Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Pulau Harimau


__ADS_3

Kapal Galang sudah sampai di pelabuhan kecil Pulau Harimau. Para Tetua memprioritaskan kapal Galang untuk bisa langsung bersansar. Mereka memerintahkan kepada petugas pelabuhan agar kapal-kapal penumpang untuk segera meninggalkan pulau jika sudah menurunkan penumpang.


Sementara, Pulau Harimau sevwnarnya bukan tempat wisata yg bisa sembarangan dikunjungi. Namun karena permintaan pemerintah swtempat, maka pihak Klan Harimau mengizinkan mereka untuk masuk melihat duel nanti.


Pihak Klan Harimau juga menyediakan penginapan. Berbagai vila mulai dari yang murah sampai yang mewah disewakan. Itu juga menjadi keuntungan bagi pihak Klan.


Meskipun begiyu, orang-orang ini dibatasi untuk melihat semua pulau tentunya. Dan itu sudah menjadi kesepakatan di awal.


Kapal Galang sudah bersandar di pelabuhan, setelah menurunkan jangkar, kapal itu pu membuka pintu dan keluar dari sana empat mobil yang memang dibawa oleh kapal. Juga ada di antara mereka Ken dan kedua anaknya, Pian dan putrinya, Galang, Rangga, Anton, Nenek Diah dan Kakek Li.


Mereka disambut langsung oleh para tetua Klan Harimau yang sudah lama menubggu mereka di sana.


Ada satu hal yang menarik perhatian Galang saat itu. ada sebuah patung besar setinggi puluhan meter. Patung seorang pemuda yang sedang membawa pedang. Galang memperhatikan dengan seksama patun bitu.


Itu adalah patung dirinya yang sedang membawa pedang? Galang penasaran lalu bertanya pada Hawata, "Paman, patung itu?"


"Itu adalah patung Raja Naga Kesembilan. Ada apa?" Hawata menjawab sambil melihat patung itu, lalu kembali melihat ke arah Galang.


"Kamu?" Hawata terkejut, lalu semua orang menoleh ke arah Hawata yang terkejut.


"Ada apa?" Tanya tetua yang lain.


Hawata lalu menunjukkan patung, lalu juga menunjukkan bagaimana patung itu mirip dengan Galang. Semua orang terkejut saat itu.


"Apakah kamu memiliki pedang itu?" Tqnya Hawata.


Galang lalu mengambil pedang dari mobilnya dan membawanya ke hadapan mereka serta menghunusnya.

__ADS_1


Sontak Hawata dan para tetua berlutut dan memberi hormat pada Galang.


"Anda adalah Raja kami!" Teriak para tetua yang menarik perhatian dari orang-orang yang ada di pelabuhan.


"Bangunlah, jangan memancing perhatian!" Perintah Galang. Walaupun mereka begitu takut, namun mereka bangun. Dan saat itu juga mereka membawa Galabg dan lainnya menuju sebuah vila besar dan megah. Area vila itu sangat luas dengan berbagai pohon yang dikerdilkan. Pintu gerbang utama dijaga ketat oleh puluhan orang dengan bersenjata tombak dan pedang.


Di dalam pagar, ada halaman yang sangat luas seperti sebuah taman bunga yang indah. Ada berbagai bunga yang beraneka warna tumbuh di halaman dan ditata dengan rapi.


Saat para tetua memasuki gerbang, para penjaga berlutut dengan hormat.


Mobil pun diparkir di halaman samping yang memang khusss dibuat untuk area parkir pribadi. Sedangkan tamu yang masuk tidak boleh membawa mobil. Para penjaga heran, mobil tamu kenapa ikut masuk? Mereka pun saling berpandangan satu dan lainnya.


Galang dan lainnya turun dari mobil dan mereka langsung masuk ke dalam vila.


Ketika memasuki vila, Galang melihat ada sejenis aula pertemuan dengan sebuah tempat duduk seperti tempat duduk seorang raja.


Saat berada di aula besar itu, ada ratusan orang yang sudah menyambut mereka. Para tetua yang sedqri tadi menahan diri akhirnya kembali berlurut di hadapan Galang.


