Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Terdampar


__ADS_3

Pagi-pagi, dalam keadaan setengah sadar, Mira terus saja membantu teman-temannya agar bisa keluar dari air. Tidak peduli dia sudah kehabisan tenaga, dia hanya ingin selamat dan juga mrnyelamatkan trman-trmannya ysng lain. Sementara puluhan gadis terlihat pingssn di atas pasir. Ini adalah pulau, bagaimana dia bisa pulang? Sementara teman-temannya juga belum sadarkan diri.


Pecahan-pecahan kapal yang dari kayu tampak juga mengapung di pantai pulau Ro. Ada sekitar dua puluh lima gadis yang saat ini tergeletak di pasir.


Mira masih berusaha menarik seorang gadis keluar dari air. Di sisi lain tak jauh dari tempat itu, ada puluhan laki-laki yang berusaha berenang mencapai pantai. Ada yang menggunakan papan, pelampung dan juga drum. Mereka masih terlihat kuat. Tidak seperti para gadis, mereka tampak punya pelampung dan semuanya menggunakan alat bantu untuk berenang mencapai pantai.


Galang, Rangga, Cintya, Josh, Er dan Anton serta beberapa orang dari suku Ro sudah sampai di tempat Mira. Ada seorang melapor bahwa ada puluhan gadis tergeletak di pantai saat orang itu sedang mengecek kondisi pantai karena badai paut semalam. walau badai tidak sampai di pulau, namun hal itu sudah biasa dilakukan, tiap pagi selalu akan ada yang mengecek kondisi pantai.


Dalam keadaan seperti itu dsn melihat orang banyak yang dstang, Mira ssngat ketakutan. Dia meringkuk sambil memeluk salah seorang temannya yang pingssn.


Cintya dan Er mendekatinya, "Tidak apa-apa, kami akan menolong kalian." Kata Cintya dan berusaha memegang tangan Mira, namun Mira menepis tangan Cintya.


Setelah melewati berbagai kesulitwn, tekanan dan penindasan di dalam kapal, Mira tentu tidak akan mudah percaya pada orang yang baru dikenalnya. Apalagi ini adalah pulau yang asing baginya.


"Namaku Er, aku adalah anak kepala suku, kami akan menolongmu.", Kata Er.


Mendengar kata menolong, Mira agak tenang dengan masih ketakutan, dia berusaha berdiri dan dibantu oleh Cintya dsn Er. Mira langsung dibawa masuk ke dalam mobil, sementara beberapa orang suku ro, menggotong gadis yang pingsan dan segera ke dalam mobil lain dan segera membawa semuanya ke perkemahan.


Para medis yang dibawa Galang segera membantu mereka yang pingsan, merawat mereka sampai mereka siuman.


"Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Cintya pada Mira yang ssat itu sudah mulai pulih.


"Kami dari Kota S, kami awalnya mau kerja di perusahaan milik Nona Diana di Kota Pulau, saat itu, kami dibawa seseorang dan naik kapal untuk ke Kota Pulau. Tapi, kami sangat kaget, sudah dua hari kami belum sampai di Kota Pulau, akhirnya kami menanyakan pada orang itu, katanya kami akan dibawa ke Malaka dulu." Mira menghela nafas.

__ADS_1


"Kami jelas terkejut, karena kami direkrut oleh orang itu katanya bekerja di perusahaan milik Nona Diana. Tapi malah dibawa ke Malaka. Akhirnya kami protes, dan justru malah kami dikurung di ruangan yang besar dan tidak diberi makan selama seharian. Tapi tadi malam saat badai, kami dilepaskan dan kata mereka, kami disuruh menyelamatkan diri masing-masing. Kami sama sekali tidak diberi pelampung, dan kami tidak merasa akan hidup. Ketika pagi-pagi aku sadar, aku sudah dipamtai. Sementara teman-temanku tidak ada yang sadarkan diri. Aku menolong mereka semua dsn membawa ke daratan." Mira menyelesaikan ceritanya.


"Lalu di mana orang-orang yang membawa kalian? Apa mereka selamat?" Tanya Er.


