Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Diana Vs Rocky 1


__ADS_3

Mari sejenak kita tinggalkan Malaka, kita kembali ke kota S. Kabar terbaru hari ini adalah, Diana dan Rocky saling berseteru.


Rocky mengundang Diana hadir dalam pertemuan para pengusaha di Kota S. Hal itu disampaikan Jatmiko dalam sebuah surat yang dikirim oleh Rocky melaluinya.


"Nona, Anda tqhu Rocky sangat licik dan selalu menggunakan segala cara untuk memperoleh keinginannya. Harap Nona pertimbangkan lagi untuk hadir di sana." Kata Jatmiko setelah Diana memutuskan untuk hadir dalam pertemuan itu.


"Betul, Nona. Rocky bukan manusia." Tambah Anita yang juga merasa khawatir.


Diana memang mengumumkan kalau dia membuat grup baru yang di dalamnya adalah perusahaan-perusahaan miliknya. Grup baru itu diberi nama Grup Dara Shinta. Dan pemilik dari Grup itu adalah Diana.


Hal ini membuat Rocky geram. Jadi dia bermaksud mengundang Diana hadir dalam pertemuan pengusaha di Kota S dan Diana menyetujuinya.


"Aku tahu, Paman, Anita. Tapi aku akan hadir." Keputusan Diana sudah bulat.


"Tapi, Nona..." Sebelum meneruskan ucapannya, Diana sudah memberi kode dengan tangan agar Jatmiko tidak protes.


Jatmiko pun tidak meneruskan ucapannya dan memilih diam, sementara Diana hanya tersenyum masam.


Karmen keluar menggendong Dara. Di tangannya ada helm kecil yang biasa dia pakai ketika naik sepeda listrik. Hari ini, Karmen dan Diana akan mengajak Dara keluar untuk membeli baju yang mirip milik Diana. Diana memiliki baju baru yang dipakainya bila pergi ke perusahaan.


Dara yang melihat itu pun minta dibelikan yang sama. Tahu lah Dara, kalau dia senang dengan sesuatu, maka dia harus punya juga.


Perusahaan baru Diana membawahi Dara Shita Food, Galang Samudera Biru dan perusahaan lainnya. Grup Dqrq Shinta sendiri seb3narnya bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa yang melayani semua perusahaan yang ingin bekerjasama.


Dengan begini, Rocky merasa tersaingi. Selama ini, untuk pengadaan barang dan jasa dimonopoli perusahaan Rocky dan selalu saja harganya sangat mahal. Jadi Diana mengambil inisiatif bersaing secara sehat sambil memperingatkan Rocky bahwa, dia bukan orang yang pantas ditakuti.


Sejak itu, perusahaan-perusahaan pun mulai berani melawan dominasi Rocky dan tentu saja Rocky sangat marah karena hal ini. Hal ini pun dimanfaatkan Diana untuk menekan perusahaan Rocky yang memang memonopoli pengadaan barang dan jasa dengan harga yang tidak masuk akal.


Akibat dari perusahaan Diana, Rocky mengalami kerugian yang cukup besar. Pasar pengadaan barang dan jasa yang awalnya dikuasainya kini beralih ke Dara Shinta Grup.


Seperti diketahui, Rocky adalah penguasa di dunia hitam di Kota S. Menurut beberapa sumber, Rocky didukung pimpinan dunia hitam di ibukota. Jadi dia merasa bahwa dirinyalah yang paling kuat.


Apalagi, ada sekitar enam sampai tujuh tetua yang kemapuan beladirinya sudah mendekati master. Jadi apalagi, tentu saja Rocky merasa di atas angin.

__ADS_1


"Ibu, ayo!" Suara Dara memecah suasana.


Diana agak terkejut dan tentu saja hanya Jatmiko yang merasa tidak nyaman dengan keputusan Diana melawan Rocky.


"Paman, kami mau belanja bajunya Dara, apakah bisa mengantar kami?" Tanya Diana.


"Tentu saja, Nona. Dengan senang hati.


Di antara mereka bertiga, Dara melonjak kegirangan karena ada yang mengantarnya. Dara berpikir mereka akan naik sepeda listrik seperti biasanya. Ternyata mereka akan diantar oleh Jatmiko dan Anita.


******


"Aku berpikir bahwa Nona Diana pasti tidak berani hadir. Jika memang begitu, maka, aku akan membuatnya memperoleh kerugian besar. Ini adalah kesempatanku mengambil kemvali apa yang menjadi milikku. Haha!" Seru Rocky.


"Tapi, Tuan! Nona Diana akan hadir, dia telah mengirim aurat balasannya padaku. Bahkan, tidak ada keraguan sama sekali pada dirinya." Lukas lalu memberikan surat dari Diana pada Rocky.


