
"Duar!"
Suara ledakan keras terdengar memekakkan telinga. Pedang Bai Lang Patah menjadi beberapa bagian. Bai Lang terpental beberapa meter ke belakang. Namun Dia sudah berdiri kembali.
Sementara Galang masih di posisinya. Berdiri dengan gagah. Namun kini dia benar-benar terkejut. Bai Lang sama sekali tidak cedera dan tetap bisa bertahan seperti sebelum.
Saat iru Anton, Hawata dan Rangga telah sampai di tempat iru. Ketiga orang ini juga sangat terkejut. Sama seperti orang lain yang terkejut. Padahal mereka meligat dwngan jelas Bai Lang terpental beberapa meter dan jatu. Namun Bai Lang bisa berdiri kembali dan tidak ada cedera di tubuhnya. Jurus Auman Naga, jangankan tubuh manusia, batu yang keras pun bisa hancur oleh serangannya. Sama seperti pedang Bai Lang yang patah.
"Hahahaha! Bukankah aku sudah mengingatkanmu? Aku ini tidak bisa kalah. Sebaiknya kamu menyerah saja." Kata Bai Lang sambil berjalan mendekat. Namun dia juga terkejut, Galang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya. Bahkan Galang sama sekali tidak terluka.
"Sepertinya kamu memang sulit dikalahkan. Sulit bukannya tidak bisa, kan? Kamu tahu? Pasukanmu sudah dikalahkan oleh pasukanku. Kamu hanya sendiri sekarang. Haha!" Galang pun tak mau kalah argumentasi.
"Ah, mereka memang tidak bisa diandalkan. Tapi aku masih punya banyak cara untuk mengalahkanmu!" Kata Bai Lang.
Lalu dia mulai membuat gerakan aneh. Kaki memasang kuda-kuda, tangan terbuka dan mulai dengan menutuo tangan di depan dada. Gerakan berikutnya, kaki Bai Lang berdiri tegap, tangan kanan meninju ke depan, "Jurus Tangan Besi!" Teriaknya.
Untuk antisipasi, diam-diam Galang sudah mengerahkan jurus keenam, yaitu Formasi Naga Emas. Lalu diapun juga menggunakan jurus keempat dan kelima. Kali ini dia menggunakan tiga jurus sekaligus.
Gerakan Galang kini sudah tidak terkendali, seperri seorang yang sedang mengamuk, di matanya terlihat kilatan-kilatan api. Itu adalah jurus Naga Mengamuk.
Tangan Galang bergerak membuat bentuk cakar, lalu dengan cepat menuju ke arah Bai Lang yang saat ini juga maju menyerang Galang.
"Matilah!" Teriak Bai Lang. Lalu tinjunya diarakan ke cakar Galang. Galang tidak serta-merta menerima pukulan itu dengan tangannya. Namun, tangan Galang bergerak ke samping tangan Bai Lang, memegangnya lalu mencakar tangan Bai Lang.
__ADS_1
Bai Lang terkejut, tangan yang sekeras besi tergores oleh cakar Galang. Lalu Bai Lang menarik tangannya dan berpindah memukul kepala Galang. Galang yang sudah bersiap, menerima pukulan dengan tangan kiri. Galang menangkap tinju Bai Lang, lalu mencengkeramnya dan memelintir tangan Bai Lang. Akibatnya terdengar tulang patah.
Tidak sampai di aitu, Galang kemudian melesakkan kaki kanannya ke dada Bai Lang yang lengah karena tangannya patah.
"Buk!"
"Ah!"
Bai Lang kembali terpental jauh dan jatuh terlentang. Tangan kananya patah dan dia menyemburkan darah dari mulutnya.
Namun, seperti tadi, Bai Lang masih bangun walaupun sudah terluka parah. Tapi kini wajahnya pucat. Baru kali ini dia bisa dilukai, bahkan bukan dengan senjata.
Ada noda darah di bibir Bai Lang. Dia kemudian berjalan lagi mendekati Galang yang juga terkejut karena Bai Lang masih bisa bangun dan tampak sehat. Namun tangan kanan Bai Lang sudah oatah dan kini dia mengandalkan tangan kiri.
Bai Lang tiba-tiba menghilang. Galang tampak nencari-cari. Semua penonton juga terkejut saat ini. Galang tetap waspada. Tentu saja Bai Lang akan melakukan berbagai cara agar bisa menang.
