Di Indonesia kami berpisah . Dulu kami pernah saling berjanji untuk saling menjodohkan keturunan dan dia sangat setuju, "..


Indri tertarik dengan cerita Bunda Lela, " Lalu? apakah sudah kalian jodohkan keturunan Bunda dan sahabat Bunda itu? "


Bunda menghela nafasnya panjang . " Belum, Bahkan yang Bunda dengar dia sudah mempunyai cucu . dia mempunyai 1 anak perempuan dan 1 anak laki laki . Dulu Bunda telat menikah karena Bunda terlalu gila dengan Karir , makanya Bunda menikah Usia 35 tahun, sedangkan dia menikah di usia 20 tahun . Persahabatan kami bagaikan Saudara kandung , Dia selalu menjaga Bunda bagaikan adiknya . "


Suasana tampak mengharukan apalagi terdengar suara bergetar dari mulut Bunda lela, Wanita Paruh baya yang masih sangat cantik . Memang benar uang dapat merubah seseorang . Padahal Diumurnya yang hampir menginjak kepala 6 , Bunda Lela terlihat seperti wanita usia 40 tahun .


Kalau Bunda tidak memperlihatkan Identitas nya mereka tidak akan percaya dengan umur Bunda yang sebenarnya .


Dipta berdehem . " Kita juga sering Bunda nonton Film Titanic , Itu Film kesukaan Indri, Bahkan Jika kita lagi gada kerjaan, pasti kita nonton Film itu . "


Bunda Berbinar, " Benarkah? "


Mereka mengangguk . " Bagaimana kalau nanti malam kita nonton itu? " . Ajak Bunda . Mereka setuju dengan usulan Bunda


" Nontonnya dirumah aku aja Bun, biar sekalian Bunda tau Rumah aku " . Ucap Indri


.

__ADS_1


.


...


__ADS_2