Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Kota Pelabuhan Malaka


__ADS_3

Berhari-hari kapal Galang melaju di lautan, akhirnya mereka sampai di pelabuhan Negara Malaka. Setelah melewati prosedur imigrasi, akhirnya mereka meninggalkan kapal dan mencari hotel untuk menginap. Menurut Paman David, Galang harus menemui seseorang yang bernama Ken.


Ken adalah seorang pengusaha kaya raya di negara Malaka yang pernah diselamatkan oleh Bintang saat berada di lautan dekat Pulau Bintang. Kapalnya diserang perompak dan Ken sendiri hampir dibunuh oleh para perompak. Beruntung sebuah kapal mendekat dan kru kapal menyelamatkan mereka.


Saat itu, Ken mengatakan akan membalas budi pada Bintang. Bahkan jika Bintang ,meminta semua hartanya, maka dia akan memberikannya. Itulah kenangan yang diingat oleh David saat menyelamatkan Ken dari para perompak puluhan tahun lalu.


Sampai di sebuah hotel, kelima orang itu memesan lima kamar.


"Paman, sepertinya aku tidak perlu mencari penawarnya, aku merasa sehat sekali." Kata Galang sambil memasuki lift.


"Kamu tidak bisa memutuskan kalau soal ini." Jawab Anton yang berjalan lebih dulu. Sekitar lima petugas hotel yang berjalan di depan mereka akhirnya mempersilahkan mereka untuk masuk kamar yang saling bersebelahan. memberitahu hal-hal yang perlu mereka tahu.


Akhirnya, mereka pun memasuki kamar masing-masing.


Setelah waktu malam, Galang pergi ke kamar Rangga, berpamitan untuk keluar.Namun Rangga malah ingin m,engikutinya. Walau bagaimanapun Galang sudah terlihat pulih, namun dalam darahnya masih ada racun yang menurut Nenek Diah sangat mematikan.


"Baiklah, ayo kita turun!" Kata Galang.


Mereka berdua pun akhirnya keluar dari hotel. Tidak tahu harus kemana, mereka berjalan di trotoar depan hotel ke arah timur, Galang hanya ingin jalan-jalan, sementara Rangga memang ditugaskan Anton mengikuti Galang kemanapun ia pergi.


"Kita mau kemana?" Tanya Rangga.


"Aku juga tidak tahu, jalan saja siapa tahu ada tempat yang menarik." Jawab Galang.


"Bagaimana kalau kita pergi minum saja?" Tanya Rangga lagi.


"Tapi kita tidak tahu tempatnya. Itu ada orang sedang duduk, kita tanya saja." Keduanya lalu berjalan menuju beberapa orang yang sedang duduk di bangku trotoar menikmati malam.

__ADS_1


Setelah mendapatkan petunjuk tempat, mereka pun berjalan ke sana. Dan beberapa menit kemudian, keduanya sudah sampai di tujuan setelah menyeberang jalan.


Keduanya lalu masuk ke sebuah kafe yang cukup mewah. Rata-rata pengunjung kafe berusia duapuluhan hingga tigapuluhan. Memang kafe ini sepertinya diperuntukkan bagi anak-anak muda yang suka nongkrong. Rangga pun memesan minuman sesuai kemauan Rangga.


Seorang pelayan mendatangi mereka dan meletakkan dua botol minuman di meja mereka. Lalu pelayan membuka botol dan  menuangkannya ke dalam gelas.


"Lang, sebenarnya bagaimana kondisimu saat ini? Kata Paman Anton, kamu harus mendapat penawar racun. Tapi kenapa tubuhmu terlihat sehat?" Tanya Rangga.


"Aku juga tidak tahu. Aku hanya merasa sehat saja. Soal racun dalam darahku, aku sama sekali tidak tahu, tapi, Kakek Li memberiku minum ramuan tiap hari. Dan aku merasa diriku sehat." Jawab galang. Mereka berdua pun meminum minuman yang ada dalam gelas.


Di meja sebelah mereka, terlihat ada empat pemuda yang juga sedang minum. Tampak mereka seperti orang asing juga. Terlihat dari logat bicara yang berbeda.


"Kapan sebenarnya lelang akan dilaksanakan?" Tanya seorang pemuda dengan wajah putih bersih. Rambutnya panjang diikatdi atas kepala, seperti seorang samurai di film-film Jepang.


