Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Ulang Tahun Guru Hana


__ADS_3

"Ibu, apa yang ibu katakan? Restoran di Dara Shinta Food itu sangat mahal. Kita tidak bisa menyewa meja di sana. Apalagi ibu mau mengundang teman-teman ibu." Ajeng mengingatkan ibunya.


"Apa yang kamu katakan? Sebelum ayahmu meninggal, dia bilang pada ibu akan merayakan ulang tahun ke limapuluh ibu di restoran mewah Dara Shinta Food. Jadi, ibu akan mewujudkan keinginannya." Jawab Hana, diapun menitikkan airmata mengingat apa yang dikatakan oleh suaminya. Namun, Hana pun tersenyum.


Hana suah bertekad akan merayakan ulang tahun ke limapuluhnya di salah satu restoran mewah di Dara Shinta Food.


"Ibu sudah mengambil semua tabungan ibu dan kalian berdua cepatlah memesan tempat!" Perintah Hana pada Ajeng dan Ferdi.


"Baiklah, Ibu." Jawab Ajeng dan Fadli.


Dengan bekal uang dari ibunya dan uang yang mereka miliki, mereka pun akhirnya berangkat ke Dara Shinta Food. Mereka memilih restoran lokal.


Mereka memesan beberapa meja yang tidak terlalu besar untuk sekitar tiga puluh orang. Mereka pun disambut oleh pelayan dengan ramah. Dan mereka pesan untuk jam enam sore dengan beberapa masakan lokal yang lumayan mahal.


Ferdi dan Ajeng pun tersenyum bahagia karena uang yang mereka bawa tenyata cukup untuk membayar pesanan mereka. Mereka pun akhirnya pulang dan menyiapkan segala sesuatunya.


Setelah sore hari, akhirnya mereka pun berangkat ke restoran.


*****


Diana, Karmen dan Dara sudah dijemput oleh sopir dari Dara Shinta Food. Diana memang pagi tadi mengundang semua Dirut untuk bertemu di restoran lokal.


Restoran itu sangat besar dan megah. Itu karena restoran lokal, paling banyak diminati. Selain itu, di kompleks restoran juga banyak restoran terkenal dengan masakan-masakan luar negeri seperti Amerika, Prancis, Italia, China, Korea, Jepang dan lain-lain. Swmua restoran itu dikelola oleh perusahaan Dara Shinta Food milik Diana.


"Dara nanti makan sayur saja, ya?" Tanya Diana sambil tersenyum.


Dara mengangguk, namun tidak lupa dia pasti mengucapkan, "Ayam goleng!"


Diana memandang Karmen dan mereka saling tersenyum. Dara tidak peduli. Dan pasti restoran sudah menyiapkan itu untuk Dara.


Ketika masuk, mereka sudah disambut oleh para direktur utama perusahaan.

__ADS_1


"Selamat datang, Nona Diana, Nona Karmen dan Nona Dara!" Sapa mereka sambil membungkuk hormat.


Mereka membuka jalan untuk ketiganya, lalu setelah ketiganya melewati mereka, mereka pun mengikuti Diana dan lainnya menuju meja yang sudah disiapkan.


Saat itulah Diana melihat sekumpulan orang dengan kue ulang tahun di meja, Diana melihat ke arah kue itu dan dia seperti mengenal orang yang duduk dekat kue itu.


Diana terus berjalan dan akhirnya tiba di meja besar yang sudah disediakan. Dara yang memegang jari telunjuk Diana pun hanya ikut saja.


Direktur-direktur berebut menarik kursi yang akan mereka bertiga duduki dan akhirnya mereka pun duduk di satu meja.


"Paman, bisakan aku minta data siapa pemesan di mejja yang ada kue ulang tahunnya?" Tanya Diana.


"Baik, Nona, tunggu sebentar!" Jawab Herman lalu setengah berlari berjalan ke bagian officcial.


Beberapa saat kemudian, Herman kembali dan langsung menuju ke Diana.


"Nona, pesanan atas nama Hana, guru di SMA Negeri 1 Kota S. Dia berulang tahun yang ke limapuluh hari ini." Herman memberi penjelasan.


"Begini, Nona. Tadi mereka pesan tiga meja untuk tigapuluh orang. Dan karena memang pesanan banyak, kami memberi diskon pada mereka." Jelas Herman.


