Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Undangan Raja Kota Pulau


__ADS_3

"Diana, Karmen, kalian bersiaplah. Kita akan berangkat satu jam lagi. " Galang memberitahu bahwa mereka akan berangkat karena undangan dari raja Kota Pulau. Sebuah undangan diberikan pada Anton saat Galang dan lainnya pergi ke rumah Diana. Itulah saat Diana dan karmen sedang di dalam toko, Galang dan Rangga pulang terlebih dahulu.


"Paman, memangnya ada raja di era modern ini?" Tanya Galang pada Anton.


"Ya, itulah adanya. Kamu sudah baca sendiri suratnya. Mereka membutuhkan bantuan kita dan menjanjikan sebuah benda berharga yang berumur ratusan tahun. Lebih baik kita segera berangkat." Jawab Anton datar.


Ponsel Galang berdering. Sebuah panggilan dari Direktur Arya, "Halo, Paman!" Sapa Galang.


"Tuan Muda, kapal sudah siap dan kru juga sudah siap. Semua bahan makanan yang dibutuhkan juga telah disiapkan. Beberapa koki dari Dara Shinta Food juga sudah berada di kapal. Tinggal tunggu perintah." Suara Arya terdengar memberi penjelasan.


Kapal yang akan ditumpangi merupakan milik perusahaan Galang. Persiapan kapal sudah lengkap dan hanya tunggu perintah Galang.


"Jatmiko, kami akian pergi dulu ke Kota Pulau, mengenai Rocky, akan aku urus setelah pulang dari Kota Pulau. Bersikaplah biasa terhadap Rocky. Kami akan kembali secepatnya dan akan mengurus para mafia itu." Anton memberi pesan pada Jatmiko. Jatmiko mengangguk hormat.


"Baiklah, Tuan. dua hari lagi adalah pertemuan para pengusaha. Dan kami akan bersikap seperti biasanya." Jawab Jatmiko.


*****


"Tuan Rocky, Anton dan lainnya katanya akan pergi ke Kota Pulau." Lukas memberitahu Rocky.


"Apa? Ada apa mereka mau ke kota Pulau? Apakah mereka tidak tahu keganasan Raja Kota Pulau? Haha.. Tanpa diusir dan repot-repot berurusan dengan mereka, akhirnya mereka pergi juaga. Bisa dibayangkan kemarahan raja Kota Pulau karena ada orang asing yang memasuki pulaunya." Rocky terlihat senang.


"Tuan, Apakah perlu mengirim kapal untuk membuntuti mereka? Dengar-dengar mereka menyewa kapal milik perusahaan Grup Galang Samudera." Tanya Lukas.


"Tidak perlu, Di tengah laut banyak bajak laut. Cari aman saja. Paling-paling mereka tidak akan sampai di tujuan sudah mampus di tengah laut." Jawab Rocky.


"Baiklah, Tuan. Oh, ya. Persiapan pertemuan sudah selesai. Para pengusaha sudah mengkonfirmasi untuk datang." Lukas mengalihkan pembicaraan.


"Bagus. Kamu memang bisa diandalkan. Kamu pergilah ke ruang bawah tanah. Tawarkan kepada 6 pengusaha yang kita tahan untuk menuruti kemauanku kalau mereka ingin dibebaskan." Rocky memuji Lukas. Dia juga memberi perintah.

__ADS_1


"Baiklah Tuan, akau pergi dulu." Jawab Lukas sambil membungkuk lalu pergi meninggalkan ruangan Rocky. Lalu dia berjalan ke ruang bawah tanah.


Ada dua jalan menuju ruang bawah tanah. Yang pertama adalah melalui pintu rahasia di dalam kamar Rocky, dan yang kedua adalah melalui sebuah kolam ikan.


Kolam itu dibentuk sedemikian rupa. Ada air mancur di tengah kolam dengan air yang mengalir ke sekelilingnya. Tak terlihat bagian tengahnya. Jadi tidak ada yang tahu kalau itu sebenarnya jalan rahasia menuju ruang bawah tanah.


Selain letaknya yang tersembunyi, kolam itu juga dikelilingi oleh semacam tumbuan liar yang mrnjalar dan menutup area kolam.


Lukas berjalan ke arah trngah kolam. Sebuah pintu kaca terbuka dan air pun berhenti mengalir di bagian pintu yang terbuka.


"Hmmm, rupanya itu pintu rahasianya." Gumam seorang wanita tua dengan pakaian penuh tambalan. Dia adalah Nenek Diah.


Sebenarnya Nenek Diah tidak pergi jauh-jauh dari temoat tinggalnya. Dia hanya ingin Diana pergi bersama Galang.


Nenek Diah duduk di sebuah pohon yang rindang tak jauh dari kolam ikan itu. Setelah tahu cara memasuki ruang bawah tanah, Nenek Diah lalu pergi.


