Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Tanggung Jawab Panglima


__ADS_3

"Terimakasih, Nona!" Jawab keduanya, lalu duduk.


"Bibi berdua, aku tinggal sebentar, nanti aku kemari lagi." Kata Diana apada Arumi dan Mei.


"Iya, Diana." Jawab kedua wanita itu.


"Nona, Kapten Herry sudah melaporkan hasil penyelidikannya. Junito memang tinggal di Kota S. Dia bekerja sebagai wakil kepala sekolah di sebuah sekolah menengah. Tapi sebenarnya dia adalah seorang pengusaha kaya. Kapten sedsng menyelidiki itu dan akan segera melaporkannya." Kata Inspeltur Herman setelah Diana duduk.


"Aku paham, tapi, apakah ada hubungannya dengan pasukan gang bersekutu dengan para siluman?" Tanya Diana.


"Itu masih diselidiki, Nona. Kapten akan segera melaporkannya. Orang ini terlalu licik dan susah dilacak. Bahkan hartanya pun susah dilacak. Dia seperti belut." Jawab Herman.


"Jangan dulu bertindak, aku hanya ingin tahu apakah ada hubungan antara pasukan yang bersekutu dengan para siluman dan Junito. Itu saja dulu. Mengenai hartanya, itu bisa nanti." Kata Diana.


"Baik, Nona. Aku akan segera melaporkannya pada Nona setelah mendapat kepastian dari Kapten." Jawab Herman.

__ADS_1


"Jenderal, sepertinya ada yang penting?" Tamya Diana pada Jenderal Joshua.


"Sebenarnya hanya mau menanyakan, bagaimana jika kita mengulang sama seperti pertempuran hari pertama?"Pertanyaan Joshua sebenarnya hanya ingin tahu apa rencana Diana. Sebab, menurut Joshuan, menghindari banyaknya korban, lebih baik berperang seperti hari pertama. Dan itu tidak akan ada korban.


"Kita tidak akan berperang seperti itu lagi. Aku akan berunding dengan para siluman agar mau berdamai kembali.. itu lebih baik karena semakin lama mereka berada di dunia nyata, maka kekhawatiran masyarakat akan semakin dalam. Dan itu tidak bajk. Misil dan peluru terbatas, Jenderal. Tapi perjanjian bisa menghentikan perang. Sampai kapan kita bisa bertahan dengan senjata?" Diana menjelaskan.


Kedua jenderal itu manggut-manggut. Itu memang benar. Karena antara siluman dan manusia awalnya ada perjanjian damai. Selama lima ratus tahun tidak ada konflik. Dan baru ini mereka berperang lagi selama kurun waktu itu.


Diana ingin menguoayakan damai kembali dan para siluman kembali ke alamnya tanpa mengganggu manusia lagi. Hidup berdampingan di alam yabg berbeda tanpa konflik tentu akan jauh lebih baik.


"Baiklah, itu memang menjadi tugasku. Bagaimakan pun, tanggung jawabku sangat besar." Kata Diana.


"Nona, Kapten melaporkan bahwa pemimpin aiansi merah yang bersekutu dengan siluman bernama Alimun, dia mengenal Junito dan bahkan sangat akrab." Kata Inspektur Herman.


"Jadi memang ada hubungannya. Aku curiga ada musuh tersembunyi di Kota M yang sewaktu-waktu siap bergerak. Imspektur, perintahkan ke Kapten Herry untuk memata-matai Junito, tapi jangan sampai menimbulkan kecurigaan."

__ADS_1


"Baik, Nona. Sepertinya memang ini ada hubungannya." Jawab Herman.


"Aku akan minta Farel untuk membantu Kapten Herry melacak transaksi Junito selama setahun. Pasti akan ketahuan." Kata Diana.


Saat itu, Dara dan Anita sudah kembali dari gudang. Ada empat orang dari gudang perlengkapan yang mengantarkan kasur ke tenda Diana. Kasur-kasur itu untuk Er dan Cintya.


"Ibu!" Panggil Dara. Dia berlari ke arah Diana dan langsung memeluknya. Seperti sangat lama tidak bertemu. Tentu saja. Di sana ada Herman dan Joshua. Pastinya Dara pamer..


"Prajurit kecil!" Panggil Joshua. Dara menoleh.


"Apa kita akan berperang lagi?" Tanya Joshua.


Dara melihat ke wajah Diana. Diana tersenyum saja. Dara malah kebingungan. Perang pertamanya dengan Jenderal Joshua, dia mengalahkannya. Jika bukan karena ibunya, Jenderal Joshua sudah mati. Jadi Dara tidak mau berperang lagi dengan Jenderal Joshua.


Dara menggelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2