Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Mencari Restoran


__ADS_3

Kedatangan Diana dan jagoan lainnya, menarik perhatian penduduk desa. Mereka merasa aneh dengan Diana dan lainnya. Apalagi ketika melihat Karmen, dia sangat berbeda. Karmen memang keturunan Eropa. Jadi dia berbeda. Namun wajahnya tidak terlalu Eropa. Walupun begitu, dia memang sangat cantik. Rambutanya dicat warna biru dan kulitnya setengah bule.


Namun, di antara semuanya, Diana adalah yang paling cantik. Walaupun Anita dan Karmen juga sangat cantik, Diana memang memiliki wajah yaang lebih cantik dari kedua gadis itu.


"Rangga, tanyakan ke penduduk desa, apakah ada restoran di sekitar sini?" Pinta Diana.


Rangga segera turun dari kuda dan mendatangi salah seorang penduduk desa yang sedari tadi melihat ke arah mereka.


"Maaf, Paman, apakah di sini ada restoran?" Tanya Rangga.


Pria paruh baya itu tidak segera menjawab, dia terus saja memandangi Rangga.


"Paman? Ada apa ini?" Tanya Rangga.


"Oh! Anak muda, kamu bertanya apa?" Tanya pria itu.


"Apakah di sini ada restoran?" Tanya Rangga.

__ADS_1


"Apa itu restoran?" Pria itu malah bertanya. Rangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maksudku, apakah di sini ada tempat makan? Kami mau makan." Jawab Rangga menjelaskan.


"Oh, itu, di depan sana ada kedai makan. Tapi kamh jangan ke sana. Apalagi adik-adikmu itu jangan sampai ke sana. Di sana sudah dikuasai Suro Kampak. Dia adalah perampok bengis yang tidak segan membunuh siapapun yang dia ingin bunuh." Pria itu menjelaskan.


"Kami di sini sudah lama menjadi budak mereka. Anak-anak gadis kami diambil untuk melayani mereka dan harta kami juga dirampas." Lanjut pria itu.


"Paman, apakah mereka tinggal di desa ini atau di mana?" Tanya Rangga yang penasaran.


"Tidak, mereka tinggal di antara Desa Hulu Sungai dan Desa Hilir Sungai. Kedua desa ini sudah dikuasai oleh mereka. Dan kami tidak bisa melapor kejadian ini ke kerajaan. Karena kami diawasi. Setiap ada yang pergi dan ketahuan, maka akan dibunuh oleh mereka. Kamu bisa lihat tak jauh dari kita bicara, ada anak buah Suro Kampak yang sedang mengawasi kalian. Sebaiknya kalian pulang saja." Pria itu menjelaskan.


"Kalian pasti akan ditangkap oleh anak buah Suro Kampak. Sebaiknya kalian cepat kembali!" Pria itu ketakutan, dua orang penunggabg kuda sudah sampai di tempat itu.


"Hei kamu, Bocah! Kamu bicara apa pada orang tua itu? Kamu siapa dan darimana?" Tanya salah seorang. Mereka berdua membawa pedang besar. Kedua orangbitu adalah anak buah Suro Kampak.


"Aku hanya bertanya, aku ingin mencari tempat makan. Aku dan adik-adikku sangat lapar." Jawab Rangga.

__ADS_1


Kexua orang itu saling berpandangan. Lalu menatap Rangga dan kemudian berpindahnpandangan ke arah Diana dan lainnya.


"Hei, Anak Muda!" Aku curiga kamu adalah mata-mata. Jadi, aku akan menangkapmu dan akan membawamu kepada Tuan Kami.


"Mata-mata? Mata-mata apa? Kami ini tersesat dan lapar. Hanya mau makan saja. Apakah kalian bisa mengantarkan kami ke tempat makan?" Rangga bertanya-tanya.


"Hahahaha! Hei, Anak Muda! Kami akan mengantarkanmu, asalkan tiga gadis itu kamu serahkan pada kami!" Jawab salah seorang penunggang kuda.


"Wah! Kalian ini manusia apa bukan? Cuma mengantar ke tempat makan, minta adik-adikku? Jangan mimpi!" Rangga emosi dengan perkataan kedua orang itu.


"Aku bisa saja memukul kalian berdua. Tapi biarkan kami makan dulu. Kami sangat lapar." Lanjut Rangga.


Kedua orang itu menjadi marah dengan perkataan Rangga. Mereka tidak menyanga ada orang yang berani pada mereka.


Orang tua pertama yang ditemui Rangga, saat ini wajahnya sangat pucat. Kenapa anak muda ini sangat berani? Dia sama saja mengantar nyawa.


"Anak Muda, cepatlah minta maaf pada mereka! Mereka akan memnunuhmu!" Bisik pria tua itu.

__ADS_1


"Tenang saja, Paman! Karena mereka berani kurang ajar terhadapku dan adik-adikku, maka aku akan menghajar mereka berdua. Bahkan aku akan mematahkan kedua kakinya dan membiarkan mereka pergi ke tempat tuan mereka tanpa kaki!" Perkataan Rangga sangat keras dan didengar oleh kedua anak buah Suro Kampak.


Kedua anak buah Suro Kampak sangat marah, mereka langsung menghunus pedang mereka dan bersiap menyerang Rangga.


__ADS_2