Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Bersekutu


__ADS_3

Seho kaget ketika mengetahui siapa yang sudah berhasil menggagalkan serangannya. Dia adalah Diana, gadis cantik yang telah mempecundanginya dua kali, walaupun yang pertama adalah murid-muridnya, namun ketika di Kota S, dia sendiri yang dipecundangi.


"Kamu lagi! Kenapa kamu ikut campur urusanku?" Tanya Seho yang masih berujud makhluk jelek dan seram.


"Aku ikut campur? Dua kali kamu berusaha membunuhku. Dan aku belum sempat membalasmu kamu selalu kabur. Jika kamu memang berani, bertarunglah denganku sampai mati! Jangan kabur lagi!" Jawab Diana.


Tentu saja itu membuat para guru terkejut. Membunuh Diana? Apa urusannya?


"Dengar kalian semua!" Teriak Diana lalu menoleh ke arah para guru.


"Guru Seho beberapa waktu lalu mengutus murid-muridnya untuk membunuhku atas perintah dari Rocky, si mafia pecundang. Namun gagal. Lalu yang kedua kalinya, dia sendiri yang mencegatku dan berusaha membunuhku bersama murid-muridnya. Tapi gagal juga dan berhasil kabur. Lalu sekarang dia mencuri pedang dari Goa Kematian dan membuat pemiliknya marah dan akan memerangi bangsa manusia." Diana menghela nafas.


"Dia yang berulah orang lain yang harus menanggung akibatnya. Itu adalah pecundang!" Lanjut Diana.


"Kamu terlalu banyak omong! Sekarang aku memiliki pedang api, dan aku tidak akan bisa mati! Hahahaha!" Teriak Seho.


Lalu dia mulai maju untuk meyerang Diana. Walaupun kekuatan Diana jauh di atas Guru Seho, namun dengan adanya pedang api, Diana tentu harus lebih waspada.


Diana pun maju, kedua orang iti terlibat pertarungan tingkat tinggi. Beberapa kali pedang beradu dan Seho beberapa kali juga terpental, namun dia kembali maju dan menyerang. Sampai dua jam pertarungan berlangsung, kejadiannya selalu sama. Pedang kilat juga tidak bisa menembus kulit Seho. Dan itu membuat Diana heran. Bagaimana bisa pedang kilat tidak bisa menembus kulit Seho?


Diana terus berpikir bagaimana bisa menghabisi Seho. Namun setrlah berulangkali serangannya selelu gagal. Seho sudah menjadi sama seperti makhluk-makhluk tadi malam.

__ADS_1


"Hahahaha! Kamu tidak akan bisa membunuhku! Hahahahaha!" Seho terus mengejek Diana.


Diana masih penasaran dan kembali menyerng Seho. Kali ini dia alirkan tenaga dalamnya ke pedang dan tangan kanan yang memegang pedang kilat. Pedang itu sekarang mengeluarkan kilatan seperti kilatan petir yang menyambar.


Diana melempar pedang itu ke arah Seho. Saat berikutnya, kilatan-kilatan itu menyambar ke arah Seho, sedangkan pedang kilat itu berputar-putar di udara mengelilingi Seho.


"Ah!"


Seho berteriak kesakitan.


Dari kilatan-kilatan yang menyerang ke tubuh Seho, Seho pun merasa kesakitan. Diana heran dengan kejadian itu. Namun Diana lengah, tiba-tiba tubuh Seho menghilang. Diana tidak sempat mengetahui Seho pergi ke arah mana. Diana kecewa karena sudah dua kali Seho berhasil kabur darinya.


Pedang Kilat sudah kembali ke tangan Diana. Diana pun memasukkannya dalam rangkanya. Lalu dia berbalik ke arah para guru, Karmen yang berdiri tak jauh dari sana segera mendekat lalu menyerahkan sebuah pedang pada Diana. Itu adalah pedang yang dibawa Seho hari itu untuk membunuh Diana.


"Nona, itu adalah pedang milik guru kami. Pedang itu hilang sekitar sepuluh hari lalu. Dan kami memang menyangka itu adalah ulah Guru Seho. Namun kami tidak menyangka jika pedang itu akan dia gunakan untuk membunuhmu. Kami tidak terkait dengan tindakan Guru Seho. Bahkan Guru Galuh juga belum kembali sampai hari ini. Kabarnya dia waktu itu akan menemui Raja Naga di Malaka." Yang bicara adalah Guru Nang.


