
Diana, Karmen, Rangga dan Anton sudah tiba di sekolah. Jam delapan malam, mereka langsung menuju titik dimana Farel menemukan celah untuk masuk. Saat ini mereka sudah berada di ruang kantor kepala sekolah.
"Baiklah, kita tifak tahu apa yang ada di bawah sana. Aku akan masuk dan nanti setelah masuk, jika tidsk ada masalah, kalian akan menyusulku setrlah aku beri kode." Kata Diana.
Sore sebelum pulang, Rangga mengambil kunci masuk ruangan kepala sekolah. Ri ruangan itu, antara plafon dan atap, ada sebuah lubang besar dengan tangga turun.
Diana melompat lalu bergantung di pintu masuk plafon. Saat sudah berada di atas plafon, Diana merasa aneh, ruang atas terutup dinding batu dan kontrol hanya dari ruangan ini. Dari sini, Diana melihat ada tiang pilar besar.
Ada sebuah pintu di dinding pilar. Pintu itu menggunakan besi yang kuat dsn terkunci. Diana mencoba membuka pintu, namun pintu trrkunci dan tidak bisa dibuka.
Diana kembali ke pintu plafon. "Kunci!" Katanya pada ketiga orang di bawah.
"Apa?" Ketiga orang di bawah terkejut.
"Aku bisa merusaknya!" Kata Diana.
__ADS_1
Ketiganya setuju dan mengangguk. Lalu Diana segera kembali ke pintu besi. Tangan kanannya ditempelkan ke bagian kunci. Ada kepulan asap dari.lubang kunci. Lalu berikutnya terdengar,
"Klik!"
Kunci sudah berhasil diatasi. Diana membuka pintu berai itu dan dengan senter kecilnya, dia melihat ada anak tangga turun yang cukup panjang. Diana kembali ke pintu plafon dsn memberi kode kepada tiga orang di bawah.
Ketiga orang itu bergegas naik dan kemudian mereka bersama menuruni anak tangga yang curam.
Ruangan bawah tanah itu sangat gelap. Tidak ada penerangan lampu. Rangga mencari-cari saklar siapa tahu ada lampu yang bisa dinyalakan.
Mereka pun mencari-cari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Di sebuah pintu mereka berhenti. Pintu itu terbuka sedikit. Rangga membuka pintu dan terkejut.
"Ini gudang senjata?" Tanya Rangga yang terkejut.
"Apa?" Tanya Anton tak kalah terkejut.
__ADS_1
"Darimana mereka mendapat senjata dalam jumlah besar? Tidak ada orang di sini." Sahut Diana.
"Aku akan menyelidiki sekeliling. kalian tunggu di sini." Kata Rangga, lalu dia pergi.
Ruangan besar dan luas itu tentu saja sama luasnya dengan luas seluruh sekolah. dan ada tiang-tiang besar menjadi penyangga ruangan.
Saat itu, Rangga menemukan sebuah lorong yang cukup besar untuk dilalui sebuah truk. Dka mencoba menelusurinya, namun, lorong itu memang sangat panjang. Rangga pun kembali.
"Ada lorong besar di sebelah sana. Aku curiga itu mengarah ke suatu tempat." Kata Rangga setelah kembali.
"Paman, menurutmu, apakah ruangan ini dijadilan sebuah benteng? Soalnya ruangan ini sangat kuat. Bagaimana menereka membangunnya? Kenapa bisa ada pimtu di atas ruang kepala sekolah?" Tanya Diana.
"Sebailnya cepat lakukan yang harus dilakukan. Pasang penyadap dan kamera kecil yang diberikan oleh Farel. Rangga, jangan lupa pasang juga di lorong itu satu atau dua buah kamera. Aku yakun ada akticitas yang berbahaya di sini. Lalu segera tinggalkan tempat ini." Kata Anton.
"Baik, Paman!" Jawab ketiganya. Kemudian bergegas memasang penyadap dan kamera kecil sesuai yang diinginkan Farel. Lalu mereka segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1