
"Para Pangeran! Aku menawarkan, bagi siapapun yang ingin protes karena pengangkatanku, maka silahkan ajukan keberatan.pada Raja. Aku tidak akan marah atau kecewa. Aky juga tetap ikut berperang dengan prajuritku dsn pengikutku. Aku tunggu sampai hari ini tidak ada keputusan baru dari Raja, maka, jangan ganggu aku dengan hal-hal yang tidak berguna!" Kata Diana setelah para Pangeran berada di sana.
Para Pangeran saling pandang. Ludira sudah tahu kemampuan Diana, sementara lainnya belum tahu. Hanya melihat beberapa prajurit babak belur habis dipukuli.
"Ada apa ini?" Tanya Pangeran Erlangga.
"Iya, Kakak! Ada apa?" Sahut Pangeran Lintang ilut bertanya. Sementara pangeran lain juga ikutan bertanya.
"Apakah kalian akan mengajukan keberatan?" Tanya Diana.
Ludira yang sedari tadi didesak oleh pangeran yang lain akhirnya menghela nafas. Apalagi Diana juga ikut menanyainya.
__ADS_1
"Raja sudah memgambil keputusan, dan itu yang terbaik untuk kita. Aku juga adik-adikku akan mematuhi keputusan Raja sebagai kehendak Dewa." Kata Ludira.
"Kalau begitu, mulailah menyambut prajurit baru dari berbagai kerajaan dan kadipaten. Semua Pangeran harus ikut membantu melatih prajurit dalam hal perang. Waktu hanya sedikit dan tidak bisa lagi untuk bermain-main!" Kata Diana.
"Aku akan memanggil setiap komandan pasukan seribu untuk berkumpul di sini malam ini!" Lanjut Diana.
"Aku sudah mengutus mata-mata untuk menyelidiki persenjataan musuh! Dan nanti malam, kita sudah tahu hasil dari penyelidikan mereka dan akan segera menindak lanjuti. Jika para pangeran ingin berpartisipasi, silahkan datang." Katanya lagi.
Para pangeran dan pejabat kerajaan akhirnya membubarkan diri. Mereka memang tidak pernah tahu bagaimana Diana bisa membawa mereka meraih kemenangan. Bagi mereka, seseorang yang berpengalaman dalam perang, seharusnya mereka yang menjadi panglima perang.
Sebenarnya Diana juga bingung. Nenek menyuruhnya pergi kemari dan Tuan El yang mengantarnya. Diana ingin tahu yang diinginkan neneknya ketika menyuruhnya kemari. Namun, lagi-lagi dia terlibat dalam situasi perang.
__ADS_1
Diana sempat bertanya waktu itu dan neneknya hanya menjawab bahwa dia akan tahu nanti. Ketika bertanya pada Tuan El, Tuan El memilih tidak menjawab.
Hanya saja, Tuan El mengatakan bahwa, "Kami akan datang tepat waktu." Itu saja yang diucapkan Tuan El. Dan Diana tidak bisa menerka, siapa yang dimaksud Tuan El sebagai 'kami'.
"Tuan! Prajurit dari berbagai kerajaan dan kadipaten sudah mulai berdatangan. Apakah perintahmu?" Seorang prajurit penjaga perkemahan melaporkan pada Diana.
"Kembalilah, aku akan mengatur mereka!" Jawab Diana. Prajurit segera undur diri dan kembali ke posnya.
"Ikut aku!" Kata Diana pada Karmen dan Rangga.
Ketiganya langsung menuju keluar lokasi perkemahan. Mereka ingin memastikan bahwa mereka semua dalam keadaan sehat, memiliki sejata yang kuat dan dalam kondisi siap tempur. Diana juga ingin memastikan setiap Raja dan adipati yang ikut adalah orang-orang yang memiliki prajurit tangguh.
__ADS_1
Dan besok pagi, latihan pertama adalah mengenai strategi perang dan penguasaan senjata . Diana sudah mendesain sebuah senjata besar dan sedsng dikerjakan oleh rakyatnya yang dipimpin oleh Ratu Keabadian. Senjata-senjata berat dan jenis senapan yang terbuat dari kayu dan juga peluru dari kayu.
Perencang sebebarnya adalah buku yang dibawa Diana.