Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Hadiah Dari Diana


__ADS_3

Saat mereka semua terkejut, Herman maju dan menyalami Hana. Dengan gemetar, Hana pun menyambut salam dari Herman.


"Guru Hana, saya Herman, saya adalah Direktur Utama Dara Shinta Food,, saya adalah teman Nona Diana, murid Anda yang paling cantik di SMA Negeri 1 Kota S. Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke lima puluh. Semoga Anda panjang umur." Herman lalu memberikan hadiahnya pada Hana.


Dengan gemetar, Hana menerima hadiah itu. Lalu istri dan anak-anak Herman juga memberikan hadiah pada Hana. Hana yang bingung mencoba tersenyun. Sementara yang hadir di sana juga sangat terkejut.


Setelah Herman, kini Arya yang maju, "Guru Hana, saya Arya, Direktur Utama Galang Samudera Biru, saya juga teman Nona Diana, murid Anda yang paling cantik. Saya dan keluarga saya mengucapkan selamat ulang tahun, semoga Anda panjang umur." Lalu Arya menyalami Guru Hana dan memberikan hadiah. Istrinya juga maju dan memberikan hadiah. Tidak lupa Sisi dan Dimas juga memberikan hadiah dan mengucapkan selamat ulang tahun.


"Saya David, teman Nona Diana, murid Anda yang paling cantik di SMA, saya direktue utama Buana Konstruksi. Selamat ulang tahun, semoga Anda panjang umur." David, istrinya juga anak-anaknya memberikan hadiah pada Hana.


Kemudian disusul para dirut lainnya yang juga memberikan hadiah pada Hana. Semua hadiah dikumpulkan oleh beberapa pelayan yang diperintah eh manajer restoran.


Hana sampai meneteskan air mata saat itu. Ini apa? Tanyanya dalam hati. Dia tentu saja sangat mengingat Diana. Muridnya yang paling cerdas dan jago olahraga terutama beladiri.


Para dirut dan keluarganya kemudian membuka jalan untuk Diana, Karmen dan Dara. Saat melewati mereka, mereka pun membungkuk hormat pada Diana. Itu menambah keterkejutan para guru yang hadir. Mereka pun mengenali Diana.


Diana berjalan bersama Karmen dan Dara. Lalu Diana langsung ke arah Guru Hana.


"Diana? Itukah kamu?" Tanya Guru Hana.


Diana tersenyum, "Guru Hana, selamat ulang tahun."


Lalu Diana membuka hadiah yang dibawanya. Sebuah kalung emas murni duapuluh empat karat seberat satu ons. Lalu mengalungkan di leher Hana.


"Guru Hana, jika ada kebutuhan mendadak, Guru bisa menjualnya dengan cepat. Suratnya ada di kotak ini." Diana lalu memberikan kota perhiasan pada Hana.


"Terimakasih Diana. Kamu? Mereka mengatakan kalau mereka adalah teman-temanmu?" Guru Hana samapai kebingungan berkata-kata. Diana hanya mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


"Nenek!" Dara yang dari tadi berdiri lalu memanggil Hana dengan sebutan nenek. Hana terkejut dan melihat ke arah Diana. Diana mengangguk dan tersenyum


"Hei, cucu, kemarilah!" Seru Hana pada Dara. Dipanggil cucu, tentu saja Dara sangat senang. Di tangannya, Dara memegang kota hadiah. Terlihat lucu dan menggemaskan. Dia sudah menunggu memberikan hadiah dari tadi. Dia tidak tahu apa isi hadiahnya, tapi itu tidak terlalu berat.


"Terimakasih cucu. Kamu sangat cantik seperti ibumu." Kata Guru Hana. Dara melihat ke arah Diana. Diana pun tersenyum. Jadi dia cantik aeperti ibunya. Dara memang mengagumi kecantikan ibunya, dia juga berharap sangat cantik seperti ibunya. Dan benar saja, Nenek Hana mengatakan dia sangat cantik swperti ibunya.


Tangan Dara menarik-narik baju Diana. Diana menoleh ke arahnya.


"Buka!" Seru Dara. Diana pun membuka hadian Dara. Sebuah gelang emas seberat satu ons. Lalu diberikan pada Dara. Dara menerimanya lalu dengan susah payah memakaikannya di tangan Hana.


Semua orang tertawa melihat kelakuan Daran. Dara sangat senang. Dia benar-benar seperti ibunya.


