
Nama Pertapa Lembah Katak sudah menjadi legenda di seluruh kerajaan. Bahkan Raja sendiri tidak akan pernah mengusik tempat itu. Apalagi, konon, pertapa memiliki pengikut dari dunia siluman.
Raja-Raja yang pernah berkuasa, tidak ada satupun yang berani dengan sengaja menyatroni Lembah Katak untuk mencari masalaah. Bahkan, jika berani, maka tidak ada yang bisa pulang dalam keadaan hidup.
Di dalam perkemahan musuh, ada satu kejadian yang membuat para prajurit sangat terheran-heran. Setiap pagi, pasti ada saja prajurit yang mati. Jumlahnya mencapai puluhan prajurit. Dan itu sudah dilaporkan kepada panglima perang.
"Ini tidak masuk akal, ini pasti ulah dari musuh kita. Aku akan membuat perhitungan dengan mereka nanti!" Kata Panglima Perang bangsa asing.
"Tuan Panglima, sepertinya ini bukan pekerjaan musuh, ada sesuatu yang aneh dari lembah ini. Kita sepertinya sedang berhadapan dengan orang yang sangat sakti dan tak terlihat mata biasa." Sahut seorang petinggi prajurit.
"Panggil Hulu Saomi!" Teriak Panglima.
"Baik, Tuan!" Jawab salah seorang pengawal.
Prajurit pengawal langsung pergi dari hadapan panglima. Hanya berselang beberapa menit, pengawal datang diikuti oleh seorang pria paruh baya berambut panjang serba putih dengan kumis tebal juga berwarna putih.
__ADS_1
"Aku menghadap Panglima! Apakah ada sesuatu yang harus aku kerjakan?" Tanya Hulu Saomi.
"Benar! Kamu adalah ahli dalam hal-hal gaib. Menurut laporan, prajurit kita dibunuhi oleh bangsa siluman. Apakah itu bisa diterima?" Jawab Panglima bernama Jung Saka.
Dia sendiri masih belum yakin. Merasa bahwa itu adalah perbuatan musuh.
"Yang Mulia Panglima, itu benar. Aku melihat bekas luka yang tidak biasa pada para prajurit yang tewas. Mereka seperti terkena racun makhluk hidup. Tapi aku perlu menyelidikinya." Jawab Hulu Saomi.
******
"Karmen, menurutmu, apakah benar lembah katak dihuni oleh makhluk alam gaib? Kenapa mereka sangat takut pada orang yang katanya pertapa itu?" Tanya Diana saat mereka berdua menuju Lembah Katak.
Diana merasa penasaran dengan pertapa yang menurut cerita bahwa Raja-Raja Nusantara juga tidak berani mengusiknya.
"Kenapa kamu begitu penasaran? Bukankah seharusnya kita juga tidak mengusiknya?" Tanya Karmen.
__ADS_1
"Entahlah, aku merasa ada yang aneh mendorongku untuk pergi mencarinya. Aku akan pergi ke sana sendiri, kamu hanya mengantarku sampai di depan sana. Katakan pada Rangga, para Pangeran dan para Jenderal kalau aku akan menemui pertapa sakti. Aku akan segera kembali." Jawab Diana.
Karmen terkejut ketika Diana ternyata akan menemui pertapa sakti. Dia sama sekali tidak menduganya.
"Aku ikut bersamamu!" Ujar Karmen. Dia tentu saja tidak akan membiarkan Diana sendirian.
"Tidak! Kamu harus kembali. Ini mungkin sangat berbahaya. Aku ingin pergi sendiri." Sahut Diana. Karmen tetap saja memaksa ingin ikut. Namun Diana bersikeras dan tetap melarangnya.
"Tenanglah, aku paati kembali secepatnya. Pastikan semua prajurit bisa menguasai semua senjata baru. Para Jenderal yang aku pilih, katakan pada mereka bahwa aku mempercayai mereka. Jangan biarkan para Pangeran bertindak jika tidak dengan persetujuanku. Kamu harus bisa membantuku." Lanjut Diana.
Keduanya sudah sampai di sebuah jalan menurun. Mereka menghentikan kuda dan akhirnya Karmen kembali sendirian. Sementara Diana melanjutkan perjalanan. Hari sudah mulai siang, namun, ketika Diana mulai memasuki lembah, hawa dingin tiba-tiba menusuk kulitnya.
Padahal matahari harusnya sudah membuat udara panas, tapi ini memang aneh. Justru hawa sejuk yang terasa. Diana melajukan kudanya dengan tidak terlalu cepat. Diana juga heran dengan kudanya, seperti tidak merasa takut dan seolah sudah mengenali tempat ini.
Kuda itu seperti tahu jalan. Melihat lembah itu semakin lama semakin sempit dan hanya beberapa celah bebatuan yang sempit, namun kuda itu bisa melewati dan mencari jalan yang terbaik.
__ADS_1
Kira-kira setengah jam kemudian, Diana menemukan sebuah tanah lapang yang sangat luas seperti daratan tanpa pepohonan. Terlihat sejauh mata memandang, hanya batu kerikil kecil yang menempel di tanah.
Kuda Diana tiba-tiba berbelok ke arah kanan. Diana melihat di sana ada sebatang pohon yang rindang. Pohon itu sangat besar walau terlihat dari jauh. Diana penasaran.