Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Siswa Paling Miskin


__ADS_3

Rombongan mobil Galang berhenti di depan toko pakaian. Ponsel Karmen berdering, "Halo, Lang." Karmen mendengarkan suara Galang agar Karmen mengajak Diana membeli pakaian untuk dirinya. Karmen menganggukkan kepala lalu menutup panggilan.


Keduanya turun dan Dara juga ikut turun. Namun kali ini Dara berjalan sendiri di sntara Diana dan Karmen. Dua orang pengawal Jatmiko tampak juga mengikuti mereka atas perintah Jatmiko.


"Diana, pilihlah pakaian yang kamu suka. Galang yang menyuruhku. Dan dia juga yang akan membayangnya nanti." Kata Karmen.


"Sebenarnya tidak perlu, aku cukup memakai pakaianku sendiri saja." Jawab Diana dengan agak malu-malu.


"Diana, kamu sekarang bagian dari keluiarga Galang. Jadi kamu juga harus tampil percaya diri. Kamu juga sekarang adalah Nona keluarga. Jadi kamu harus tampil lebih baik." Kata Karmen kemudian.


Lalu Karmen mengajak Diana memilih-milih pakaian. Saat sedang memilih-milih pakaian, "Diana, kamu pilih dulu pakaiannya. Aku mau ke kamar kecil mengantar Dara. Pilihlah yang kamu suka dan pas. Sebanyak yang kamu inginkan." Kata Karmen. Diana mengangguk. Karmen dan Dara kemudian berjalan ke kemar kecil.


Diana pun memili-milih pakaian. Dia belum pernah berbelanja pakaian di toko yang mewah seperti ini. Dia selalu melihat harga yang tertera, lalu mengembalikannya. Itu yang dia lakukan. Seorang pelayan toko mendekatinya.


"Hei, kalau tidak mau beli jangan pegang-pegang! Kotor semua. Lihat tanganmu yang kotor itu." Pelayanmg ,marah pada apa yang dilakukan Diana.


"Maaf." Diana dengan malu-malu meminta maaf. Dia pun berdiri dian hanya melihat-lihat.


Seorang perempuan memasuki toko bersama seorang laki-laki. Perempuan itu sepertinya orang kaya. Terlihat si laki-laki di tanganya ada kunci mobil.


"Eh, bukannya kamu Diana? Sedang apa kamu di sini?" Tanya wanita itu saat melihat Diana yang hanya berdiri dan melihat-lihat.


"Kamu.. Cindy?' Dia mencoba mengingat-ingat. Cindy merupakan teman saat dia di SMA dulu.


"Iya, sedang apa kamu di sini?" Tanya Cindy. Lalu dia memperhatikan pakaian Diana.


"Aku sedang melihat-lihat pakaian." Jawab Diana tersipu. Dia memang tidak pernah mendatangan toko pakaian nyang mewah. Dan dia tidak tahu bagaimana cara dia mengambil pakaian dan cara membayarnya.


"Kamu masih saja kampungan. Kamu dari dulu tidak berubah. Masih miskin. Lihat aku, suamiku ini punya perusahaan, walaupun tidak besar, tapi lumayan." Cindy memamerkan diri dan suaminya.


"Ohh..." Diana tidak terkejut dengan ucapan Cindy. Sejak di SMA, Cindy adalah gadis yang cukup terkenal karena orang tuanya yang kaya. Saat itu, Cindy selalu tidak mau bergaul dengan anak-anak yang miskin. Namun Diana memang satu kelas dengannya. Mau tidak mau, Cindy pasti mengenal Diana. Apalagi [prestasi akademik Diana sangat baik.

__ADS_1


Diana selalu menjadi juara kelas kalau soal akademik dan olahraga. Diana sangat terkenal. Dan itu selalu membuat Cindy iri.


"Ternyata si juara kelas hidupnya masih miskin. Aku ingat dulu banyak tem,an laki-laki mengejar-ngejar kamu. Dan kamu justru menolaknya. Salah sendiri. Padahal kamu bisa memilih salah satu yang kaya. Huh." Cindy mencibir.