Terakhir, Karmen maju dan memberikan hadiahnya pada Hana. "Selamat ulang tahun, Guru Hana"


Hana memandang Diana, "Dia temanku." Kata Diana yang paham maksud dari Guru Hana.


Setelah itu, Diana juga menyapa guru-guru yang ada di sana. Guru-guru yang pernah mendidik, membimbing dan mengajarnya sewaktu sekolah. Kini bertemu saat ulang tahun Hana.


"Paman Herman!" Diana menoleh ke arah Herman.


Herman maju ke hadapan Hana. "Guru Hana, karena Anda adalah Guru dari Nona Diana, untuk pasanan Anda semuanya gratis. Dan uang yang sudah masuk akan dikembalikan." Kata Herman.


Hana sangat terkejut. Bahkan setelah menerima hadiah yang begitu banyak, meja dan makanan juga gratis.


"Tuan Herman, tidak perlu seperti itu. Kami sudah cukup merepotkan kalian. Jadi biarlah uang yang masuk tidak oerlu dikembalikan." Hana berusaha menolaknya.


"Guru Hana, jika Anda menolak, maka Anda sama saja menyuruh Nona Diana memukulku. Nona Diana pasti akan sangat marah padaku." Herman mencoba menjelaskan.

__ADS_1


"Tuan Herman, apa maksud Anda?" Tanya Hana.


"Guru Hana, Dara Shinta Food adalah milik Nona Diana, jadi ini adalah hadiah dari Nona Diana untuk Anda." Jawab Herman.


"Kami para ditektur utama semuanya bekerja di perusahaan milik Nona Diana." Lanjut Herman.


"Apa?" Hana sangat terkejut. Dia memandang Diana. Diana pun mengangguk dan tersenyum masam. Guru-guru Disna yang lain juga terkejut.


Diana menoleh ke arah Herman Herman menunduk dan tidak berani menatapnya.


Saat itu terdengar suara kaki kecil dihentak-hentakkan di lantai. Diana menoleh ke arah Dara, tersenyum, "Bsiklah Guru Hana dan Guru-Guru semua, silahkan menikmati hidangannya. Kami masih ada acara, jadi kami pergi dulu." Kata Diana sambil mengangkat Dara dalam gendongannya.


"Diana, sekali lagi terimakasih atas semua hadiah yang kamu berikan. Kamu sangat baik sekali." Kata Hana.


"Sama-sama Guru Hana." Jawab Diana, lalu dia pergi dan berpindah ke meja di mana tadi dia betada.


Saat itu, makanan pesanan meja Hana sudah datang, begitu juga di meja Diana. Jadi mereka semua makan dan menikmati hidangan yang sangat spesial.


Diana sangat senang bisa membantu gurunya. Di antara semua guru, Guru Hana lah hidupnya lumayan berat. Suaminya dulu hanya seorang buruh konstruksi. Namun, mereka terlihat sangat bahagia. Diana sering bermain ke rumah gurunya itu dulu.


Selesai makan, Diana pun memberi pesan kepada semua dirut untuk tidak bekerjasama lagi dengan Rocky. Diana juga menekankan bahwa mereka tidak perlu takut pada Rocly.


"Sekali lagi, aku ingin kalian benar-benar tangguh. Jangan pernah berkompromi dengan kejahatan. Rocky biar aku yang akan menghadapinya."


"Baik, Nona!" Merekapun menjawab dengan keyakinan. Diana senang, Dia bisa mengataai masalah perusahaan dengan cepat. Tinggal dia akan membuat aturan baru untk menggantikan aturan lama yang memvuat karyawan tidak nyaman.


"Kekuatan kita adalah kebaikan, jika berbuat baik bisa mengalahkan kejahatan, maka berbuat baiklah dan jangan pernah ragu untuk berbuat baik, walaupun kepada bawahan sekalipun." Itulah pesan Diana yang terakhir sebelum pulang.

__ADS_1


Banyak pelajaran dari buku-buku yang dibacanya dan itu membuatnya tidak kalah bijak, tidak kalah pintar dan tidak kalah cerdas dengan orang-orang yang sekolahnya tinggi.


Selain membaca buku, Diana juga suka sekali makan sayuran hijau, itu membuat tubuh dan mentalnya menjadi kuat. Itu yang akan dia selalu ajarkan ke generasi berikutnya. Makan makanan yang bergizi, sayuran hijau dan susu. Jangan lupa membaca buku. Banyak ilmu yang bisa di dapat dari membaca buku.


__ADS_2