Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Pertempuran Dekat Istana


__ADS_3

"Cepat kita kesana! Jangan sampai mereka terlalu dekat dengan benteng!" Teriak Diana.


Ketiganya lalu memacu kuda dengan sangat cepat. Tidak peduli lagi dengan keadaan di sekitar dan langsung mencegat pasukan musuh yang dipimpin langsungboleh panglima Jung Saka.


Untuk diketahui, Panglima Jung Saka memiliki lima pendekar sakti yang berhasil membunuh Panglima Rungkut. Dan pendekar-pendekar itu kesaktiannya di bawah Pamglima Jung Saka.


Panglima Rungkut juga adalah seorang ahli beladiri yang sangat disegani dan ditakuti oleh lawan maupun kawan. Namun, Panglima Rungkut berhasil dibumuh oleh lima pendekar bawahan Panglima Jung Saka.


Semua prajurit yang berada di benteng saling pandang. Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya melihat Diana, Rangga dan Karmen kini sudah berhadap-hadapan dengan pasukan musuh.


Saat itu Pamglima Jung Saka memerintahkan prajuritnya untuk berhenti. Mereka berhenti dan segera menyiapkan busus dan anak panah. Saat itu Diana masih memadang ke arah Jung Saka yang berbadan tinggi besar.


Walaupun begitu, baik Diana, Karmen dan Rangga juga tidak kalah tinggi. Ketiganya adalahorang-orang dengan perawakan tinggi dan tubuh proporsional.


Terlihat di sana ada lima pendekar tanpa baju perang. Dan, senjata mereka juga berbeda-beda. Ada yang menggunakan tongkat, pedang, gada, cambuk dan rantai besi.

__ADS_1


Diana terus memperhatikan segala kemungkiman siapa lawannya nanti.


"Karmen, Rangga, serang mereka dari sisi kiri dan kanan, perhatikan, hindari berhadapan dengan lima pendekar itu, biar aku yang menghadapi Panglima dan kelima pendekar iru. Kalian hancurkan saja prqjurit-prajurit itu. Berhati-hatilah, mereka pasti prajurit-prajurit pilihan!" Kata Diana


"Gunakan perisai kalian untuk melindungi diri dari anak panah!" Teriak Diana. Lalu dia sudah terbang dari atas kudan dan langsung mencabut pedang Cakar Naganya. Lalu masih dalam keadaan seperti terbang, Diana menebaskan pedang dari kiri ke kanan.


Pedang mengeluarkan suara bergemuruh seperti angin. Tampak sebuah cakar berukuran raksasa seperti keluar dari pedang dan langsung memyerang ke arah prajurit di depan sana.


Bersamaan dengan itu, para prajurit melepaskan anak panah. Ribuan anak panah menyerbu ke arah Diana, Karmen dan Rangga. Namun, cakar dari pedang menghancurkan semua anak panah yang menuju Diana. Dan cakar itu terus bergerak ke depan.


Ratusan prajurit langsung terpental dan meregang nyawa. Namun para pendekar dan Panglima Jung Saka melompat ke belakang. Hanya kuda mereka yang mati terkena cakar pedang Diana.


Keduanya juga sudah berhasil membumuh ratusan prajurit dalam waktu beberapa menit. Dan mereka terus menyerang prajurit musuh tanpa ampun.


Diana juga terus melakukan gerakan yang sama, sekali tebas, ratusan muauh tumbang dan mati. Diana berharap Panglima Jung Saka dan kelima pendekar akan segera maju menyerangnya.

__ADS_1


Benar saja, kelima pendekar bawahan Jung Saka sudah berada di hadapan Diana dan langsung menyerang Diana. Diana senang karena akhirnya kelima pendekar itu menghadapinya. Itu artinya dia akan segera menghabisi mereka.


"Wah! Rupanya seorang gadis cantik! Berani sekali menyerang kami!" Teriak salah seorang dari lima pendekar sakti.


Kelima orang ini adalah laki-laki semua. Umur mereka rata-rata sekitar tiga puluh tahun. Namun kemampuan beladiri jelas tidak diragukan. Mereka berlima berhasil membunuh Panglima Rungkut walau tidak mudah.


Namun kali ini yang mereka hadapi adalah Diana. Tentu saja itu berbeda.


"Kalian sudah membunuh kerabatku Panglima Rungkut. Aku akan menuntut balas atas kematiannya!" Kata Diana.


"Hahahahahahah!" Kelima orang itu langsung tertawa terbahak-bahak. Mereka justru menertawakan Diana. Mereka melihat serangan Diana tadi. Namun mereka masih merwmehkan Diana.


"Hai gadis cantik! Apa kamu yakin bisa memgalahkan kami yang membunuh panglimamu itu? Haha!" Tanya salah seorang.


"Apa peduliku? Kalian akan segera mati dan masih beromong kosong. Aku akan segera membunuh kalian semua!" Sahut Diana.

__ADS_1


Pedangnya masih ada di tangannya dan kini pedang itu mengeluarkan cahaya tipis berwana kuning emas. Lalu, tanpa berkata lagi, Diana langsung menyerang lima orang tersebut. Kini, bukan saja pedangnya yang memancarkan cahaya kuning emas, namun, tubuh Diana juga seperti terlindungi oleh cahaya kuning.


Diana heran, apakah karena kakek yang telah membuat seperti ini?


__ADS_2