"Katanya dua hari lagi. Ini lelang tahunan. Tapi undangan belum kita terima. Menurut orang-orang, acara ini diprakarsai oleh pengusaha kaya raya bernama Tuan Ken. Dan ada benda-benda terkenal yang akan dilelang. Salah satunya adalah Seribu Pil Ajaib yang didatangkan langsung dari pembuatnya di Tiongkok. Yang menarik adalah Penawar Racun klan Harimau. Tapi itu hanya satu saja dan berbentuk pil." Jawab pemuda lainnya.


"Tentu saja, aku akan menghabiskan uangku untuk mendapatkan pil itu. Tapi aku juga tertarik dengan penawar racun Klan Harimau. Kabarnya itu bisa menawarkan semua racun yang ada di bumi." Jawab Kenji


Mereka pun bercakap-cakap cukup lama. Galang dan Rangga mendengarkan. Sesekali mereka saling pandang. Mereka berinisiatif untuk mendapatkan informasi mengenai lelang yang akan diadakan dua hari lagi.


Mereka pun mulai mencari informasi mengenai lelang. Rangga memutuskan untuk mencari tahu. Sementara Galang telah kembali ke hotel.


Saat membuka pintu kamar, Galang terkejut, karena Anton sudah berada di kamarnya dan duduk di sofa.


"Darimana saja?" Tanya Anton.


"Aku dari kafe bersama Rangga. Paman, dua hari lagi akan ada lelang. Rangga aku perintah untuk mencari tahu keberadaan Paman Ken. Aku mendengar kabar bahwa akan ada Penawar Racun Klan Harimau yang dilelang." Jawab Galang, lalu dia pun menjelaskan soal lelang.

__ADS_1


"Paman sudah mencari tahu, panggil Rangga suruh kembali!" Anton ternyata sudah bertindak lebih dulu. Galang pun segera memberitahu Rangga agar segera kembali ke hotel.


Pagi itu, Galang dan lainnya pergi ke restoran hotel untuk sarapan pagi. Kali inbi Nenek Diah sudah berpakaian normal tanpa tambalan. Bahkan pakaiannya juga sangat bersih. Hanya ketika di Kota S saja dia mengenakan pakaian ala pengemis.


Saat itu, restoran tampak ramai dengan tamu asing. Hanya beberapa saja orang lokal yang berada di sana.


"Di Pelabuhan aku tadi malam melihat kapal berbendera Keluarga Bintang. Apakah Klan Bintang mengutus seseorang untukl ikut lelang tahunan?" Tanya seseorang.


"Apa? Keluarga Bintang juga ikut lelang?' Tanya yang lainnya terkejut.


"Sepertinya Keluarga itu sudah tidak kuat lagi setelang Pimpinan keluarga dibunuh. Aku pernah mendengar bahwa mereka sedang menanti pimpinan baru. Tapi masih disembunyikan karena belum cukup umur."  Ujar lainnya.


"Bagaimana mungkin mereka masih kuat, sedangkan selama puluhan tahun, Keluarga Bintang sudah redup dan tidak ada kabarnnya lagi. Tapi justru muncul keluarga baru yang lebih hebat." Yang lain ikut bicara.


"Keluar baru? Aku belum pernah mendengarnya." Tanya lainnya.


"Keluarga baru itu pun muncul sudah puluhan tahun, kamu tidak tahu?" Tanya orang lainnya penasaran.


"Memangnya keluarga baru itu sehebat apa?" Tanyanya lagi.


Galang dan lainnya terus mendengarkan percakapan orang-orang di restoran sambil makan.


"Paman, memangnya kapal kita berbendera keluarga Bintang?" Tanya Galang.


Sebenarnya itu memang benar. Tapi itu bendera yang hanya terkenal di luar negeri. Bendera itu akan dipakai jika bepergian lintas negara. Jika hanya dalam negara, maka tidak akan dipakai. Itulah kenapa Keluarga Bintang terkenal di luar negeri. bahkan sampai ke negara barat.


"Apakah keluarga baru yang dimaksud mereka adalah...." Galang tidak melanjutkan ucapannya. Karena ada belasan orang berbaju hitam masuk dan membuka jalan untuk seseorang.

__ADS_1


"Tuan Ken telah tiba!" Teriak salah satu pengawal yang memimpin pengawal lainnya.


__ADS_2