Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Di Rumah Diana


__ADS_3

Dinda sudah sadar dari pingsan. Dia menderita luka di beberapa bagian tubuhnya. Listi masih menungguinya di sana. Sementara Rangga dan Karmen masih berjaga di luar menunghu Lung dan Ester yang akan bertugas menjaga Dinda dan keluarganya.


"Listi? Kamu?" Suara Dinda terdengar lirih.


"Kamu sudah sadar, Dinda? Jangan banyak bergerak." Listi lalu berdiri dan memanggil dokter jaga di ruang IGD.


"Dia hanya mengalami luka luar, tidak berbahaya. Nanti dia akan dipindahkan ke ruang perawatan." Kata dokter, kemudian dia memeriksa Dinda, mencatat, lalu pergi.


"Listi, apa yang terjadi?" Tanya Dinda.


"Tidak apa-apa, kamu jangan banyak berpikir dulu." Jawab Listi.


"Ayahku? Bagaimana dengan ayah, ibu dan adik-adikku?" Tanya Dinda lagi.


"Ayah, ibu dan adik-adikmu baik-baik saja. Kamu jangan kuatir." Jawab Listi menenangkan Dinda yang terlihat sangat tidak.nyaman.


"Masalah biaya rumah sakit, kakaknya Erina bilangnkalau semuanya mereka yang menanggung. Kamu fokuslah pada penyembuhan sakitmu." Ujar Listi lagi.

__ADS_1


Karmen dan Rangga masuk, mereka melihat Dinda yang mengalami banyak luka di beberapa bagian tubuhnya menjadi iba.


"Setelah kalian diperbolehkan pulang, kalian akan kami bawa tinggal di rumah Erina. Kamu bersama keluargamu." Kata Rangga.


"Guru Rangga, di mana Erina?" Tanya Dinda.


"Dia tidak bisa ikut kemari. Dia ada kegiatan lain." Jawab Rangga.


"Kakak Karmen, terimakasih sudah banyak membantuku. Dan sampaikan terimakasihku lada Erina." Kata Dinda. Dia mencoba bangun, namun dicegah oleh Listi.


"Tidak masalah. Yamg penting kamu selamat." Jawab Karmen.


Karmen dan Rangga memang menunggu Lung dan Ester datang. Mereka sudah tidak percaya pada polisi mauphn tentara sebelum semua masalah menjadi terang benderang.


*******


Diana sudah sampai di rumah bersama Sela dan teman-temannya. Rumah itu sangat besar dan luas, terdiri dari dua lantai. Lantai atas ditrmpati oleh Farel.dan timnya. Sementara lantai bawah, setelah Anton pergi bersama Arumi, Cintya, Er, Kak Lung Ester menjadi banyak kamar kosong.

__ADS_1


"Apakah ini rumahmu, Diana?" Tanya Sela.


Diana mengangguk dan tersenyum. Sela semakin kagum pada Diana, begitu juga dengan suami dan teman-temannya.


"Nona? Apakah teman-teman Anda akan menginap di sini?" Tanya Bibi Ami, kepala rumah tangga.


"Iya, Bibi. Siapkan tiga kamar untuk mereka." Jawab Diana.


"Baik, Nona." Jawab Bibi Ami, lalu segera pergi untuk menyiapkan kamar bagi teman-teman Diana. Terlihat enam pelayan wanita mengikuti Bibi Ami.


"Kalian duduklah dulu, jika ingin melihat-lihat, Anita bisa menemani kalian. Aku akan mengganti pakaian Dara." Kata Diana. Mereka semua memgangguk sambil tersenyum.


Mereka lalu dibawa anita masuk ke ruang tengah yang sangat luas.


"Anita, apakah Diana adalah orang yang sangat kaya?" Tanya Sela.


"Iya, Nona Diana memiliki banyak perusahaan. Tempat kalian akan bekerja, itu adalah perusahaan milik Nona Diana." Jawab Anita.

__ADS_1


Seketika enam orang itu tercengang. Ternyata itu perusahaan Diana?


"Di Kota S dan provinsi Kepulauan, perusahaan Nona Diana jumlahnya sampai puluhan. Lebih dari tigapuluh perusahaan. Tapi, Nona Diana orangnya sangat rendah hati. Dia tidak mau pamer dan selalu tampil sederhana.


__ADS_2