Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Bertempur Dengan Perompak


__ADS_3

Karmen dan Diana membawa Dara ke ruang Kapten. Mereka berdua bermaksud menitipkan Dara pada Kapten. Karena Diana dan Karmen bermaksud membantu Galang dan lainnya melawan para perompak. Dara yang saat ini memng tidak berani jalan sendiri, sangat senang berada di ruangan kapten Tomas. Dia melihat kesana-kemari seperti sedang melihat mainan yang disediakan untuknya.


"Kapten, aku titip Nona di sini. Tolong jaga dia."  Kata Diana pada Kapten.


"Tapi Nona, bukankahj kalian berdua disuruh tinggal di kamar oleh Tuan Muda?" Kapten Tomas cemas dengan keinginan dua gadis cantik itu.


"Kapten! Ikuti saja apa katanya. Apa kamu mau membantah, Nona Diana?" Karmen ikut bicara dan bermaksud agar Kapten Tomas diam dan tak membantah. bagaimanapu, Kapten Tomas sangat mencemaskan kedua gadis ini. Namun dia tidak bisa membantah.


"Baik, Nona. Saya akan menjaga Nona Dara dengan nyawaku." Kapten lalu berdiri dan membungkuk pada Diana.


Karmen dan Diana sangat lega. Dia antra sepua awak kapal, Kapten adalah yang paling kuat. Jadi mereka pun sangat mempercayai Kapten untuk menjaga Dara.


Bagaimanapun kekuatan Galang, Anton dan Rangga, namun jumlah perompak sangat banyak. Mereka bisa membantu mereka dan paling tidak bisa membuat jumlah makin banyak. Lalu mereka berdua  segera bergegas ke dek bawah diikuti oleh sepuluhan kru anak buah Kapten Tomas dan beberapa awak kapal yang diselamatkan dan tidak terluka.


Sementara Dara terus saja memperhatikan Kapten Toman yang memakai pakaian Kapten. Kalau bertemu ayahnya, nanti dia juga akan memintah ayahnya untuk membelikan pakaian seperti milik Kapten Tomas.


"Itu..." Tangan Dara menunjuk ke sesuatu yang tampaknya menarik perhatiannya.


"Apakah ada yang Nona inginkan?" Tanya Kapten pada Dara.


"Itu.." Dara menunjuk sebuah benda. Itu adallah mikrofon yang biasa digunakan Kapten untuk menyapa orang-orang yang berada di kapal secara pribadi.


*****


Sat ini, Diana dan Karmen serta beberapa anak buah Kapten Tomas telah sampai di dek bawah dan melihat ratuisan orang sedang mengepung Anton, Galang dan Rangga. Diana dan Karmen tidak cemas, namun justru Anton, Galang dan Rangga cemas saat melihat Diana di tempat itu.


"Diana! Kenapa kamu kemari? Ini sangat berbahaya!" Teriak Galang.


"Oh! Rupanya ada wanita cantik di sini! Anak-anak! Kalian lihat? Jangan bunuh kedua gadis itu. Itu adalah milikiku! Haha...!" Mata pemimpin perompak langsung melotot saat melihat Diana dan Karmen. Bahkan dia menyuruh anak buahnya untuk tidak membunuh Diana dan Karmen.


"Diana mengabaikan Galang. Lalu dia melompat dan tahu-tahu sudah berada di dekat Galang, ANton dan rangga. Jistru Galang, Anton dan Rangga yang terkejut dengan yang dilakukan oleh Diana.


"Diana? Kamu?" Tanya Galang stengah tidak percaya. lalu matanya melihat ke arah Karmen. Karmen tersenyum. Lalu dia juga melakukan seperti yang Diana lakukan. Melompat dan saat ini sudah bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Ayo kita bertaruh, bunuh sebanyak-banyaknya. Siapa yang membunuh paling sedikit, maka dia harus mentraktir makan di Kota Pulau." Dia mengucapkan seperti yang Galang ucapkan.


"Baik! Siapa takut?" Jawab Galang, ANton, Rangga dan Karmen bersamaan. Lalu mereka tertawa seperti tidak sedang dalam bahaya.


""Sisakan orang berkepala botak! Aku akan mencabuti kumisnya!" Teriak Diana.


"Tidak masalah!" Jawab Galang.


"Diana, di mana Dara?" Tanya Galang menyadarkan mereka posisi Dara saat ini.


Saat itu, terdengar di speaker kapal, seorang anak sedang bernyanyi.


"Ayah, Ibu, Paman, Bibi, Kakek.... Mik cucuaaaaa..... Lalalalalala....."


Lalu terdengar suara Dara tertawa bersama suara seorang laki-laki


"Wah... Suara Nona sangat merdu sekali. Mungkin Nona nanti bisa jadi seorang penyanyi. Paman akan menjadi penggemar Nona."


Lalu Dara dan Kapten pun tertawa lagi. Galang dan lainnya juga ikut tertawa.


"Anak-anak! Bunuh mereka semua dan jangan sisakan. Kedua wanita itu juga kalian bunuh saja!" Teriak pemimpin perompak yang dijawab serempak oleh anak buahnya.


