
Malam.itu, pasukan yang dibentuk oleh Joshua dan Herman sudah mulai bergerak. Pasukan Elit yang terdiri dari perwira tinggi di kepolisian dan militer, sudah siap menangkapi pejabat baik di lingkungan militer, kepolisian dan juga di lingkungan pemerintah.
Pasukan yang berjumlah sekitar seratus perwira itu bergerak di bawah komando langsung Joshua dan Herman. Tugas mereka amat berat. Menangkap atasan tentu saja hal sulit dilakuakan. Mereka berkumpul di luar kota dan jauh dari markas agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Penghianatan harus diberantas. Tidak ada yang boleh menjadi penghianat di tubuh kita. Bila tangan kiri berhianat, maka tangan kanan yang akan memotongnya. Begitu pula sebaliknya. Apa kalian mengerti?" Kata Jenderal Joshua saat mem-brefing pasukannya.
"Mengerti, Jenderal!" Jawab pasukan dengan tegas.
"Baiklah, masing-masing komandan regu! Kalian wajib melapor setiap satu penangkapan dan tidak ada yang boleh gagal!" Kata Jenderal Joshua lagi.
"Mengerti, Jenderal!" Jawab komandan regu tegas.
"Baik! Jam sebelas malam, kalian sudah harus bekerja! Sekarang kalian boleh menyusun rencana dengan tim regu masing-masing. Jangan lupa! Koordinasi yang baik akan membuat kalian berhasil! Bravo buat Militer dan Kepolisisan!" Lanjut Joshua.
__ADS_1
"Tangkap penghianat! Tangkap penghianat!" Jawab komandan regu.
Masing-masing komandan memimpin sepuluh prajurit yang akan bertugas menangkap sekitar seratusan pejabat tinggi di militer, kepolisian dan pemerintahan.
Joshua dan Herman juga sudah melaporkan hal itu kepada gubernur dan gubernur menyetujuinya.
******
Malam merayap dengan perlahan, di rumah Diana, Diana sedang berada di lantai atas. Farel dan tim sedang memantau pergerakan penangkapan pejabat yang dilakukan oleh pasukan dari kepolisian dan militer.
"Uya, Nona. Intelijen yang diperintah oleh Kapten Herry bergerak cepat, memantau dan mengawasi setiap gerakan dqri orang-orang itu. Dan kami berhasil.mendeteksi mereka. Saat ini, Kapten Herry yang memandu para intelijen untuk mengawasi ruang bawah tanah di bawah SMA. Berdasar penyelidikan, sekolah telah diakuisisi oleh seorang bernama Erick. Tapi kami belum mendapatkan alamat benarnya. Karena dia memakai alamat sekolah sebagai alamat tinggalnya. Dan itu jelas pemalsuan." Jawab Farel.
"Benar-benar licik. Lalu bagaimana dengan senjata di bawahntanah itu?" Tanya Diana.
__ADS_1
"Itulah yang menjadi kekhawatiran, Nona. Senjata itu, akan digunakan untuk apa, kami belum bisa memastikan." Jasab Farel.
"Apakah ada aktivitas terbaru di ruang bawah tanah?" Diana terus bertanya.
"Sejak siang tadi tidak ada, Nona. Namun jam lima sore tadi, ada beberapa orang yang masih melalui lorong. Aku sudah mrlaporkannya pada Kapten Herry, dan saat ini, intrlijen kepolisian sudah di kirim ke sekolah dan bersembunyi di suatu tempat. Aku tidak tahu persis tempatnya. Tapi, kamera yang dipasang di atas ruang kepala sekolah tidak menangkap aktivitas apapun." Farel dengan sabar menjawab semua pertamyaan Diana.
Terdengar dering ponsel Diana. Panggilan dari Galang.
"Halo! Ada apa?" Tanya Diana.
"Diana! Apakah kamu membutuhkan bantuanku?" Suara Galabg terdengar.
"Tidak perlu, aku bisa mengatasinya. Fokuslah oada latihan penyempurnaanmu. Jangan sampai gagal!" Jawab Diana.
__ADS_1
"Baiklah! Tuan El memang bicara begitu. Jika butuh bantuanku, kamu tinggal hubungi aku!" Kata Galang.
"Tentu saja. Jika aku butuh bantuanmu, maka aku langsung telepon." Sahut Diana. Walaupun dia memang butuh, tapi Diana tidak ingin mengganggu konsentrasi Galang. Dia ingin Galanv fokus pada latihannya.