Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Raja Naga Kesepuluh


__ADS_3

Galang pun membawa mobil milik Elena untuk pergi atas persetujuan Elena. Bagi Pian dan Elena, jangankan mobil, semua hartanya akan mereka berikan pada Galang asal Galang berhasil.membunuh Bai Lang.


Dalam beberapa kali keaempatan, keluarga Darmawan telah kehilangan anggota keluarga yang dibunuh oleh Ken palsu. Termasuk ibunya Sam yang menentang ketika Sam berkhianat dan memilih mengikuti Bai Lang.


Ketika Sam diperintahkan untuk membunuh ibunya sendiri, dia pun melakukan perintah Bai Lang. Sam dijanjikan akan menjadi salah satu orang terkaya di Malaka. Sam yang terobaesi dengan kata-kata Ken palsu, akhirnya memilih menjadi orang yang suka mengintimidasi. Dia bersembunyi di balik nama Tuan Ken dengan sering mengambil alih harta kekayaan orang-orang di Malaka.


Tentu saja itu sangat membuat Ken palsu senang. Dan terakhir, dia memberi tuga pada Sam untuk merebut harta milik Keluarga Darmawan. Namun saat itulah Sam sama sekali tidak pernah melaporkan keberadaannya.


"Tuan Ken, sampai sekarang Sam belum ada kabar, terakhir kali dia melaporkan sedang mengejar Nona Elena. Namun setelah itu dia sama sekali tidak memberi kabar." Seorang pria berumur empat puluhan melapor pada Ken.


"Sakala, aku ingin kamu mengerahkan orang untuk mencarinya. Cari tahu apa yang terjadi dan segera laporkan padaku." Kata Bai Lang memberi perintah kepada orang yang dipanggil Sakala.


"Perintah Tuan segera dilaksanakan." Jawab Sakala sambil membungkuk hormat.


Ken hanya melambaikan tangan dan menyuruhnya pergi.


"Ramalan, ramalan apa? Mungkin saja yang dimaksud adalah bocah bernama Hong Tao. Haha.... Dia masih di Tiongkok memperdalam ilmu kanuragan. Dan baru kembali setelah lima tahun. Pada saat itu, aku sudah semakin kuat." Bai Lang sangat meremehkan ramalan itu.


Bahkan, Bai Lang tidak percaya. Walau kadang hatinya juga memberontak, namun dengan kekuatannya, Bai Lang sangat percaya bahwa tidak ada yang bisa mengalahkannya.


Kembali ke kediaman Darmawan


"Elena, tugasku sudah selesai. Sekarang adalah giliranmu. Kamu bisa menggantikanku mengurus perusahaan. Ayah tahu kamu lah yang paling bisa. Kamu sudah berjuang sampai membawa Galang kemari. Dan dengan itu semua, misi Raja Naga Kesembilan sudah tercapai." Ucap Pian pada Elena.


"Apakah ayah yakin Galang adalah orangnya? " Tanya Elena dengan ragu.

__ADS_1


"Kamu kan tahu,, leluhur kita berasal dari negeri di mana Galabg berasal. Kamu lihat sendiri lukisan Raja Naga Kesembilan? Itu bukan suatu kebetulan. Bahwa Galang merupakan keturunannya. Kamu juga tahu, ketika Galang menelan pil itu, ada cahaya yang keluar dari tubuhnya." Jawab Pian.


Pian tersenyum memandang Elena yang masih ragu-ragu. Dia punya keyakinan bahwa Raja Naga Kesembilan merupakan leluhur Galang juga.


"Aku berharap apa yang ayah katakan benar. Dan Galang bisa membunuh Ken palsu agar negara kita aman dari dominasinya." Kata Elena kemudian.


"Ayah sangat yakin. Ayah sudah mencoba beberapa pil kepada adik-adik dan kakak-kakakmu. Tapi tidak ada reaksi apapun. Elena, yakinlah, Nak." Pian meyakinkan Elena yang sedikit ragu.


Elena pun mengangguk dan tersenyum pada orang tua itu. Elena memang sudah lama berjuang demi seorang yang akan menyelamatkan banyak orang.


Di dunia wira usaha, persaingan selalu menjadi hal paling bisa dijumpai. Namun jika seorang pengusaha sudah menggunakan kekerasan dan sampai membunuhi pesaingnya, maka itu sangat tidak sehat.


Apalagi, Ken palsu merampasi harta kekayaan dan perusahaan orang-orang yang sudah dibunuhnya. Itu sudah melanggar banyak aturan. Kendati demikian, tidak ada yang bisa menjerat Ken palsu karena backingnya sangat kuat.


