Super Rich Adventurer

Super Rich Adventurer
Alat Tempur


__ADS_3

Pagi-pagi, para prajurit dikejutkan dengan banyaknya perslatan trmpur yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Alat-alat itu berada di sisi selatan perkemahan. Hal itu membuat semua pemghuni perkemahan heboh.


Di antara mereka yang heran, juga para pangeran ikut terkejut. Pasalnya mereka belum pernah melihat alat yang demikian.


Diana yang sudah diberitahu hal.itu oleh Ratu Keabadian, dia tahu bahwa barang-barang pesananannya sudah jadi dan siap digunakan.


Diana lantas pergi melihatnya. Dia bersama Karmen dan Rangga. Setelah melihat hasilnya, Diana lalu memanggi empat jenderal pilihannya.


"Ini semua peralatan tempur kita. Rangga akan mengajari kalian cara menggunakannya dan kalian bisa mengajari pemimpin pasukan seribu dan seterusnya. Dalam waktu sembilan sampai sepuluh hari, aku yakin prajurit sudah mahir." Kata Diana pada empat jenderal.


"Panglima sungguh bijaksana. Jika seperti ini, kita bisa memenangkan perang ini dengan mudah!" Kata Jenderal Sutono..


"Strategi yaang akan memenangkan perang kita." Jawab Diana.

__ADS_1


Senapan yang dimaksud, terbuat dari kayu, di pangkal senapan ada pegas untuk mendorong peluru. Untuk membuatnya otomatis tentu saja tidak akan bisa, namun, itu hampir menyerupai senapan otomatis, hanya saja, peluru terbuat dari besi tanpa bubuk mesiu. Jadi kekuatannya tentu berbeda dengan senapan mesin otomatis.


Pelomtar batu yang dibuat berjumlah seribuan. Pelontar batu itu berukuran besar. Untuk membawanya, dibuat roda yang juga berukuran besar.


Selaun itu, ada juga busur raksasa yang dalam.sekali tarik, ratusan anak panah siap dilepaskan. Busur itu jumlahnya cukup banyak dan tentu saja daya lucur dua kali lipat dari anak panah yang dihasilkan dengan tenaga tangan manusia. Juga, anak panah ini dibuat lebih besar dari anak panah biasa.


"Rangga aku serahkan semua alat ini padamu fan kamu yaang akan mengajari mereka. Setelah itu, kembali dan aku akan mengajakmu ke suatu tempat bersama Karmen." Kata Diana pada Rangga.


"Kalau begitu, aku akan pergi dulu bersama Karmen. Kamu tetap.mengajari mereka." Sahut Diana.


Saat ini, Dara tidak ikut serta dalam perkemahan. Namun dia tinggal di istana bersama Anita. Awalnya Dara ingin ikut, namun setelah dia memiliki teman baru yang sebaya dengannya dan mereka juga menyukai Dara, Dara tidak memaksa.


Diana sebenarnya sangat kasihan jika meninggalkan Dara terlalu lama. Namun, demi tugas nenek yang belum diketahuinya, maka dia rela menjadi Panglima Perang kerajaan. Dia juga belum tahu apa yang ditugaskan nenek. Dia hanya menjalaninya saja. Dan sepertinya Tuan El tahu apa yang dilakukannya di sini.

__ADS_1


Saat ini Dara sedang asyik bermain di taman istana. Kini, atas titah permaisuri, Dara memiliki pelayannya sendiri dsn jumlahnya sangat banyak. Dara termasuk dalam.keluarga istana karema Diana.


Dia juga mrmiliki banyak sekali teman bermain di istana. Anak-anak pejabat hampir semua menyukainya..juga pelayan Dara sangat memyukainya. Karena dia sangat lucu dan menggemaskan.


"Bibi Anita!" Panggil Dara.


"Ya, Nona?" Jawav Anita.


"Mik cucu." Dara meminta susu. Pelayan Dara sidah tahu apa yang harus mereka lakukan. Dara memang kadang tak terduga kinta minum susu. Jadi para pelayan selalu siap dengan cepat.


Anita menoleh ke para pelayan. Mereka langsung paham dan segera membuatkan susu untuk Dara. Darq sudah memahami bahwa sekarang ada banyak orang yang siap membuatkan susu untuknya.


Setelah Dara minum susu sambil merebahkan tubuh di pangkuan Anita, Dara kembali bermain bersama anak-anak kecil lainnya di taman istana.

__ADS_1


__ADS_2