
Galang menerima kabar bahwa Seribu Pil Ajaib yang dilelang terjual dengan harga seratus juta dollar. Pemenang lelang Seribu Pil Ajaib berasal dari negeri Sakura. Galang pun tersenyum masam. Ken dalam masalah besar. Pikirnya.
Galang menunjukkan pesan yang dikirim Anton kepada Rangga. Ranggapun tersenyum.
"Rangga, kamu pakailah kain ini untuk menutup muka. Pancing para penjaga dan bunuh mereka semua. Aku akan menghabisi yang di dalam." Lalu Galang melompat ke sebuah pohon besar dengan daun yang lebat. Galang pun mengirimkan pesan pada Naomi agar segera membawa mobil untuk menjemput ayahnya.
Sementara Rangga berjalan ke arah gerbang, melompati gerbang dan langsung memukul penjaga-penjaga yang berjumlah sepuluh orang hingga tewas.
Orang-orang di dalam rumah yang mendengar teriakan histeris penjaga, mereka pun langsung menyerang Rangga yang saat itu berdiri sambil menyilangkan tangan di dada.
Rangga sama sekali menyepelekan mereka dan belum bereaksi. Rangga bahkan malah tidak melihat mereka sama sekali. Rangga yakin bahwa mereka bukanlah orang-orang kuat yang dikirim untuk menyerangnya.
Menurut pemikiran Rangga, orang-orang kuat itu pasti ada di dalam dan akan segera dihadapi Galang. Namun Rangga tidak perlu kuatir akan hal itu. Apalagi Ken palsu sedang merayakan keberhasilannya karena dengan barang palsu bisa mendapatkan banyak uangdari lelang.
"Kalau ingin mati, cepatlah kemari!" Teriak Rangga. Lalu tanggannya diletakkan di pinggang menantang-orang-orang itu.
"Matilah!" Teriak mereka.
Sekitar sepuluhan orang menyerang Rangga dengan pedang terhunus. Rangga yang tidak membawa senjata, kemudian mengambil pedang milik penjaga yang telah mati. Kemudian memutar pedang itu sekali dan langsung menyerbu puluhan orang yang juga menyerbu ke arahnya.
Rangga mengibas-kibaskan pedangnya dengan cepat dan pedang-pedang milik lawan bertauhan. Saat berikutnya, Rangga tak main-main lagi. Dia langsung menghabisi sepuluh orang yang menyerangnya dengan mudah.
Teriakan kematian pun mewarnai pertempuran itu. Namun, kali ini orang-orang di dalam gedung tidak ada yang berani keluar. Mereka menunggu di dalam karena mereka yakin, begitu mereka keluar, maka akan ada yang masuk dan tawanan akan diselamatkan.
Benar saja, Galang masuk dan langsung menyerang mereka. Galang dengan kecepatan yang sangat cepat menghabisi mereka satu persatu.
Akhirnya puluhan orang telah mati oleh Galang. Saat itu, Rangga masuk.
Ken dan Elena disekap di ruang tengah dengan kaki dibelenggu. Galang dan Rangga mencari kunci belenggu yang membelenggu kaki kedua orang itu.
__ADS_1
"Galang, kuncinya ada di kotak di sebwlah sana!" Teriak Elena.
Sementara Ken terlihat sangat lemah, walaupun mereka tidak kekurangan makan, namun karena Ken sudan ditahan lama, dia pun harus menahan sakit dan lainnya. Apalagi dia sudah tua.
Akhirnya keduanya sudah diselamatkan dan di luar gerbang, Naomi dan Liano membawa dua mobil untuk mereka.
"Kita ke rumah Elena. Paman Pian akan mencarikan tempat untuk bersembunyi sementara waktu. Aku akan mengurus Bai Lang." Ajak Galang.
Kedua mobil melajiu cepat meninggalkan gedung besar. Akhirnya mereka pun sampai di runah Pian. Saat mereka sudah pergi, Ken palsu datang bersama anak buahnya setelah mendapat laporan melalui pesan singkat.
Namun dia datang terlambat dan tawanan sudah tidak ada, juga anak buahnya semuanya mati dibunuh.
"Siapa yang berani melawanku? Aku akan menghabisi mereka!" Ken geram, kakinya dihentakkan..lantai yang diijnjak kakinya pun hancur dan kakinya masuk ke dalam tanah.
Orang-orang pun ngeri melihat pemandangan itu.