"Baiklah, Paman. Duduklah.!" Diana lalu menoleh ke ara Hana yang saat itu masih menunggu teman-temannya datang.


"Sayang, makannya nanti, ya?" Tanya Diana. Dara mengangguk dan melihat ke arah Diana dengan manja.


Diana lalu memandangi para Dirut. "Paman semua. Aku mau minta tolong sekali lagi, bisakah kalian membeli hadiah untuk guruku yang berulang tahun di sana? Guru Hana pernah bercerita padaku bahwa suaminya pernah mengatakan bahwa pada ulang tahun yang ke lima puluh, akan dirayakan di Dara Shinta Food. Namun, beberapa tahun lalu, suaminya meninggal karena kecelakaan."


"Dua anaknya sudah bekerja, namun mereka mungkin kurang beruntung. Jadi kemungkinan mereka menghabiskan semua uangnya demi bisa memenuhi keinginan suami Guru Hana."


"Aku minta tolong, berikan selamat ulang tahun padanya dan kalian bilang bahwa kalian adalah temanku. Apakah kalian mau menolongku?" Tanya Diana.


"Hanya hal kecil begitu, kami pasti mau, Nona." Yang menjawab adalah David. David memandang ke semua dirut dan semua dirut pun mengangguk. Dara yang melihat semua Dirut mengangguk, dia ikut mengangguk membuat semua orang menjadi gemas.

__ADS_1


"Baiklah, kalian bisa membeli hadiahnya sekarang. Aku, Dara dan Karmen juga akan membeli hadiah buat mereka. Ajaklah istri kalian seolah memang kalian diundang ke ulang tahunnya. Sebelumya, aku sangat berterimakasih pada kalian semua." Kata Diana.


"Baik, Nona!" Mereka sangat bersemangat. Hanya melakukan itu, tentu saja itu hal yang sangat sederhana, bahkan jika Nona menyuruh mereka berjalan kaki tiap hari ke kantor saja akan mereka lakukan.


Akhirnya mereka pun berangkat bersama untuk membeli hadiah.


Diana, Karmen dan Dara juga membeli hadiah.


"Ibu, Bibi?" Tanya Diana, dia penasaran sebenarnya apa yang mereka lakukan?


"Kita mau membeli hadiah buat nenek Hana, Sayang. Nanti Dara akan memberikan hadiah, ya." Jawab Diana.


Mata Dara pun berbinar. Dia senang jika memberi hadiah pada nenek. Dia pasti akan memberikannya.


Akhirnya, setelah membeli hadiah mereka bertiga kembali lagi ke restoran. Tampak para dirut kembali datang membawa istri dan malah membawa anak-anaknya dan semuanya membawa hadiah yang mahal-mahal. Terlihat juga di sana Sisi dan Dimas.


Sisi dan Dimas langsung menuju Diana. Dengan membungkuk, mereka pun menyapa Diana, Dara dan Karmen. "Nona!"


"Kalian juga datang?" Tanya Diana.


"Iya, Nona, ayah yang mengajak kami untuk memberikan hadiah ulang tahun guru Anda." Jawab Sisi.


Diana tersenyum, membuat Sisi dan Dimas merasa lega. Mereka memang merasa bersalah ketika di restoran di depan hotel. Hari ini melihat senyum Diana, mereka merasa lega.


Saat itu, terdengar Guru Hana memberi sambutan singkat setelah teman-temannya datang. Akhirnya acara ulang tahun dimulai.


Lagu selamat ulang tahun berkumandang dan mereka pun ikut berbahagia. Sebagian besar teman-teman Guru Hana juga adalah guru di SMA Negeri 1 Kota S.


Guru Hana sangat senang. Dia sudah memenuhi keinginan suaminya merayakan ulang tahun di restoran Dara Shinta Food. Dia pun menitikkan air mata bahagia. Saat itu para direktur utama, istri-istri dan anak-anak mereka mendekat sambil membawa hadiah yang sudah mereka beli.


Sementara Hana, Ajeng, Fadli dan teman-teman Hana terkejut melihat orang-orang yang tidak mereka kenal mendekat. Mereka pun bertanya-tanya, siapa orang-orang ini?

__ADS_1


__ADS_2