Diana hanya tersenyum kecut. Dia tidak bisa berkata-kata. Dari dulu, banyak teman sekolah wanita yang tidak suka dengan dirinya karena dia cantik dan pintar.


"Cindy, apakah kamu tidak bisa meninggalkan aku? Jika hanya ingin menghinaku, kenapa kamu menemuiku? Aku tidak masalah kamu hina, tapi, kita ini teman sekolah." Kata Diana agak malu karena banyak orang berkerumun melihatnya.


"Memangnya kenapa? Lagian kamu ke sini hanya melihat-lihat pakaian saja. Beli juga tidak akan mampu." Jawab Cindy malah justru makin mengejeknya.


Seorang pelayan yang tadi menegur Diana, saat ini datang, dia melihat ke arah Diana dengan pandangan menghina. Lalu dia beralih pandangan ke Cindy dan suaminya. Hai Nona Cindy. Anda adalah pelanggan setia kami, saat ini ada banyak hadiah bagi pembeli yang membeli pakaian seharga lima juta dan kelipatannya. Setiap pembelian lima juta, akan mendapat hadiah ponsel terbaru dengan spesifikasin yang lumayan bagus. Begiti seterusnya."


Cindy pun tersenyum bangga ketika pelayan mendatanginya dan menghormatinya. Saat itu Karmen dan dara sudah sampai di tempat itu. Dara berjalan sendiri. Setelah sebelumnya Dara terlihat gelisah, kini dia seperti terbebas dari rasa tidak nyaman.


Dara menghampiri Diana sambil tersenyum senang karena melihat ibunya.


"Diana, mana pakaian yang kamu pilih?" Tanya Karmen heran karena Diana tampak tidak membawa apa-apa.


"Apa maksudmu?" Tanya Karmen lalu menatap Cindy dengan pandangan menyelidik. "Bahkan toko...."


Belum sempat Karmen meneruskan kalimatnya, Diana sudah memegang tangannya agar Karmen tak meneruskan ucapannya. Dia memang sudah biasa diperlakukan Cindy seperti itu sejak SMA dulu. Walaupun Diana marah, namun kesabarannya mengalahkan kemarahannya.


Malam itu Karmen melarang Anita marah-mara pada Sisi. Kini justru dia yang marah karena ada orang yang berani menghina Diana yang adalah seorang yang terhormat.


"Karmen, biarkan saja. Sebaiknya kita pergi dari sini." Ucapan Diana justru mengejutkan semua orang. Dia sudah dihina sedemikian rupa oleh orang, dan hendak pergi begitu saja tanpa membuat perhitungan.


"Mau pergi? Kamu telah mengotori banyak pakaian. Kamu tidak mampu membeli, tapi sudah memegang-megang pakaian di toko ini. Kamu harus ganti rugi." Teriak pelayan yang tadi menegur Diana.


"Iya Diana, kalau memang tidak mampu beli, kenapa pegang-pegang? Tangan kotormu telah membuat banyak pakaian menjadi kotor. Bagaimana orang mau membelinya? Dulu kamu siswa paling miskin, sekarang masih juga miskin." Sisi kemudian ikut bicara.


Saat ini, Jatmiko masuk ditemani dua pengawal yang tadi mengikuti Diana.Dia nmasuk karena Karmen, Diana dan Dara lama sekali hanya untuk membeli pakaian. Sedangkan Galang dan Rangga pulang duluan karena dipanggil Anton.

__ADS_1


Semua orang yang mengetahui Jatmiko masuk, menyapa dengan hormat. Terlebih Cindy dan pelayan serta suami Cindy terlihat hormat. Mereka tahu siapa Jatmiko yang saat ini baru saja masuk.