Dia cukup memikirkan bagaimana cara melarikan diri dari area kolam ikan itu. Akhirnya dia kembali ke pondoknya.


******


Di Kapal Galang


"Paman, apakah ini tidaklah aneh? Kenapa ada raja di era modern ini? Dan raja itu juga tinggal di sebuah negara dan menguasai pulau?" Galang bertanya pada Anton setelah meneguk minumannya.


"Apanya yang aneh? Apa kamu belum pernah dengar ada raja-raja lokal yang menguasai sebuah daerah. Tentu saja mereka tetap bawahan presiden. Dan itu biasa saja." Anton menjawab. Dia malah heran Galang bertanya seperti itu.


"Maksudku, raja itu mungkin mengenal paman. Lalu apa hubungannya dengan kita kalau tidak ada yang kenal? Lagian raja Kota Pulau butuh bantuan apa dari kita? Bukankah dia seorang raja dan berkuasa penuh."  Galang masih penasaran.


Anton tidak segera menjawab Galang. Di tempat duduknya, tangan Anton disilangkan di dada. "Entahlah, kita tunggu saja setelah sampai. Bukankah kita akan nke sana? Nanti kita tanyakan." Anton menjawab tanpa kepastian.

__ADS_1


"Tuan, makan siang sudah siap!" Seorang pelayang datang dan memberitahu waktunya makan siang.


"Ayam goleng!" Seru Dara kegirangan.


"Iya, Nona! Spesial ayam gioreng paha untuk Nona Dara yang cantik." Pelayang menanggapi Dara dengan tersenyum. Dara juga tersenyum senang pada pelayan. Semua orang memandang.Dra dan tersenyum.


Di kapal, Dara tidak berani berjalan sendirian. Dia heran, kenapa rumah kok bergoyang? Jadi kemanapun dia selalu minta ditemani. Saat ini Dara sedang senang-senangnya bersama Dara. Jadi kemanapun, Dara mengajak Diana. Diana dengan sabar selalu memenuhi permintaan Dara.


Mereka akhirnya makan siang bersama di sebuah restoran kecil. Tentu saja Dara sangat senang, paha ayam goreng yang dia ingin justru lebih banyak dari perkiraannya. Dia terus tersenyum saat mengetahui ayam gorengnya sangat banyak.


Kapal terus berlabuh. Menurut Kapten Tomas, jika tidak ada halangan, maka perkiraan, besok pagi mereka akan sampai di Kota Pulau. Kapal terus melaju dan hari sudah beranjak malam. Saat itu ada pemberitahuan, bahwa kapal sudah memasuki perairan Kota Pulau.


Merekapun mulai memasuki kamar untuk tidur setelah makan malam. Saat itu Galang mengajak Rangga ke bagian depan kapal. Dia ingin menanyakan tentang kekuatan Rocky.


"Mereka memang sangat kuat. Perkiraan kekuatan jika dibandingkan dengan kita memang sangat besar mereka. Hanya saja, andalan mereka cuma Rocky saja. Jadi kekuatan mereka terletak pada jumlah." Jawab Rangga setelah Galang bertanya.


"Lalu bagaimana cara menemukan ruang bawah tanah?" Galang kembali bertanya.


"Itu aku belum tahu. Aku tidak sampai menyelidiki hal itu. Ada yangt mengatakan, kalau jalan ke ruang bawah tanah hanya bisa diaklses dari kamar pribadi Rocky. Aku juga tidak tahu sebenarnya" Rangga menghela nafas.


"Mengenai bala bantuan dari ibukota, sepertinya itu memang tidak bisa diprediksi.,Tapi Rocky juga merupakan bawahan. Aku belum sampai menyelidiki hal itu." rangga menjelaskan.


"Hmmm, baiklah. Itu saja sudah cukup. Kita akan secepatnya menyerang Rocky begitu pulang dari Kota Pulau." Galang cukup senang atas penyelidikan Rangga. Rangga memang dapat diandalkan, walau Galang juga bisa, namun, dia selalu mengandalkan Rangga untuk hal penyelidikan.


"Tunggu! Sepertinya aku melihat ada sesuatu di kejauhan." Galang lantas berdiri diikuti oleh Rangga. Galang melihat seperti ada cahaya senter yang berkedip-kedip di kejauhan, di depan sebelaha kanan.


Saat itu, seorang utusan Kapten datang dan memberitahu galang dan Rangga bahwa ada sebuiah cahanya yang merupakan kode minta pertolongan.


"Baiklah! Minta Kaptenn mengarahkan kapal k arah cahaya itu." Perintah galang.

__ADS_1


"Baik, Tuan Muda!" Suruhan itu segera pergi dan memberitahu kapten.


Kapal akhirnya mengarah ke cahaya itu.


__ADS_2