Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Aksi Rangga


__ADS_3

Rangga memandang dua orsng itu dengan sinis. Mereka berdua terlihat garang, namun Rangga sama sekali mengabaikan mereka.


"Apakah kalaian ingin mati?" Tanya Rangga.


"Kamu yang cari mati! Aku akan mencincangmu dan memberikan dagingmu pada anjing!" Jawab kedua orangbitu.


"Memangnya kalian sanggup? Orang jahat seperti kalian itu tidak bisa dibiarkan. Maka mulai hari ini, kalian akan hidup dengan tidak tenang. Kami akan membasmi kalian." Kata Rangga dengan senyum sinisnya.


"Diana! Dara!" Teriak Rangga. Diana tahu maksud dari Rangga. Namun Dara masih tidur. Jadi Diana hanya menganggukkan kepala.


Setelah mendapat kode dari Diana, Rangga pun segera menghunus pedangnya. Kedua anak buah Suro Kampak turun dari kuda dan langsung menyerang Rangga.


Dua pedang menyerbu ke arah Rangga dengan ganas. Rangga sudah menanti serangan kedua orang itu. Dengan keterampilan beladirinya, Rangga akhirnya majur menerjang dengan pedangnya.

__ADS_1


"Trang! Trang! Jleb! Jleb!"


"Ah! Ah"


Terdengar suara pedang beradu. Juga teriakan pilu. Dua orang penyerang Rangga dapat dirobohkan dengan mudah. Terdapat satu lubang di leher masing-masing orang. Kedua orang itu melotot. Tidak percaya apa yang terjadi.


"Si-si... Siapa kamu?" Tanya mereka. Namun, sebelum mendapat jawaban, mereka pun mati dengan mata melotot dan penasaran.


Terdengar bunyi derap kuda dari arah dalam desa. Ada sekita sepuluh orang menunggang kuda menuju ke arah Rangga.


Kesepuluh orang iti tiba di depan Rangga. Namun mereka tidak melakukan apa-apa.


"Cepat singkirkan mayat kedua orang itu dan juga singkirkan kuda mereka!" Teriak seorang paruh baya. Melihat dandanannya, dia mungkin saja seorang kepala desa atau perangkat desa.

__ADS_1


"Pendekar! Kamu telah membunuh anak buah Suro Kampak. Kamu mungkin akan segera menghadapi bahaya! Ikutlah denganku!" Kata orang itu. Sementara orang-orang yang bersamanya tadi sedang sibuk membawa mayat kedua orang anak buah Suro Kampak.


"Siapa kamu?" Tanya Rangga.


"Aku adalah Jogoboyo di sini. Namaku Sutomo. Rumahku tak jauh dari sini. Aku akan membawa kalian ke rumah Kepala Desa. Pendekar, kamu darimana dan ada keperluan apa sampai ke desa kami?" Tanya Jogoboyo.


"Jogoboyo? Baiklah, aku akan ikut denganmu. Namaku Rangga. Aku bersama saudara-saudaraku. Kami tersesat dan tidak tahu arah tujuan. Kami awalnya berasal dari Kota M. Entah bagaimana, kami tiba di sini. Tapi, kami diberi tugas oleh nenek kami untuk pergi ke Kerajaan Nusantafa. Entah di mana itu." Jawab Rangga.


Nama Jogoboyo tentu saja Rangga baru saja mengenalnya. Dia tahu kalau soal Kepala Desa. Ah sudahlah, yang penting bisa menginap. Pikirnya.


"Kerajaan Nusantara? Itu masih jauh dari sini. Kerajaan itu sedangnkacau, berperang tanpa henti dengan sebuah kerajaan dari negeri seberang. Kami di sini bertugas menjaga jalur air di sungai. Tapi malah para perampok Suro Kampak menindas kami. Tidak ada yang bisa melawannya. Semua yang melawan pasti akan dibunuhnya. Semua prajurit kerajaan yang ditempatkan di sini dibunuh oleh mereka." Kata Jogoboyo.


"Baiklah, Paman. Masalah itu bicarakan nanti. Kami akan ikut paman ke rumah kepala desa." Ujar Rangga memotong cerita Jogonoyo.

__ADS_1


"Diana!" Panggil Rangga, tangannya melambai-lambai mengajak jalan mengikuti Jogoboyo.


Diana dan lainnya akhirnya mengikuti Rangga dan Jogoboyo. Sementara, orang-orang yang datang bersama Jogoboyo sudah membersihkan tempat kejadian dan meminta semua penduduk untuk tidak bicara soal pembunuhan anak buah Suro Kampak.


__ADS_2