"Baiklah, Guru Seho berasal dari perguruan ini, sedikit banyak perguruan kalian juga punya tanggung jawab dengan apa yang telah dilakukan oleh Seho." Kata Diana.


"Nona, apa maksudmu?" Tanya Guru Lin.


"Seho telah mencuri pedang api di Goa Kematian. Itu telah membuat marah makhluk yang mirip Seho tadi. Sepuluh hari ke depan mereka akan menyerang bangsa manusia, dimulai dari Desa Wisata di pantai selatan. Aku ingin kalian membantuku berperang melawan mereka jika memang kalian mau. Tapi jika tidak, maka kami hanya bertiga saja menghadapi ribuan monster seperti tadi. Aku juga akan minta bantuan dari tentara dan polisi. Jika memang mau, silahkan datang sebelum waktu yang ditentukan. Kemungkinan besar Seho akan bersekutu dengan makhluk-makhluk itu untuk melawan bangsa manusia. Dia sangat terobsesi untuk membunuhku." Jelas Diana.

__ADS_1


Para guru saling berpandangan, mereka tidak tahu apakah harus mengambil keputusan sekarang atau nanti. Mereka benar-benar tidak bisa berpikir jernih.


Jika ada Guru Gsluh, tentu saja dia akan lebih cepat memutuskan.


"Nona, bisakah Anda menunggu beberapa jam? Kami akan berunding dulu dengan semua guru dan semua murid." Kata Guru Nang.


"Baik, aku akan menunggu. Ini pedang milik kalian, silahkan ambil dan simpan kembali. Aku berharap kalian akan membantuku, itu penting, karena jika mereka menang, tentu saja mereka akan memperbudak bangsa manusia. Mereka sangat kuat dan tidak bisa mati, namun kata temanku, ada seorang Raja bernama Raja Naga yang bisa mengalahkan mereka. Namun, itu bagiku mustahil. Lebih baik melawan mereka dulu. Menang dan kalah tinggal lihat nanti saja." Kata Diana.


Para guru mengangguk-angguk mengerti. Akhirnya mereka pergi dari sana ke halaman belakang yang luas. Sebuah sirine berbunyi seperti memanggil tentara yang hendak maju berperang.


Saat itu waktu istirahat, dan murid-murid dari segala barak keluar ke halaman dan berbaris rapi. Mereka peaasaran. Tidak biasanya para guru memanggil mereka dengan sirine.


Sementara Karmen dan Diana berada di teras belakang dan sedang minum teh yang telah disajikan pada mereka oleh pelayan. Keduanya berharal mendapat bantuan dari Paser Maut. Setidaknya mereka akan melawan makhluk-makhluk jelek yang akan melawan mereka menang atau kalah


******


Sementara di Kota M, berita tentang perang dengan makhluk-makhluk hitam berbulu sudah menyebar. Entah siapa yang menyebar, namun, di grup-grup media sosial sedang ramai memperbincangkan perihal serangan ratusan makhluk dari alam lain. Dalam beberapa unggahan video, terlihat sesosok makhluk sedang berbicara dengan seorang nenek tua, dua orang gadis dan seorang pemuda berambut panjang.


Unggahan-unggahan itu tentu saja menjadi viral dan langsung tersebar ke grup-grup chat di Kota M. Dan, semua itu telah menarik perhatian wartawan. Farel yang tahu akan hal itu akhirnya bertindak, dia mencegah agar video-video itu tidak tersebar lebih luas lagi, maka dengan kemampuannya dan anak buahnya, dia memerintahkan segera meretas akun-akun yang mengunggah video dan gambar dan segera menghapusnya.


Akhirnya kehebohan itu terhenti, namun pembicaraan mereka tentang ancaman makhluk dari dunia lain terus saja bergulir. Walaupun begitu, Farel tidak mungkin membuat berita lainnya bahwa itu adalah hoaks, karena dia takut penyebar video dan foto akan ditangkap oleh polisi. Dan akhirnya dia hanya menghapus saja dan memerintahkan anak buahnya untuk terus memantau di media sosial.

__ADS_1


Sementara delapan orang semuanya telah dioperasi. Dan mereka sudah terbebas dari bom.


Ponsel Farel berdering, itu adalah Diana.


__ADS_2