Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Emosi Rangga


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Erina ikut menyapu bersama petugas kebersihan sekolah. Kali ini Listi dan beberapa teman sekelasnya juga ikut membantu. Ini memang tidak biasa dan terasa aneh.


Ketika murid-murid datang, merekapun mrlihat dengan tatapan heran. Padahal sudah ada tukang kebersihan, tapi kenapa anak sekolah ikut menyapu?


Saat itu, Guru Rangga juga sudah sampai di sekolah. Dia heran melihat anak-anak yang heran karena aksi Erina dan teman-trman membantu menyapu.


"Apa kalian tidak pernah menyapu halaman rumah kalian?" Tanya Guru Rangga.


Murid-murid yang mendengar itu pun bergegas pergi. Sementara Rangga tersenyum dengan aksi Erina dan teman-temannya.


"Sekolah akan berubah total kelak." Gumamnya, lalu dia pun pergi meninggalkan tempat itu dan langsung ke kantor.


Sampai di kantor, guru-guru sedang membicarakan mengenai pemilik baru sekolah. Sekolah telah diakuisisi. Namun pihak direksi belum memberitahu siapa yang mengakuisisi sekolah.


"Ada apa?" Tanya Rangga saat melihat perbincangan para guru.

__ADS_1


"Apa kamu belum mendengar bahwa sekolah telah diakuisisi seorang pengusaha kaya raya?" Tanya Guru Lala menjawab pertanyaan Guru Rangga.


"Oh, aku baru mendengarnya. Siapa pengusaha kaya itu?" Tanya Rangga lagi.


"Belum ada informasi. Pihak direksi masih menyembunyikan nama pengusaha itu. Dan bila saatnya, akan diumumkan." Jawab Guru Kinar.


"Baguslah, seharusnya aturan juga diubah. Tidak ada yang boleh semena-mena di sekolah. Bila perlu, jika ada yang suka menindas maka harus dikeluarkan, atau bahkan serahkan ke polisi." Sahut Rangga.


"Itu diluar kendali para guru. Sepertinya kepala dan wakil kepala sekolah yang harus membuat aturan baru. Tapi siapa yang berani?" Sahut Guru Lala.


"Kalau aku berani saja. Apa yang ditakutkan?" Jawab Rangga.


"Sebentaragi, akan ada kejadian luar biasa di sekolah ini. Dan kalian tahu? Tapi aku tidak akan memberitahu kalian. Maka jika memamg yang tidak senang bekerja sebagai guru, bersiaplah angkat kaki dari sekolah ini. Ini juga sebagai peringatan. Jangan ada lagi penindasan di sekolah dan tidak pernah dipermasalahkan!" Rangga emosi.


Semua guru dan karyawan di kantor diam. Tidak ada yang bicara. Entah apa maksud dari Guru Rangga..

__ADS_1


Namun, di telinga Rangga sebuah suara tiba-tiba berbunyi, "Rangga! Apa yang kamu katakan? Kenapa kamu tidak bisa menahan emosi? Bagaimana jika kamu ketahuan?"


Rangga berdehem, kemudian duduk di kursi dekat Guru Lala. Dari sekian banyak guru, hanya Guru Lala yang mendukung Rangga.


Rangga mengirim pesan pada Karmen. Dia meminta maaf dengan apa yang barusan fia katakan.


Karmen mengingatkan sekali lagi agar Rangga berhati-hati.


"Tugasmu mengatasi Junito dan Evan, Diana akan membantumu, kamu tidak perlu terbawa emosi walaupun jiwamu memang seorang guru. Diana tahu apa yang harus dia lakukan. Diana mengirim pesan, bacalah. Dia berhasil mendapat data tentang Evan dan ayahnya. Itu berhubungan dengan Junito dan beberapa pejabat korup, juga melibatkan beberapa petinggi polisi dan militer. Tetaplah berhati-hati. Mereka memiliki uang dan sekolah berhasil diakuisisi oleh ayahnya Evan. Diana kalah dalam lobi-lobi, itu semua karena keterlibatan komisaris dan beberapa staf direksi." Suara Karmen.


Rangga membuka ponsel dan mendapati pesan dari Diana. Dia mengerti.


"Aku sudah menghubungi direktur sekolah, dan dia harus segera diamankan karena menjadi target pembunuhan. Kepala Sekolah tidak tahu apa-apa soal ini. Yang dia tahu, dia tahu mengenai ayahnya Evan, makanya dia takut menghukum Evan dan memilih aman."


"Perhatikan kata-kataku! Besok, semua aturan sekolah sudah berubah. Semua yang tidak taat akan dipecat. Farel memberitahuku bahwa sekolah memiliki ruang bawah tanah yang sangat luas. Mereka akan ada di sana. Entah apa yang ada dalam ruang bawah tanah itu, namun itu sangat berbahaya bagi Kota M."

__ADS_1


"Nanti malam kita bertiga dibantu Paman Anton akan berusaha masuk melalui celah yang akan ditunjukkan oleh Farel."


"Tetaplah bersikap seperti biasanya." Karmen mengakhiri informasinya melalui sambungan telepon di headset Rangga.


__ADS_2