Benar saja, Bai Lang tiba-tiba muncul di depannya. Di tangan kiri telah memegang tombak bergagang pendek. Lalu dia menusukkan ke arah Galang. Galang tidak siap dengan serangan itu. Tiba-tiba dari tubuh Galang muncul sebuah perisai berwarna emas menangkis tombak milik Bai Lang. Akibatnya, tombak milik Bai Lang tidak dapat menembus tubuh Galang. Bahkan tombak Bai Lang patah menjadi beberapa bagian.
"Naga Suci Mencari Jaati Diri!" Teriakan Galangvterdengar di seantero area pertarungan.
Bai Lang yang terkejut tidak sempat menghindar. Tangan Galang yang mengeluarkan api berwarna putih, berhasil memukul dada Bai Lang. Lalu Galang juga memujul bagian perut, kepala dan dua sendi pangkal paha.
"Ah!"
__ADS_1
Bai Lang berteriak keras, lalu jatuh. Bai Lang berusaha bangkit, namun tidak bisa. Dia sudah lumpuh. Tenaganya sudah tidak ada lagi. Kekuatannya juga sudah musnah.
"Apa yang kamu lakukan! Cepat bunuh aku!" Teriak Bai Lang.
"Aku tidak membunuh orang lemah!" Jawab Galang santai.
"Aku sudah mengatakan padamu agar kamu menyerah. Dan aku bisa menghukummu. Namun kamu tidak mau. Sekarang, aku menyerahkan kamu ke Klan Harimau untuk dihukum. Dan hukumanmu adalah hukuman mati. Jadi tunggu saja." Kata Galang lalu pergi meninggalkan Bai Lang yang kini sedang meratapi nasibnya.
Beberapa orang prajurit Klan Harimau datang membawa tandu, mengangkat tubuh Bai Lang ke tandu dan membawanya pergi. Bai Lang akan dieksekusi menurut hukum Klan Harimau karena kejahatannya.
"Hidup Galang! Hiduo Galang! Hidup Galang!" Teriakan orang-orang yang menonton seperti sedang merayakan pesta. Ya mereka memang merayakan pesta kemenangan. Palagi para pengusaha, semuanya telah terbebas dari penindasan Bai Lang.
Galang mendekat pada para tetua. Di sana juga ada Anton, Kakek Li, Rangga, Nenek Diah dan Hawata. Para Tetua dan prajurit yang bersama mereka semuanya berlutut.
Somtak teriakan ke Galang terhenti ketika semua orang melihat oara petinggi Klan Harimau berlutut pada Galang. Mereka memgira karena Galang telah mengalahkan Bai Lang, maka mereka berlutut oada Galang sebagai ucaoan terimakasih.
Para penonton yang ada di temlat lain segera berlari ke arah di mana Galang berada. Mereka semua juga ikut berlutut. Hanya Kakek Li, Rangga, Anton dan Nenek Diah yang masih berdiri.
"Kalian semua! Mulai hari ini, kalian gelah terbebas dari penindasan Bai Lang! Jadi gunakan waktu ini untuk berbuat baik! Waktu kalian sangat berharga bagi keluarga dan sesama. Semoga tidak ada lagi penindasan lainnya yang akan datang!" Kata Galang sambil memandangi mereka semua.
Akhirnya mereka semua membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing dengan hati yang senang. Mereka baru saja menyaksikan pertarungan yang seru dan akhirnya Bai Lang telah dikalabkan.
Galang mendapat banyak saham dari para pengusaha. Ada yang memberikan saham hingga dua puluh persen dan mereka ikhlas karena sebelumnya, perusahaan mereka diambil alih oleh Bai Lang. Sedangkan mereka sendiri tidak punya hasil apa-apa.
__ADS_1
Galang memiliki banyak pengikut di Malaka. Apalagi Klan Harimau kini telah berada di genggamannya. Pada saatnya nanti, Klan Harimau pasti akan membantunya membalaskan kematian ayah dan ibunya duapuluh tahun yabg lalu.
Galang dan lainnya pun berlabuh kembali dan kembali ke negaranya. Guru Galuh ikut bersamanya seperti yang pernah dikatakan oleh Galang.