
Diana kini menjadi perbincangan di antara pengusaha. Mereka benar-benar kagum sekaligus takut. Kagum karena Diana masih muda, cantik, tetapi punya kekuatan luar biasa. Bahakan bertahun-tahun tidak ada yang bisa memgalahkan Rocky, tapi kali ini Diana sudah mengalahkannya dan membuatnya miskin.
Takut, mereka takut jika bersengketa dwngan Diana dan perusahaannya. Palagi kini harta dan aset milik Rocky sudah berpindah tangan ke tangan Diana. Diana menjadi orang terkaya di Kota S.
Para pengusaha kini benar-benar mendapat durian runtuh. Mereka sudah aman dari penindasan, dan tadi malam, mereka berikrar, setiap pengusaha memberikan masing-masing lima persen saham pada Diana. Walaupun Diana menolak, namun mereka yang memaksa sebagai wujud terimakasih.
"Paman, aku ingin tahu, apakah semua harta milik Rocky sudah berpindah tangan padaku? Bukan aku serakah, tapi aku tidak ingin ada harta Rocky yang tertinggal dan itu akan menjadi pintu masuk Rocky kembali ke Kota S." Tanya Diana pada pengacara perusahaan.
Namanya Surya, umurnya sekitar empat puluh tahun, salah satu pengacara perusahaan Diana. Dirunjuk langsung menjadi ketua advokat perusahaan milik Diana.
"Sudah, Nona. Semua sudah kami tangani dan semua aset dan harta Rocky sudah atas nama Nona Diana. Tadi malam, kami dibantu oleh Tuan Jatmiko dan beberapa pengusaha menelusuri semuanya dan sudah kami ambil alih. Hanya saja, ternyata Rocky selalu mengirimkan uang dalam jumlah besar ke ibukota atas nama Robby. Kami masih menyelidiki orang yang bernama. Segera akan kami laporkan jika sudah mendapat semua informasi." Jawab Surya.
"Bagus. Segera laporkan bila ada masalah, Paman." Ujar Diana.
"Baik, Nona. Kami akan segera memberi infomasi bila ada masalah." Ucap Surya, lalu pergi meninggalkan ruang kantor Diana.
Sementara di sisi lain kantor yang besar itu, Dara sedang bersama Karmen. Dia sedang marah karena baju yang dijahit belum selesai.
Dia ingin pergi ke kantor memakai baju itu. Tapi malah belum jadi. Akhirnya Dara ngambek dan marah-marah pagi ini. Karmen sedari tadi masih membujuknya agar mau bermain dengannya. Tapi dia masih menyilangkan tangan di dada dan membuang muka.
Walaupun sangat lucu, Karmen berusaha tidak tertawa agar Dara tidak makin marah. Diana yang memang palong pandai merayu Dara, sudah memesan paha ayam goreng beserta sayur sup bayam. Bersamaan perginya Surya dari kantor Diana, pengantar pesanan dari restoran lokal Dara Shinta Food datang.
Diana menerima langsung makanan yabg datang dan membawanya pada Dara.
"Paha ayam goreng dan sup bayam ini sangat enak. Pasti rasanya lezat sekali!" Kata Diana dengan suara yang dikeraskan sambil berjalan ke arah Dara.
Dara pura-pura tidak mendengar walaupun matanya melirik, lalu menoleh. Namun kembali membuang muka.
"Ini pesanan untuk Dara, tapi karena Dara tidak mau, biar Ibu sama Bibi Karmen saja yang makan." Kata Diana lagi.
__ADS_1
Alis Dara memerah, bibirnya bergerak-gerak dan detik berikutnya dia sudah menangis sekeras-kerasnya dan menutup muka.
Diana lalu memberikan makanan itu pada Karmen dan berusaha menggendong Dara.
Ya, Dara memang ingin sekali dipeluk Diana. Dia juga ingin malan ayam goreng dan sup bayam.
Tak lama kemudian, Dara sudah menghabiskan beberapa paha ayam. Sup pun sudah habis dimakannya.
******
Orang-orang yang akan menyaksikan duel satu lawan satu antara Ken palsu dan Galang sudah berada di Pulau Harimau. Walaupun jadwal duel mereka masih kurang dua hari, namun mereka sudah datang lebih awal.
Pertarungan hidup mati Bai Lang dan Galang sebenarnya memang sangat menarik perhatian bagi para pengusaha. Para pengusaha sudah geram, Bai Lamg secara halus merampok harta mereka untuk memperkaya dirinya sendiri. Jadi jelas, para pengusaha yang terintimidasi berharap Galang menang atas Bai Lang dan mengembalikan ketenteraman para pengusaha di Malaka.