Mari kita kembali ke Galang yang saat ini sudah berada di hotel. Saat bertemu Anton, Nenenk Diah dan Kakek Li, Galang menceritakan tentang pengalamannya di rumah keluarga Darmawan. Mulai dari lukisan yang mirip dengannya, seribu pil ajaib hingga buku Tuju Bayangan Naga.


"Aku tahu soal buku itu. Itu adalah legenda limaratus tahun lalu. Kakekmu pernah menceritakan perihal Raja Naga Kesembilan." Nenek Diah berusaha mengingatnya.


"Dalam setiap kurun waktu limaratus tahun, maka akan muncul keturunan Raja Naga. Keturunan itu akan mewarisi kekuatan Raja Naga sebelumnya dan itu akan terus terjadi limaratus tahun yabg akan datang. Jika benar apa yang kamu katakan, bisa jadi kamu adalah Raja Naga Kesepuluh dan akan menguasai Tujuh Bayangan Naga." Lanjut Nenek Diah.


"Nenek, apa yang kamu katakan? Raja Naga Kesepuluh? Itu sangat tidak masuk akal." Galang sama sekali tidak percaya.


"Heh, walaupun kamu tidak percaya, tapi kamu yang akan mengalaminya. Dan bukan kamu yang akan mengaku-ngaku bahwa kamu adalah Raja Naga Kesepuluh. Tapi orang-orang dari dunia kanuragan yang akan menjulukimu! Dasar bocah! Uhuk.. Uhuk.." Nenek Diah sampai terbatuk saking kesalnya.


"Baiklah Nenek, aku percaya padamu." Ucap Galang kemudian. Nenek Diah hanya menggerutu yang membuat Anton dan Kakek Li tersenyum dikulum.

__ADS_1


"Jadi, Seribu Pil yang dilelang oleh Ken palsu itu adalah barang palsu?" Tanya Anton


"Iya, Paman. Aku sudah mendapatkan pil.yang asli. Dan itu diberikan oleh Kepala Keluarga Darmawan." Galang lalu menunjukkan pil yang dia bawa dari keluarga Darmawan.


Kakek Li, Nenek Diah dan Anton terkesima ketika melihat pil-pil yang ditunjukkan Galang. Sementara Kakek Li yakin bahwa itu adalah asli karena cerita Galang sebelumnya ketika dia menelan satu pil ajaib itu.


"Paman, Nenek dan Kakek, aku masuk kamar dulu, aku akan mempelajari buku itu. Apakah aku sanggup mempelajarinya atau tidak itu tergantung kemampuanku." Gapang lalu berpamitan.


Nenek Diah, Kakek Li dan Anton mengangguk. Galang kemudian meninggalkan mereka berriga dan menuju kamarnya. Setelah meletakkan kotak kaca dan buku, Galang merebahkan diri di sofa.


Galang masih ingat bagaimana tubuhnya mengeluarkan cahaya saat setelah menelan satu butir pil ajaib. Tubuhnya terasa panas seperti terbakar dan seperti ada kotoran yang keluar dari tubuhnya.


Galang lalu mengambil buku di atas meja, menimang-nimang, membaca tulisan di luarnya, lalu membuka halaman pertama pada buku.


Ada tulisan lain yang ditulis dengan tebal, "Naga Penjaga", lalu Galang membuka selanjutnya. Ada gambar orangbyang sedang melakukan gerakan-gerakan seperti memainlan jurus beladiri dan ada keterangan di bawa gambar-gambar itu.


Galang lalu menghafalkan semua gerakan dan membaca keterangan di bawah gambar. Galang seperti sangat mudah menghafalnya. Apalagi itu hanya sebuah gambar yang sangat sederhana.


Selama hampir satu jam membaca, Galang akhirnya sudah menyelesaikannya dan di halaman terakhir, Galang sangat terkejut. Ada tulisan yang berbunyi,


"Kamu adalah Raja Naga Kesepuluh"


Lalu dilanjutkan,


"Buku ini akan mencari keturunanmu berikutnya dan ada orang yang akan menyimpannya sampai buku ini menemukan keturunanmu selanjutnya. Kamu tidak perlu kuatir tentang siapa yang akan menjadi penerusmu kelak di limaratus tahun yang akan datang. Karena takdir tidak bisa dilawan, maka kamu sudah menerima takdirmu."

__ADS_1


__ADS_2