Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Perjanjian Damai


__ADS_3

Dara terus mundur. Pedangnya dijatuhannya. Galang terkejut melihat kenyataan bahwa Dara takut padanya.


"Nona!" Teriak Anita, lalu segera menggendongnya. Anita juga mengambil pedsng Dara yang jatuh. Saat itu kameramen sebuah stasiun televisi sedang merekam Dara, kameramen lainnya merekam ke arah depan.


"Nona kenapa?" Tanya Anita.


"Takut." Suara Dara terdengar lirih. Tangannya menunjuk ke arah makhluk siluman. Dara takut itu. Bukan takut oada Galang.


"Apa Nona mau ke tempat ayah?" Tanya Anita, Dara menggeleng. Wajahnya disembunyikan di dada Anita. Dia ketakutan.


Saat itu, Diana sudah berada di sana dan segera mengambil Dara. Membawanya pergi menjauh. Anita mengikutinya dari belakang sambil.membawa pedang Dara. Diana melihat Dara dari jauh, dia tahu Dara ketakutan melihat makhluk-makhluk itu.


Nenek Sol sudah sampai dan sekarang bersama Guru Galuh dan Galang sedang berbicara dengan sekelompom makhluk siluman.

__ADS_1


"Ibu, takut!" Teriak Dara.


"Tidak apa-apa, sayang. Mereka takut pada ibu. Lihat, mereka tidak bersni melawan ibu. Nanti kalau mereka nakal, ibu akan menghajar mereka, ya." Kata Diana. Dara pun mengangguk. Kini dia lebih tenang setelah ada ibunya.


Para prajurit di sekeliling Diana menatap Dara. Mereka menyadari betapa anak ini begitu kuat, berada di medan perang. Namun terlindungi dengan baik.


*******


Kediaman Gubernur


"Tuan Gubernur, apa yang akan Anda lakukan?" Tanya ajudan.


"Umumkan ke semua penjuru kota, kita akan menyambut para pahlawan saat mereka memasuki kota!"

__ADS_1


"Perintahkan kepada walikota agar memlersiapkan penyambutan." Perintah Gubernur.


Tidak berapa lama, di kediaman gubernur sudah ada mobil dari stasiun televisi dan radio. Gubernur meminta mereka datang karena akan memberi pengumuman.


Saat semua sudah siap, Gubernur pun langsung bicara dan televisi serta radio menyiarkannya secara langsung. Penduduk kota memang sedang menyaksikan siara langsung dari medan perang, mereka ingin mengetahui perkembangan selanjutnya dari medsn perang. Namun, Gubernur menyela.


Tapi, penduduk kota juga sangat antusias menyikapi pengumuman Gubernur. Tanpa memunggu perintah apapun, mereka sudah memenuhi jalan-jalan utqma yang akan dilalui para prajurit dari medan perang. Sehingga, jalanan penuh sesak dengan manusia. Polisi dan tentara dikerahkan untuk menjaga ketertiban. Jalan yang akan dilalui oleh para prajurit disterilkan dari kendaraan umum maupun pribadi. Penduduk tumpah ruang di pinggiran jalan. Mereka akan menyambut para pahlawan mereka.


Tentu saja, tanpa para prajurit di medan perang itu, merkea tentu tidak akan bisa sebahagia ini.


Di jalanan yang ramai itu, yang mereka bicarakan tentu saja tidak jauh dari Diana, Dara. Itu saja. Entah sudah berapa kali mereka membicarakan itu, namun, perang hati ini, Nona Diana dan seorang pemuda tampan berpakaian seoerti seorang raja memang sangat keren. Dua orang saja melawan puluhan ribu orang, dan mereka menang.


Belum ada keterangan apapun soal pemuda itu. Tapi kini dia menjadi idola baru di kalangan gadis-gadis Kota M dan menjadi perbicangan yang hangat, atau bahkan panas, mungkin. Tergantung dari mereka memgebutnya apa.

__ADS_1


Jadi, sebelum gubernur menyelesaikan pengumuman, masharakat malah sudah sampai di jalanan. Semua ingin berdiri paling depan. Semakin lama semakin padat dan semakin tidak terbendung. Mobil-mobil patroli dikerahkan dan sambil.mengumumkan akan tidak berdiri di bahu jalan.


Gubrrnur juga sudah mendapat laporan, bahwa, makhluk-makhluk siluman sudah menghilang tanpa syarat apapun karena permintaan Galang dan Diana. Jika manusia mereka melanggar suatu hari nanti, mereka tidak boleh langsung menyerang manusia. Dan semua perjanjian sangat menguntungkan bangsa manusia.


__ADS_2