"Diana sudah berhasil mengalahkan Rocky dan memaksanya menyerahkan seluruh aset padanya. Kini, Diana juga berhasil menjadi seorang pengusaha yang handal." Kata Anton dalam perjalanan ke Pulau Harimau saat makan siang di kapal.
"Iya, Jatmiko meneleponku tadi malam dan menceritakan semuanya." Jawab Anton.
Anton lalu menceritakan apa yang terjadi di Kota S menurut cerita Jatmiko. Semua mendengarkan cerita Anton.
"Menurut Jatmiko, kemungkinan Rocky akan membalas dendam. Dia sekarang ada di Kota TB tak jauh dari Kota S. Tapi Diana sudah mengancamnya, jika bertemu Diana tapi masih berbuat tidak benar, maka Diana tidak akan segan lagi. Itu yang dikatakan Diana menurut Jatmiko." Anton mengakhiri ceritanya.
"Diana sehebat itu? Tidak mungkin, aku tidak pernah tahu Diana bisa memainkan senjata rahasia. Kalau soal kempauan bertarung, dia memang aangat hebat, tapi, untuk memainkan senjata rahasia, aku tidak pernah tahu. Ini aneh." Ujar Nenek Diah.
"Apa maksudmu, Nenek?" Tanya Galang penasaran.
"Aku berkata sebenarnya. Pasti ada yang mengajari Diana lagi selain aku dan kakeknya." Jawab Nenek Diah.
"Tunggu!" Galang mencoba-mengingat-ingat.
__ADS_1
"Apa mungkin Raja Naga Kesembilan juga mengajariny? Karena dalam mimpiku, Raja Naga Kesembilan juga menyebut Diana dan Dara." Galang bicara soal mimpinya.
semua orang terlihat berpikir. Mereka pun saling berpandangan. Memang hal itu sungguh aneh. Diana memang punya kemampuan bertarung yang hebat, sehingga pada saat mengalahkan para perompak, Diana membunuh paling banyak.
Dan kali ini Diana berhasil.mengalahkan Rocky dengan mudah dan mengusirnya. Bahkan, Diana juga merampas semua harta kekayaan Rocky.
Kapal merekapun masih melaju menuju ke Pulau Harimau. Saat itu sudah tengah hari dan seorang pelayan mendatangi mereka untuk segera makan siang.
Mereka pun pergi ke restoran dan segera makan siang.
"Galang, bagaimana perkembangan jurusmu?" Tanya Nenek Diah.
"Nenek jangan kuatir, aku sudah menguasai semuanya. Hanya saja, aku belum menguasai Pedang Naga. Tapi semakin hari, kekuatanku semakin kuat berkat Seribu Pil Ajaib." Jawab Galang.
"Hmmm, baiklah. Kamu harus hati-hati, Bai Lang pasti punya kekuatan yang juga besar. Kabarnya dia tidak bisa ditembus oleh senjata." Kata Nenek Dia lagi, memberi pesan dan nasihat pada Galang.
Saat ini, Kapten memberitahu bahwa kurang dari satu jam, mereka akan sampai di Pulau Harimau.
******
Hawata sudah berada di pelabuhan bersama para tetua Kaln Harimau untuk menjemput Galang. . Di wajah mereka semua ada harapan Galang bisa mengalahkan Bai Lang dan itu akan mengembalikan kekuasaan Klan sebagai penolong bagi Malaka.
"Apakah benar anak muda itu sanggup mengalahkan Bai Lang? Aku sebenarnya berharap Hong Tao yang menghadapi Bai Lang. Dan dia pasti bisa mengalahkannya." Kata salah seorang tetua bernama Anok.
"Anok, kamu tahu sendiri, Hong Tao pernah dikalahkan oleh Bai Lang, luka dalamnya akan puling setelah lima sampai sepuluh tahun. Dan Guru Ling sedang berusaha menyembuhkannya dan berusaha membuat Hong Tao pulih lalu akan mengajarkannya teknik beladiri yang lebih hebat." Hawata memandangi para tetua.
"Galang ini sangat cocok dengan ramalan. Dia berasal dari negara Garuda dan dia adalah seorang perualang. Bagiku, kepercayaan pada Galang harusnya lebih tinggi. Apalagi dia berhasil.menyelamatkan Tuan Len dan Nonakeluarga Darmawan yang disekap oleh Bai Lang. Keberaniannya itu yang paling utama menjadi harapan. Dia juga kuat dan punya teknik beladiri tingat tinggi." Lanjut Hawata.
Para tetua saling pandang dan akhirnya manggut-manggut.
__ADS_1