"Berani sekali dia? Memangnya dia sehebat apa?" Rocky geram dan meremas kertas yang baru saja dibacanya.


"Tidak ada yang bisa menyelidikinya, Tuan. Nona itu sangat tertutup dan tidak ada yang tahu seberapa kuatnya dia." Jawab Lukas.


Para tetua memang tidak pernah melakukan apapun jika tidak diminta oleh Rocky. Dan mereka hanya akan melakukan pekerjaan jika hal itu sangat berat bagi Rocky dan anak buahnya.


"Apakah Tuan Robby sudah tahu tentang hal ini, sekarang?" Tanya Rocky.


"Tidak, Tuan. Kami menutup akses masuk mata-mata dari Tuan Robby, kami akan selalu membuat mereka kembali dengan berita yang menyenangkan. Dan tentu saja itu memakai uang sogokan untuk menghindari kemarahan Tuan Robby." Jawab Lukas.


"Bagus kalau begitu, lakukan yang terbaik. Aku tidak.mau ada maaalah yang serius. Dan sebaiknya kamu tidak lupa apa yang harus dilakukan pada Nona Diana saat dia datang di pertemuan." Rocky mendengus sambil menatap tajam.ke Lukas yang berdiri.menunduk di samping Rocky.


"Tentu saja, Tuan!" Jawab Lukas, membungkuk lalu pergi. Sementara Rocky mengepalkan tinjunya dan memukul-mukulkan di pahanya.


"Lukas!" Seru Rocky. Lukas yang hampir sampai di pintu lalu menghentikan langkahnya dan buru-buru kembali ke Rocky.


"Ya, Tuan? Ada apa?" Tanya Lukas

__ADS_1


"Apakan Tuan Muda Firman sudah datang?" Tanya Rocky.


"Kabarnya Tuan Muda Firman akan datang pagi ini, Tuan. Tapi belum ada kabar lagi dari asistennya." Jawab Lukas merasa lega. Dia mengira Rocky akan marah apa padanya, ternyata hanya menanyakan orang itu.


"Baiklah! Pergilah! Siapkan kamar untuknya. Nanti malam dia juga akan hadir di pertemuan." Kata Rocky sambil melambaikan tangannya.


Lukas segera pergi dari tempat itu.


*******


Pim Departemen Store.ada lah pusat perbelanjaan yang sangat besar di Kota S. Letalnya tidak jauh dari Dara Shinta Food.


Jika tidak ada kejadian tempo hari, mungkin Anita akan mengajak mereka pergi ke pusat perbelanjaan yang pernah dia tunjukkan pada Galang saat itu.


Kini dia mengantar mereka kemari karwna di sini selain lebih besar, juga lebih lengkap. Barang apapun yang ingin dicari pasti ada.


"Baiklah, di sini saja." Kata Diana menyetujuinya.


"Setelah ini kita akan ke restoran lokal di Dara Shinta Food." Diana melanjutakan.


"Ayam Goleng!" Dara langsung menyahut. Apalagi sih di dalam pikiran Dara selain ayam goreng jika bicara soal restoran? Seolah dia selalu mengingatkan agar jangan sampai lupa bahwa Dara menyukai ayam goreng. Jadi dia mengingatkan orang-orang dewasa. Hmmm, Dara tidak tahu, bahwa tanpa dia harus mengingatkan, orang-orang dewasa pasti sudah tahu dan mengingatnya.


"Tapi harus makan sayur, ya." Diana berkata sambil tersenyum. Dara pun mengangguk. Asal dia bisa makan paha ayam goreng, dia akan bisa makan apa saja sebagai penyertanya.


Mereka semua tertawa melihat tingkah Dara yang lucu dan menggemaskan. Apalagi jika dia sedang tersenyum, itu sangat manis sekali.


Saat mereka sedang bercanda, tampak beberapa orang berpakaian serba hitam terburu-buru berjalan ke arah mereka sambil seolah menyuruh mereka minggir.


"Minggir, Tuqn Muda kami mau lewat!" Kata salah seorang dari mereka.


Lalu Diana memberi kode agar menyingkir dan tidak perlu menganggap serius. Asal tidak.mengganggu, biarkan saja. Toh ini adalah tempat umum.


Lalu tampak di depan mereka seorang pemuda berjalan dengan sombong. Berpakaian lengkap dengan jas, namun, di lehernya tidak ada dasi, namun justru sebuah kalung emas yang besar.

__ADS_1


Orang-orang pun heran, siapa orang ini? Mereka belum pernah melihat mereka sebelumnya.


Pemuda itu pun menoleh ke kanan dan kekiri sambil tersenyum. Ketika dia melihat Diana, pemuda itu berhenti dan menuju ke arahnya.


__ADS_2