Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Teror


__ADS_3

"Karmen, Rangga, nanti malam.kita beraksi. Kita akan melakukan teror pada Suro Kampak. Kita tidak bisa membiarkannya hidup tenang." Kata Diana pada sore harinya.


"Sebaiknya Rangga tetap di rumah untuk berjaga-jaga. Karema kita tidak tahu apa rencana Suro Kampak setelah kita permalukan." Lanjut Diana.


"Bukankah sebaiknya Karmen yang tinggal? Aku bisa membantu Diana untuk meneror Suro Kampak!" Sahut Rangga.


"Kamu tadi sudah pergi bersama Diana. Nanti malam giliranku!" Karmen langsung menanggapi Rangga.


"Sudahlah! Aku yang memutuskan. Rangga, kamu tadi terlalu banyak minum. Kamu saja sekarang masih mabuk arak. Bagaimana bisa kamu membantuku? Karmen yang akan pergi bersamaku." Diana memberi keputusan.


"Aku mabuk? Enak saja." Rangga membela diri.


"Kamu tadi muntah-muntah saat perjalanan pulang, apa kamu masih mau bilang kamu tidak mabuk? Kamu minum arak tidak kira-kira." Sahut Diana.


Wajah Rangga langsung memerah. "Kamu? Bagaimana kamu tahu? Bukankah tadi kamu pergi duluan?"


"Itu tidak penting. Makanya kamu tinggal di rumah saja. Biarkan aku dan Karmen yang pergi." Tambah Diana.


*******

__ADS_1


Keesokan pagi, sekitar dua puluh anak buah Suro Kampak terbaring mati di bagian depan pasar tradisional. Sebuah pemandangan yang mengejutkan bagi semua penghuni pasar.


Sementara Suro Kampak tampak sangat marah, namun dia memang tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya menerka bahwa yang melakukannya adalah dua pendekar muda itu.


"Kurang ajar! Ini pasti perbuatan kedua pendekar muda itu. Bagaimana aku bisa mengatasi mereka? Kalau begini terus, maka semua orang lama-lama akan melawanku." Gumam Suro Kampak.


Kini, hidup Suro Kampak mulai tidak tenang. Dia bahkan harus dikawal banyak anak buahnya di manapun dia berada.


"Tuan, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah seorang anak buahnya yang berdiri di sebelahnya.


"Siapkan kuda! Aku akan meminta bantuan dari Tuan Rodi Suah. Aku sudah memberikan banyak upeti padanya, masakan dia hanya sekali membantuku,, itupun hanya prajurit biasa." Jawab Suro Kampak.


Belum jauh dia pergi, beberapa batang pohon melintang di jalan dengan carangnya yang yang rimbun. Mereka pun berhenti, semua orang menjadi waspada.


"Cepat periksa!" Teriak Suro Kampak


Lima orang turun dari kuda, lalu memeriksa batang-batang pohon yang berada di jalan.Dua sosok gadis cantik segera melompat dari balik pojon-pohon yang berada di jalan itu.


"Mau kemana kamu, Suro Kampak?" Yang bicara adalah Diana. Sedangkan gadis lainnya adalah Karmen.

__ADS_1


Diana tahu, ketika Suro Kampak diteror, maka dia pasti akan pergi menvari bantuan.. Jadi, Diana tidak langsung pulang setelah menculik dan membunuhi anak buah Suro Kampak.


"Ka-Kamu? Mau apa kamu?" Tanya Suro Kampak dengan gagap.


"Aku? Bukankah aku sudah katakan, kamu harus melepaskan semua orang yang kamu paksa mengikuti kemauanmu. Dan kamu malah menantangku dengan tidak melepaskan mereka. Dan hari ini kita bertemu yang kedua kali. Kamu masih ingat kata-kataku kemaren?" Diana mengingatkan Suro Kampak.


"Kamu mau kemana, Suro Kampak? Mau kabur atau mencari bantuan? Jangan bermimpi! Kamu tidak akan kemana-mana!" Lanjut Diana.


Suro Kampak benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Awalnya dia mengira dapat menjalani hidup ini dengan tenang setelah dia mendapatkan semuanya. Ternyata dia salah. Bahkan kini dia tidak bisa lari lagi.


"Karmen! Habisi anak buah Suro Kampak! Aku akan memghadapi Suro Kampak!"Teriak Diana.


"Serang!" Perintah itu disuarakan oleh anak buab Suro Kampak. Kemudian, anak buah Suro Kampak yang berjumlah dua pulub orang itu sudah manu dan menyerang dua gadis cantik itu. Saat itu Kar.men yabg maju menghadapi mereka.


Sementara Diana melompat dan tahu-tahu sudah berada di depan Suro Kamlak. Suro Kampak tampak sangat panik Dia tidak tahu apakah harus bertempur melawan Diana tau memohon maaf.


Suro Kampak mulai bimbang, jika dia menyerah, maka dia akan dihukum mati di kerajaan. Tapi jika melawan dia juga akan mati, namun lebih cepat.


Suro Kampak segera mengampil kapak besarnya yang dia ikatkan di punggung. Senjata itu diputar-putarnya sehingga menimbulkan suara seperti angin yang menderu.

__ADS_1


__ADS_2