Jatmiko mengabaikan mereka. Saat itu Dara yang merasa ibunya ditindas orang, segera berlari ke arah Jatmiko untuk minta bantuan. Dara berlari ke arah Jatmiko. Saat itu, kakinya tak sengaja terpeleset dan dia kehilangan keseimbangan dan menabrak Cindy.


Cindy sangat marah dan mendorong tubuh Dara hingga jatuh. Dara pun menangis.


"Kakek!" Dara menangis dan memanggil Jatmiko. Jatmiko langsung bereaksi. Lalu mengangkat tubuh Dara dan memeriksa kalau-kalau ada luka.


"Nona Dara?" Dengan gemetar, Jatmiko lalu menggendong Dara. Dia tahu tidak bisa melindungi Dara hari ini. Bagaimana jika Tuan Anton dan Tuan Muda Galang memarahi dan menghukumny?


"kakek..." Sekali lagi Dara memanggil Jatmiko sambil tangannya diarahkan ke Diana. Jatmiko lalu berjalan nke arah Diana. Dengan membungkuk hormat, Jatmiko lalu bertanya, " Nona Diana, ada apa ini?"


"Tidak apa-apa, Paman. Apakah Dara baik-baik saja? Lalu Diana  meminta Dara dari tangan Jatmiko. Memeriksa kalau-kalau ada luka di tubuh Dara.


"Cindy, aku tidak marah ketika kamu terus mengejekku, menghinaku dan semua ucapanmu aku anggap angin lalu. Tapi kamu telah menyakiti anakku. jadi aku tidak terima." Diana lalu menyerahkan Dara pada Karmen.


Diana lalu berjalan ke arah Cindy, menjambak rambutnya  lalu dan mendorongnya hingga jatuh. Diana lalu bergegas ke arah Cindy yang jatuh terlentang. lalu kakinya menginjak dada Cindy.


Suami Cindy bermaksud menolong istrinya dengan mendorong tubuh Diana. Namun kaki Diana malah justru menendangnya dan mengenai mulutnya dan terjengkang beberapa meter.


"Dia hanya anak kecil, dia tidak sengaja menabrakmu. Lalu kamu sangat kasar pada anak kecil? Ingatlah, jika terjadi sesuatu padanya, maka aku akan membunuhmu!" Diana sangat marah, memegang leher Cindy dan mengangkatnya, lalu menghempaskannya.


Semua orang yang melihat kemarahan Diana menjadi takut. Terlebih pelayan toko itu. Wajahnya seperti mayat. Dia bahkan terkencing di celana. Saat itu manajer datang. Melihat Jatmiko, dia lalu membungkuk hormat.


Saat manajer bertanya, Diana menceritakan apa yang terjadi. Manajer yang takut pada Jatmiko kemudian memarahi karyawannya.


"Dengar semua! Siapapun di antara kalian yang memusuhi Nona Diana, maka dia adalah musuhku. Aku tidak akan segan-segan pada kalian. Nona Diana adalah Nona keluarga terhormat! Kalian mungkin hanya tahu dia miskin, namun, jika Nona Diana mau, bahkan kepala kalian bisa dibelinya." Kata Jatmiko yang membuat semua orang yang berada di tempat itu sangat ketakutan.


Siapa orang ini sehingga Tuan Jatmiko yang mengerikan itu sampai membelanya?  Mereka semua menunduk. Tidak ada yang berani mengangkat kepala.


"Manajer, aku ingin kamu pecat karyawanmu itu. Kemudian, masukkan Cindy dan suaminya dalam daftar hitam di toko ini. Dia telah berani menghina Nona Besar kami dan juga menyakiti Nona Dara. Aku masih akan membuat perhitungan dengannya." Teriak Jatmiko pada manajer yang saat itu bercucuran keringat dingin.

__ADS_1


Cindy dan suaminya sangat ketakutan mendengar ucapan Jatmiko. Mereka terduduk lemas di lantai. Mereka memohon pada Jatmiko, namun tidak dipedulikan. Diana pun saat ini telah berjalan keluar dari toko sambil menggendong Dara tanpa membeli pakaian.


__ADS_2