Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Raja Dan Diana


__ADS_3

Dalam beberapa hari, prajurit Diana sudah siap tempur. Motivasi yang diberikan Diana memacu semangat mereka untuk mempertahankan tanah air dari serangan bangsa asing. Mereka akan bertaruh nyawa demi negaranya.


Diana juga menekankan pentingnya memcintai tanah kelahiran agar tidak mudah menjadi penghianat. Bagi Diana, berhianat tidak bisa dimaafkan dan hukumannya adalah mati. Hal ini ia tumbuhkan agar pasukan tetap solid dan rahasia strategi tidak diketahui oleh musuh.


Bahkan, kini semua pangeran menjadi takut berhadapan dengan Diana. Diana sangat kuat dan tidak main-main dengan ucapannya. Pangeran Lintang sendiri, walau hatinya masih panas, namun dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.


Raja kini sudah berada di perkemahan dan akan berpartisipasi dalam perang. Hanya Diana, Karmen dan Rangga yang berani langsung berhadapan dengan Raja.. Mereka bertiga tidak terikat dengan hukum kerajaan. Mereka adalah orang-orang yang diangkat, bukan karena mereka ingin, namun mereka diminta oleh Raja.


Bukan berarti mereka tidak menghormati Raja. Hanya saja, ketiganya memang bukan bagian dari kerajaan ini. Namun ketiganya tetap berusaha menjadi yang terbaik.

__ADS_1


"Panglima, Diana! Bagaimana kesiapan prajurit?" Tanya Raja.


"Prajurit dalam keadaan siap, Yang Mulia. Mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik. Besok kita akan maju berperang." Jawab Diana.


"Aku sangat berterimakasih padamu, dan ini akan menjadi sejarah yang tercatat di tanah ini selamanya." Sahut Raja dengan senyum lebar. Diana membungkuk hormat.


Diana punelaporkan perkembangan prajuritnya. Merela juga siap menghadapi kemungkinan serangan mendadak dari muauh. Jadi semua dalam.keadaan siap.


Raja ingin semua wilayahnya kembali dan hidup dalam damai, aman dan tenteram seperti sebelumnya. Keinginan itu memamg sudah lama ia nantikan.

__ADS_1


Dua puluh hari lalu, pasukan dari negara asing mengirimkan utusan agar Raja menyerah dan menyerahkan seluruh wilayahnya kepada negara asing. Saat itu Raja meminta waktu sekitar lima belas hari unruk berfikir.


Pasukan asing mengancam jika dalam waktu lima belas hari Raja tidak menyerah, maka akan dilakukan serangan besar-besaran. Saat Raja bermimpi soal ksatria masa depan yang akan menyelamatkan mereka. Itulah Diana, Rangga dan Karmen.


"Yang Mulia terlalu memuji. Kita bisa memenangkan perang dan mengusir musuh apabila semua elemen bersatu. Aku sudah memberi keputusan, siapapun yang berhianat, tidak peduli dari golongan apapun, pasti dihukum mati. Apakah Yang Mulia mendukungku?" Pertanyaan Diana mengejutkan banyak petinggi kerajaan, juga para pangeran yang saat itu berada di Balai Pertemuan tenda Raja.


"Tentu saja. Siapapun yang berhianat, bahkan jika dia putrwku, maka dia harus dihukum mati!" Sambut Raja dengan tegas. Diana pun mengangguk senang.


"Sampaikan pada semua penduduk negeri, aku, Raja Kerajaan Nusantara, memyatakan akan memghukum mati siapapun yang berhianat kepada musuh! Dan penghianat akan dihukum mati beserta istri dan anaknya!" Kata Raja sambil berdiri.

__ADS_1


Mendengar itu, swmua orang menjadi ketakutan. Mereka pun berpikir seribu kali jika ingin berhianat. Tentu saja hal itu selain merugikan kerajaan, juga merugikan diri sendiri.


"Sebagai seorang Raja, tentu saja aku akan menepati perkataanku. Dan, tidak ada seorang pun yang boleh mengusik Panglima Diana beserta keluarganya. Apabila ada yang melalukan itu, maka aku sendiri yang akan menghukumnya!" Perkataan Raja yang terakhir ini seperti petir yang menyambar di sianga hari. Itu sangat mengerikan.


__ADS_2