"Aku tidak tahu, mereka punya pelampung, mungkin saja mereka memcapai pulau yang lain." Jawab Mira.


Pada saat itu, teman-teman Mira sudah siuman. Dan.mereka pun langsung diberi makanan agar tubuh kembali pulih.


Di sisi lain pulau, tampak puluhan laki-laki sedsng berjalan menyusuri nalan setapak menuju hutan, mereka berharap.mendapat buah-bushan dari hutan.


Setelah menempuh waktu satu jam perjalanan, mereka akhirnya menemukan perkampungan. Itu adalah kampung milik suku Ro di sisi yang lain.


Sementara, para penduduk yang melihat kedatangan orsng-orang ini, segera melapor kepada kepala suku. Tanpa pikir panjang setelah mendengar cerita dari Mira, kepala suku langsung memerintahkan untuk menangksp orang-orang itu.


Galang meminta kepada kepa suku agar memasukkan mereka dalam kurungan dan diberi makan. Selanjutnya jika mereka kembali ke Kota S, maka mereka akan dibawa dan diserakan ke polisi.


Kepala suku memenuhi permintaan Galang dan segera memerintahkan agar melskukan sesuai perintah Galang.


Keadaan pulau sudah kembali normal. Dan Galang harus menginap di sana karena badai. Kaptrn memperkirakan badai masih akan ada lagi sampai dua hari ke depan, jadi mereka akan berangkat setelah tidak ada badai.


******


Rumah Kepala Desa Wisata

__ADS_1


Diana masih enggan untuk bangun, walaupun Dara sudah merengek minta keluar kamar, namun Diana tetap belum mau bangun. Nsmun karena Dara terus merengek, akhirnya Diana pun keluar kamar.


Semalam, Diana terus memantau pekerjaan tim Farel. Mereka sudah menemukan titik di mana bom dimasukkan. Dan itu akan membutuhkan operasi yang tidak sebentar.


Tim penjinak bom dari kepolisian juga ada di sana membantu tim Farel. Sementara benerapa dokter bedah sudah didatangakan dari Kota M tqdi malam.untuk membantu mengangkat bom dari tubuh mereka.


Berdasarkan dari investigasi, saat operasi, kedelapan orang itu akan dibius penuh agar mereka tidak bergerak saat pengangkatan bom dwri tubuh mereka.


Para dokter memang tidak mau ambil resiko dengan gerakan tubuh. Karena itu bisa saja mengakibatkan seluruh ruangan akan ikut meledak.


Diana ada di sana sampai subuh, dan pulang langsung tidur. Itulah mengapa Diana enggan bangun.


"Diana, kamu sudan bangun?" Tanya Karmen.


"Iya, tuh!" Jawab Diana sambil matanya melihat ke Dara. Dara hanya nyengir saja.


"Aku dan Anita membuat bubur dari beras, makanlah, itu akan memulihkan tenagamu." Kata Karmen sambil menyodorkan mangkuk berisi bubur. Satu untuk Diana, satu lagi untuk Dara.


Dara sering makan bubur seperti itu saat di rumah kakeknya dan Karmen juga sering membuatkannya atau membelinya.


"Diana, maaf, siapa sebenarnya pemuda itu? Apa kamu mengenalnya?" Tanya Karmen.


Diana memasukkan satu sendok bubur ke dalam mulutnya lalu menelannya. "Ya, nama panggilannya El, aku tidak tahu pasti, dia dulu selalu menolongku. Bahkan saat aku sering diejek oleh teman-trmanku, maka dia akan membelaku. Tapi aku memang tidak pernah tahu namanya. Dia datang begitu saja dan pergi juga begitu. Aku tidak pernah sempat.menguvapkan terimakasih padanya." Cerita Diana.

__ADS_1


"Bukan cuma aku, waktu dulu, siapapun yang ditindas, pasti akan dibelanya. Orang-orang memanggilnya El. Tapi itu pastinya hanya panggilan. Aku juga tidak tau maksudnya. Sebenarnya kemaren aku hanya ingin berterimakasih padanya." Kata Diana, dia terlihat sangat menyesal karena pemuda hang sering menolongnya pergi begitu saja setelah lama tidak bertemu.


__ADS_2