"Siap!"


Tanpa banyak basa-basi, mereka yang sudah mengepung akhirnya maju menyerang. Dengan bersenjatakan pedang, menghunus dan mengarahkan mata pedang ke mereka berlima.  Pertempuran sengit tak terhindarkan. Mereka berlima seperti lima singa yang siap menerkam mangsanya kapan saja.


Mereka pun muali membunuh lawan dan menghitung jumlah yang berhasil mereka bunuh. Terdengar teriakan menyayat hati. Satu-persatu para perompak terbunuh di tangan kelima singa yang sedang marah.


Jumlah para perompak semakin sedikit. Dan itu membuat kecut pemimpin perompak. Masih ada 10 orang di sampingnya untuk pertempuran terakhir. Setelah beberapa menit, akhirnya semua perompak yang maju sudah dihabisi.


"Empat puluh lima!" Teriak Diana.


"Apa?' Galang terkejut. Dia berhasil membunuh empat puluh. Rangga tigapuluh, Karmen berhasil membunuh tigapuluh satu dan Anton hanya membunuh dua puluh lima saja.Sementara anak buah Tomas berhasil membunuh beberapa orang saja setelah pertempuran yang cukup lama.

__ADS_1


Irupun mereka ada banyak yang terluka oleh sabetan pedang musuh. Masih beruntung nyawa mereka selamat.


"Paman?" Teriak Galang.


"Iya Tunggu saja!" Teriak Anton.


"Sebaiknya kalian menyerah! Dan kami tidak akan membunuh kalian. kalian akan kami serahkan ke raja Kota Pulau untuk dihukum.!" Terdengar suara Galang.


"hahahaha, kalian kira karena berhasil membunuh semua anak buahku, kalian sudah pasti bisa mengalahkan aku? Dengar! Raja Kota Pulau saja sangat takut padaku. Haha!"


"Aku adalah Suryanata! Penguasa lautan Kota Pulau. Siapapum yamgh berani memasuki lautan Kota Pulau, pasti akan mati!" Teriak Suryanata. Seperti diketahui, Memang akhir-akhir ini sering terjadi peristiwa pembunuhan di wilayah laut Kota Pulau. Setiap orang yang memasuki Kota Pulau dibunuh.


Orang-orang yang berada di luar kota Pulau menyangka bahwa yang membunuh orang-orang itu adalah raja Kota Pulau.


Dari pengamatan Anton, Suryanata dan kesepuluh orang di sebelahnya merupakan ahli beladiri yang cukup kuat. Jadi dia memperingatkan yang lain untuk berhati hati. Galang pun kini mulai berhati-hati. Dan Semua cukup siap untuk menghadapi Suryanata dan anak buahnya.


"Biar aku saja yang menghadapi Suryanata." Galang mengajukan diri.


"Baiklah, hati-hati dengan tipu dayanya!' Anton memperingatkan. Lalu dia danlainnya mundur. Sementara Galang berada paling depan sendirinya. Di lantai kapal, tumpukan mayat perompak seperti tangkapan ikan nel;ayan. Galang lalu maju.


"Suryanata! Aku menantangmu satu lawan satu!" Teriak Galang.


Menerima tantangan itu, Suryanata tampak sangat meremehkan Galang. Dia sangat yakin dengan kempuannya bahkan Raja Kota Pulau pun sangat takut dengannya.


"Hai, anak Muda!. Kamu merasa dirimu kuat, ya? Ingat! Anak buahku memang dilengkapi dengan keahlian beladiri. Tapi mereka masih tahap dasar. Aku saja bisa membunuh mereka yang ratusan itu dengan cepat. Jadi jangan terlalu sombong." Suara Suryanata sangat marah dan serak.


Detik berikutnya, Suryanata menghunus pedangnya dan bergerak laksana peluru ka arah Galang. Galang yang tanpa senjata, mengambil senjata dari mayat anak buah Suryanata dan bergerak sangat cepat menyambut serangan Suryanata.


Ketikia jarak makin dekat, pedang besar milik Suryanata ditebaskan ke leher Galang. Galang pun mengkis serangan dengan pedang di tangannya.


Kedua pedang beradu.


"Cring!"

__ADS_1


Percikan api pun menyebar di area itu. Galang terkejut, pedang di tangannya patah oleh pedang milik Suryanata. Namun Galang tida mundur. Dia lalu bergerak cepat ke arah Suryanata. namun kali ini dia mengandalkan mengambil dua pedang dari mayat dan mengarahkan satu ke kepala dan satin lagi ke dada Suryanata.


Mendapat serangan yang tiba-tiba, Suryanata tidak septa membuat gerakan menghindar, akhirnya dia menangkis pedang yang diarahkan ke kepala dengan pedangnya. Pedang itu pun patah laghi. Dan pedang yang mengarah ke dadanya dia tangkis oleh anak buahnya nyang terkejut dengan serangan Galang yang sangat cepat dan mematikan.


__ADS_2