"Pulau Harimau, tujuh hari dari sekarang. Aku menantangmu duel satu lawan satu sampai mati. Galang"
"Galang? Siapa dia? Berani sekali dia menantangku?" Tanya Bai Lang. Tangannya dikepalkan.
"Dia adalah pemenang lelang Penawar Racun Klan Harimau, Tuan." Jawab seseorangbyang berada di dekat Bai Lang.
"Baik! Umumkan pada seluruh negeri, aku menerima tantangan Galang dan akan datang ke sana!" Kata Bai Lang dengan tersenyum penuh kemenangan.
Bai Lang yakin dia pasti akan mengalahkan Galang dengan mudah. Apalagi kini kekuatannya selalu bertambah tiap hari.
Bai Lang selalu merasa tidak ada yang bisa melawannya dan akan kalah dari dia. Bai Lang meraaa dia adalah orang paling kuat di bumi. Tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Sementara Galang dan lainnya kini sudah tiba di rumah Keluarga Darmawan. Dua mobil memasuki halaman rumah dan kemudian mereka turun.
__ADS_1
Saat itu Pian sudah menunggu mereka di depan pintu rumah. "Kalian sudah datang? Ayo, aku akan membawa kalian.!"
"Paman, bawa Paman Ken dan Elena. Aku dan Rangga akan kembali. Naomi dan Liano biarkan berada di sini sementara." Kata Galang.
"Galang, hati-hati. Bai Lang pasti sedang mencarimu!' Pesan Pian.
"Aku sudah tahu. Tapi mungkin juga tidak. Aku sudah menulis surat tantangan untuknya. Jadi kemungkinan dia akan menunggu hari itu untuk melawanku." Jawab Galang.
"Apa maksudmu?" Tanya Pian.
"Tujuh hari lagi, aku akan berduel dengan Bai Lang di Pulau Harimau. Aku sudah menuliskan tantangan untuknya. Aku akan menghubungi Paman Hawata untuk mengaturnya." Jawab Galang. Lalu diapun pergi meninggalkan rumah Pian dan kembali ke hotel bersama Rangga.
Hari-hari berlalu dengan cepat. Galang sudah melatih semua jurus yang dia terima dan telah menjadi sempurna. Namun, Galang tetap rendah hati dan sama sekali tidak menyombongkan diri.
Galang telah mempersiapkan pertarungannya dengan Bai Lang di Pulau Harimau kelak.
Hawata juga sudah memgatur semuanya. Pasti akan ada banyak yang menyaksikan pertempuran Galang dan Bai Lang. Itu menarik perhatian seluruh negeri. Apalagi itu diumumkan di televisi nasional Malaka. Jadi rasanya setiap orang ingin menonton pertempuran itu secara langsung di sana.
Bahakan, ada banyak perusahaan kapal yang menawarkan jasa ke Pulau Harimau. Tentu saja dengan harga berlipat-lipat dan semua tiket habis terjual. Pertempuran hidup mati ini menjadi tontonan menarik yang ingin mereka lihat. Jadi mereka sama sekali tidak peduli berapapun harga tiket kapal yang mereka keluarkan.
Galang bahkan bisa melihat spanduk-spanduk Ken palsu bertebaran menghiasi jalan-jalan protokol. Tidak ada gambar Galang di spanduk itu, namun namanya terpampang sebagai penantang.
Rangga yang ada si sebelah Galang dan berada di belakang kemudi pun menoleh ke arah Galang. Dia tersenyum masam melihat kenyataan bahwa ternyata bisa seheboh ini hanya karena tantangannya dengan tulisan yang hanya beberapa kata saja.
"Ternyata tulisanmu di secuil kertas itu bisa membuat sebuah negara sangat heboh. Bagaimana kalau nanti kamu bisa membunuh Ken palsu? Pasti akan ada pesta meriah menyambut kemenanganmu." Kata Rangga sambil membelokkan mobil untuk memutar menuju ke hotel.
"Apa yang kamu katakan. Ken palsu itu hanya sedang mencari dukungan dari penduduk negara ini. Selebihnya tidak ada yang penting.." Galang pun memgarahkan pandangannya keluar jendela mobil.
Memang tanpa disadarinya, banyak orang yang menginginkan Galang bisa menang terhadap Ken palsu. Mereka sudah resah dengan perilaku Ken palsu yang intimidatif. Harapan sekarang tentu tertuju pada Galang yang dengan berani menantang Ken palsu.
__ADS_1