"Selamat datang Raja Naga! Kami Klan Harimau pengikut setiamu selama ribuan tahun, memberi hormat!" Ucapan para tetua mengejutkan orang-orang yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka.


Ratusan orang itupun akhirnya ikut berlutut dan mwnirukan ucapan para tetua.


Galang yang tidak tahu apa yang harus dilakukan, akhirnya mendekati Hawata yang sedang berlutut. Hawata yang memang sedang berlutut berusaha menghindar. Bagi mereka, tidak boleh bersentuhan langsung dengan raja. Apalagi itu adalah Raja Naga.


"Paman Hawata! Aku memerintahkanmu untuk menjelaskan ini semua!" Teriak Galang membuat Hawata sangat ketakutan. Semua orang di sana juga menunduk dengan ketakutan. Sementara orang-orang yang bersama Galang juga kebingungan.


"Tuanku, kami Klan Harimau adalah pengikut Raja Naga selama ribuan tahun, kami tahu Anda adalah Raja Naga Kesepuluh yang tentu saja memiliki Tujug Bayangan Naga dan Pedang Naga. Jadi kami adalah pengikut Anda. Kami sudah menunggu selama limaratus tahun dan Anda sudah datang." Jelas Hawata.

__ADS_1


"Bagaimana kamu tahu aku memiliki Tujuh Bayangan Naga?" Tanya Galang.


"Sebelum memiliki Pedang Naga, Raja Naga pastinya harus memiliki Tujuh Bayangan Naga terlebih dahulu." Jawab Hawata.


"Kami Klan Hatimau memberi hormat pada Raja Naga Kesepuluh! Kami Klan Hatimau memberi hormat pada Raja Naga Kesepuluh! Kami Klan Hatimau memberi hormat pada Raja Naga Kesepuluh!" Terdengar di seluruh ruangan semua orang memberi salam pada Galang.


Antara terkejut dan tidak memahami, Galang pun mengangkat tangan kanannya. Ini benar-benar di luar dugaannya.


******


Malam ini di Kota S sangat ramai. Ada hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Para pemgusaha yang terbebas dari penindasan Rocky, mengadakan pesta. Pesta di adakan di semua restoran Darq Shinta Food. Mereka menyewa semua restorqn dan mengundang banyak orang termasuk pejabat pemerintah dan para petinggi penegak hukum.


Tidak lupa, mereka juga mengundang Diana dan datang ke pesta itu. Diana jelas menjadi primadona. Wanita tercantik di Kofa S juga sekaligus pahlawan bagi mereka para pengusaha.


Di sisi lain kemeriahan pesta, di sebuah jalan tol, sekelompok orang sedang dalam perjalanan menuju Kota S. Dengan mengendarai sebuah mpbil.


"Kakak, benarkah perempuan bernama Diana itu sangat hebat? Kenapa Rocky bisa kalah darinya?" Tanya seorang perempuan yang wajahnya tertutup rambut. Perempuan itu mengikat kepalanya dengan kain berwarna merah, memakai pakaian seperti jubah berwarna putih keabu-abuan. Di tangannya, ada sebuah pedang setengah meter dengan sarung.


"Dasar bodoh, kalau kalah ya kalah. Tidak pedul dia Rocky atau siapa. Tapi Tuan Roy membayar kita mahal untuk memvunuh perempuan bernama Diana itu. Jangan sampai gagal. Uang sepuluh miliar jangan sampai terlewatkan!" Ucap seorang pria berbadan besar.


Di kepalanya tidak ada rambut. Berpakaian seperti seorang tentara. Di kepalanya, dia memakai topi seperti yang dikenakan kebanyakan tentara. Dari kepala sampai kaki, dia memakai pakaian tentara. Di tubuh pria ini, terlilit rantai yang panjang. Di ujung rantai itu ada tiga buah pisau yang sangat tajam


Sementara tiga pria lain masing-masing memakai kaos. Memakai crlana jin berwarna coklat tua. Dan masing-masing dari mereka membawa dua buah pedang pendek yang berada di punggung.


Sementara Sopir yang mengantar mereka sepertinya adalah penunjuk jalan yang dikirim oleh Roy.


"Baik, Kakak!" Jawab keempat orang itu serempak.

__ADS_1


__ADS_2