Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Tiga Restoran Pulau Dom


__ADS_3

Keesokan hari, Pulau Dom tampak meriah, orang-orang tampak berada di jalanan dengan pakaian olahraga. Ya, hari ini adalah hari minggu. Perusahaan libur akhir pekan. Waktu ini digunakan oleh karyawan untuk menikmati udara pagi di pulau.


Diana, Karmen dan Dara juga ikut-ikutan berada di jalan sambil memakai pakaian jalan-jalan. Rupanya memang di kompleks perumahan karyawan ada tanah lapang yang cukup luas. Di pinggir tanah lapang, ada beberapa restoran yangterlihat tidak biasa.


Ada tiga restoran yang ada di sana. Restoran-restoran itu berbeda satu sama lain. Ada satu restoran yang besar dan bisa muat sampai ratusan orang, sementara dua lainnya hanya muat puluhan orang saja. Karmen dan Diana agak heran dengan tiga restoran itu. Kenapa bisa ada tiga restoran yang berdekatan tetapi beda dalam ukuran?


"Kapten!" Teriak Diana saat melihat Kapten Johnson juga ada di sana dan tidak jauh dari mereka. Diana melambaikan tangan pada Johnson, menyuruhnya datang.


Johnson yang sedang joging akhirnya berlari ke arah Diana. "Nona memanggilku?" Tanya Johnson setelah membungkuk hormat.


"Iya, aku mau tanya, ada tiga restoran, tetapi kenapa yang dua itu ukurannya kecil? Dan kenapa saling berdekatan? Tapi aku lihat, yang dua itu lumayan mewah." Tanya Diana.


"Benar, Nona, yang ukuran besar dan bisa melayani ratusan orang itu memang dikhususkan untuk karyawan biasa dan para penjaga pulau. Yang satunya itu, yang agak besar, itu untuk kelasnya mandor dan asisten manajer. Sedangkan yang satu lagi yang lebih kecil, itu untuk direktur, manajer, sekretaris dan keluarganya serta tamu penting perusahaan." Jawab Johnson.


"Dua restoran itu dibangun baru tiga bulan setelah ganti direktur yang baru. Dan pekerja di sini dipungut uang untuk biaya makan tiap bulan. Pekerja yang membawa keluarga diminta bayar dobel, dan jika membawa anak, maka akan ada tambahan lagi untuk biaya makan. Selain itu, direktur baru juga melarang mereka masak makanan sendiri. Ketiga restoran besar itu manajemennya diambil alih oleh anaknya direktur. Jadi pengiriman bahan makanan dari kota, semua masuk ke gudang restoran." Johnson menambahkan.


Diana dan Karmen manggut-manggut dan tampak tidak senang dengan keadaan seperti ini. Terlebih Diana, setelah Anton menyerahkan perihal semua perusahaan menjadi tanggung jawabnya, kini dia akan melakukan perubahan besar pada aturan perusahaan. Diana memang tidak pernah kuliah, namun dia adalah gadis yang cerdas dan mengerti soal perusahaan, dia banyak membaca buku-buku manajemen perusahaan yang dia beli jika sudah gajian.


"Ayo kita ke restoran yang kecil itu!" Ajak Diana. Lalu Karmen menggendong Dara dan Johnson mengikuti Diana berjalan menuju restoran kecil.


Ketika masuk ke dalam, seorang pelayan mencegat mereka, "Maaf, di sini bukan tempat kalian. Hanya bos yang bisa masuk restoran ini!"

__ADS_1


"Siapa yang membuat aturan itu?" Tanya Diana.


Pelayan itu memandang Diana dan lainnya, dia heran kenapa orang-orang ini tidak tahu aturan dari perusahaan?


"Tentu saja Tuan Muda Farel. Dia adalah putra dari direktur Morgan." Jawab pelayan dengan arogan.


"Oh, kami ingin masuk!" Diana lalu menyingkirkan pelayan yang berdiri dengan arogan. Pelayan lain segera keluar dan mencegah mereka masuk.


Kalian dilarang masuk. Ada bos di dalam sana!" Bentak seorang pelayan laki-laki.


