
Diana, Anita dan Dara sudah sampai di depan restoran setelah diantar oleh Karmen dan Rangga. Rangga dan Karmen langsung pergi menjemput Listi dan pergi mengunjungi Dinda di rumah sakit. Mereka juga membawa uang dari Diana untuk biaya rumah sakit.
Diana merasa khawatir kalau uang yang dulu sudah habis. Makanya dia menitipkan uang pada Karmen dan Rangga.
Sementara, Anton, Arumi, Er dan Cintya sudah berangkat pagi ini ke perusahaan Diana di selatan. Cintya dan Er diberi tugas memegang kendali atas perusahaan Diana di sana. Bersama Kak Lung dan Ester, mereka pun berangkat pagi tadi. Kak Lung dan Ester diminta Diana untuk membanru dalam.pengawasan di tempat wisata. Sementara teman Kak Lung lainnya sudah kembali ke Pulau Bintang.
Diana mengenakan pakaian biasa, celana jin warna putih dan kaos tanpa kerah berwar merah serta topi berwarna putih, Dara pun sama, cuma beda ukuran saja. Sementara Anita seperti biasa, dia selalu berpenampilan cantik dan menawan.
Saat hendak masuk ke restoran, beberapa orang turun dari mobil dan berjalan cepat masuk ke restoran. Tampak seorang pemuda dan seorang gadis berpenampilan mencolok mendahului Diana.
Pemuda dan gadis itu semlat menoleh ke Diana, namun mereka terus saja berjalan. Namun, seketika mereka berdua pun kembali menoleh. Dan empat teman mereka, dua pemudan dan dua gadis juga ikut menoleh.
"Kamu? Kamu Diana, kan?" Tanya seorang gadis dengan dandanan mencolok.
"Iya." Jawab Diana. Dia melihat ke arah pemuda dan gadis itu.
__ADS_1
"Aku Sela dan ini suamiku Wawan. Kita teman waktu SMP." Kata gadis yang mengaku bernama Sela.
"Oh ya? Aku hampir lupa. Kamu makin cantik saja." Sahut Diana.
"Diana, apa kamu tinggal di sini?" Tanya Sela.
"Iya, hanya sementara waktu saja. Ada urusan pekerjaan di sini. Tapi sudah teratasi dengan baik. Aku masih di Kota S." Jawab Diana.
"Kamu kerja?" Tanya Sela.
"Iya, dong. Tapi itu tidak terlalu penting untuk dibahas. Katanya kamu tinggal di ibukota? Bukankah Jenny juga tingga di sana? Aku pernah bertemu dengannya di sini. Dia akan menikah dengan seorang.polisi Kota M." Jawab Diana.
"Iya, aku juga mendengarnya. Tapi itu berada di selatan kota. Kantornya juga ada di sana. Kantor pemasaran sedang dibangun di sini, tapi masih beberapa persen dari progres. Jadi kalau melamar langsung ke kantor utamanya." Jelas Diana.
"Rupanya kamu tahu banyak, Diana?" Tanya Wawan.
__ADS_1
"Ya, aku tahu. Aku kan sudah lama di sini. Ayo kita duduk. Aku akan mentraktir kalian makan hari ini. Kalian bisa makan apa saja nanti aku yang bayar." Diana menawarkan jasa.
"Wah, kamu banyak uang sekarang, ya?" Tanya Sela.
"Tidak juga. Oh ya, ini temanku, namanya Anita. Dia anak seorang pengusaha kaya di Kota S. Ini anakku, Dara." Kata Diana.
Saat disebut, Dara mengulurkan tangan memberi salam. Keenam orang itu pun tersenyum geli melihat Dara yang lucu.
"Mana ayahnya?" Tanya Sela.
"Dia ada di Gunung Mer. Ada urusan yang harus diselesaikan." Jawab Diana. Kini perhatian mereka tertuju pada Dara yang lucu dan imut.
"Sela, terimakasih, dulu kamu selalu membantuku saat sekolah. Kamu sangat baik padaku." Kata Diana.
"Ah ,Diana. Lupakan, kita kan teman. Kamu juga baik padaku. Dulu kamu sering membelaku kalau ada yang menggangguku. Kamu ingat dulu kamh menampar Wawan karena dia sering mengejekku? Haha!" Kata Sela mengenang masa lalu. Wawan tersenyum saat dia mengingat bagaimana Diana menamparnya.
__ADS_1
"Maaf, Wawan." Kata Diana sambil tersenyum.
"Lupakan, Diana. Kamu orang baik. Jika bukan karena kamu, mungkin aku tidak akan menjadi suami Sela. Haha!" Wawan tertawa diikuti teman-teman yang lain.