"Suruh keluar bos kamu!" Teriak Diana. Dia mulai marah. Pelayan-pelayan itu tercengang. Belum pernah ada karyawan di sana yang berani kurang ajar pada mereka.


"Kamu berani bicara kasar di sini? Di sini adalah tempatnya bos-bos besar!" Teriak seorang pelayan juga sangat marah.


"Ada, dia adalah wakil direktur. Aku akan meneleponnya." Jawab Johnson. lalu dia pun mengambil ponsel dan menelepon seseorang.


Setelah beberapa saat, seorang paruh baya datang ke tempat itu. Kapten Johnson memberiotahu bahwa pemilik perusahaaan ada di tempat ini. Jadi wakil direktur nuru-buru datang bersama istrinya.


"Kapten?" Wakil direktur bermaksud menanyakan siapa sebenarnya pemilik perusahaan yang dimaksud.


"Wakil direktur, Nona Diana adalah pemilik perusahaan Kebetulan Nona menumpang kapal kami untuk kembali ke Ko9ta S, Tapi pim[pinan direktur pusat meminta kami ke sini untuk memuat barang yang akan dibawa ke Kota S. Jadi Nona ikut kemari juga." Jawab Johnson.

__ADS_1


""Wakil direktur, Apakah bisa menjelaskan? Siapa yang berani melakukan bisnis ilegal memonopoli restoran untuk kepentingan pribadi?" Diana yang m,arah tidak mau berbasa-basi dan langsung ke inti masalah.


"Nona, aku...." Wakil direktur tidak melanjutkan perkataannya. Seorang pria muda berusia tigapuluhan keluar dari restoran. Di belakangnya ada beberapa pria berperawakan besar dan terlihat kuat.


"Hei, ada yang berani mengusik ketenangan pulau rupanya."  Kata pria itu. Dia adalah Farel, anak dari direktu morgan. Farel tidak bekerja di perusahaan, namun dia menjalankan bisnisrestoran yang seharusnya dikelola perusahaan.


"Farel! Jangan kurang ajar!" Bentak wakil direktur marah.


"Paman Hendrik, berani sekali bicaramu?" Farel menegur wakil direktur yang dipanggil Paman Hendrik oleh Farel.


Apa yang kamu katakan? Aku sudah berulang kali katakan, bahwa bisnismu ini bertentangan dengan aturan perusahaan. Restoran ini yang sudah ada dibangun untuk kepentingan perusahaan, tapi kamu memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi." Hendrik mulai agak tenang bicaranya.


"Paman, jangan ikut campur kalau tidak ingin kamu celaka!" Ancam Farel yang membuat Hendrik mulai ketakutan. Apalagi Farel sering bertindak arogan, siapapun yang menentangnya akan dicelakainya.


"Apa yang akan kamu lakukan pada wakil direktur? Tanya Diana.


"Oho... Ada wanita cantik di sini! Hahahahaha.... Kebetulan sekali. Aku sudah bosan hanya dilayani oleh pelayan di restoran ini. Ternyata ada karyawan yang cantik di sini!" Faren tidak menjawab, tetapi malah mengatakan hal lain. Ini membuat Johnson dan hendrik marah besar.


"Maaf Tuan Farel. Anda sudah keterlaluan! Jika ANda meneruskan niat jahat Anda, walaupun mati, saya akan melawan Anda!" teriak kapten Johnson.


"Aku juga bersama Kapten Johnson!" teriak Hendrik juga sangat marah. Lalu mereka berdua maju melindungi Diana dan Karmen.

__ADS_1


Diana melihat ke arah Karmen lalu melihat ke arah Dara. Karmen tahu maksud Diana, lalu dia menjauhai tempat itu dan menutup kepala Dara. Seperti biasa, Dara sudah tahu apa yang akan terjadi, hanya saja dia tidak boleh melihatnya. hanya orang dewasa yang boleh melihatnya. Makanya dia selalu banyak makan agar cepat dewasa.


Walau dia selalu bilang pada karmen dan Diana bahwa dia sudah dewasa, kedua wanita cantikl itu selalu mengatakan belum. Dara pun tidak membantah, memang dia belum setinggi mereka, jdan juga sering digendong. Jadi dia setuju saja disebut anak kecil.


__ADS_2